Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

Kebakaran Pabrik Vaksin Covid-19 Tewaskan 5 Orang di India

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran besar yang melanda pabrik vaksin Covid-19 di Kota Pune, Negara Bagian Maharashtra, India, Kamis (21/1/2021), menewaskan lima orang.

Pabrik milik produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India (SSI), itu memproduksi 50 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca setiap bulan. 

"Kami mengetahui ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami sangat sedih dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban meninggal," kata CEO SII, Adar Poonawalla, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali Reuters. 

Poonawalla menambahkan, kebakaran tak memengaruhi produksi vaksin Covid-19 AstraZeneca yang kini sudah digunakan di dalam negeri dan dikirim ke negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Bangladesh, Nepal, Maladewa, dan Bhutan.

Baca Juga:  Menciptakan Kualitas Hidup yang Baik bagi Penderita Diabetes

"Saya ingin meyakinkan semua pemerintah dan masyarakat, tidak akan ada produksi COVISHIELD yang terlewat karena ada beberapa gedung produksi sebagai cadangan untuk menghadapi kemungkinan seperti ini," kata Poonawalla.

Namun dia mengakui kebakaran itu menyebabkan penundaan peluncuran produk baru dan kerugian lebih dari 10 miliar rupee atau sekitar Rp1,9 triliun. Selain itu, peralatan senilai jutaan dolar AS juga rusak.

Wali Kota Pune Murlidhar Mohol mengatakan, empat orang dievakuasi dalam kondisi selamat, namun lima lainnya meninggal. 

Sementara itu Pemerintah Negara Bagian Maharashtra menyatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan arus pendek listrik saat pekerjaan konstruksi.

Selain memproduksi vaksin Covid-19 AstraZeneca, SII juga berencana memproduksi vaksin yang dikembangkan perusahaan Amerika Serikat, Novavax Inc, mulai April.

Baca Juga:  Alasan Pemerintah Pindahkan Ibukota, Ini Kata Tjahjo Kumolo

Sumber: India Today/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran besar yang melanda pabrik vaksin Covid-19 di Kota Pune, Negara Bagian Maharashtra, India, Kamis (21/1/2021), menewaskan lima orang.

Pabrik milik produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India (SSI), itu memproduksi 50 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca setiap bulan. 

"Kami mengetahui ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami sangat sedih dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban meninggal," kata CEO SII, Adar Poonawalla, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali Reuters. 

Poonawalla menambahkan, kebakaran tak memengaruhi produksi vaksin Covid-19 AstraZeneca yang kini sudah digunakan di dalam negeri dan dikirim ke negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Bangladesh, Nepal, Maladewa, dan Bhutan.

Baca Juga:  Bamsoet: Pendidikan Tinggi Harus Bisa Dinikmati Seluruh Warga Negara

"Saya ingin meyakinkan semua pemerintah dan masyarakat, tidak akan ada produksi COVISHIELD yang terlewat karena ada beberapa gedung produksi sebagai cadangan untuk menghadapi kemungkinan seperti ini," kata Poonawalla.

- Advertisement -

Namun dia mengakui kebakaran itu menyebabkan penundaan peluncuran produk baru dan kerugian lebih dari 10 miliar rupee atau sekitar Rp1,9 triliun. Selain itu, peralatan senilai jutaan dolar AS juga rusak.

Wali Kota Pune Murlidhar Mohol mengatakan, empat orang dievakuasi dalam kondisi selamat, namun lima lainnya meninggal. 

- Advertisement -

Sementara itu Pemerintah Negara Bagian Maharashtra menyatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan arus pendek listrik saat pekerjaan konstruksi.

Selain memproduksi vaksin Covid-19 AstraZeneca, SII juga berencana memproduksi vaksin yang dikembangkan perusahaan Amerika Serikat, Novavax Inc, mulai April.

Baca Juga:  Alasan Pemerintah Pindahkan Ibukota, Ini Kata Tjahjo Kumolo

Sumber: India Today/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

NEW DELHI (RIAUPOS.CO) – Kebakaran besar yang melanda pabrik vaksin Covid-19 di Kota Pune, Negara Bagian Maharashtra, India, Kamis (21/1/2021), menewaskan lima orang.

Pabrik milik produsen vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India (SSI), itu memproduksi 50 juta dosis vaksin virus corona AstraZeneca setiap bulan. 

"Kami mengetahui ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami sangat sedih dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban meninggal," kata CEO SII, Adar Poonawalla, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali Reuters. 

Poonawalla menambahkan, kebakaran tak memengaruhi produksi vaksin Covid-19 AstraZeneca yang kini sudah digunakan di dalam negeri dan dikirim ke negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Bangladesh, Nepal, Maladewa, dan Bhutan.

Baca Juga:  Alasan Pemerintah Pindahkan Ibukota, Ini Kata Tjahjo Kumolo

"Saya ingin meyakinkan semua pemerintah dan masyarakat, tidak akan ada produksi COVISHIELD yang terlewat karena ada beberapa gedung produksi sebagai cadangan untuk menghadapi kemungkinan seperti ini," kata Poonawalla.

Namun dia mengakui kebakaran itu menyebabkan penundaan peluncuran produk baru dan kerugian lebih dari 10 miliar rupee atau sekitar Rp1,9 triliun. Selain itu, peralatan senilai jutaan dolar AS juga rusak.

Wali Kota Pune Murlidhar Mohol mengatakan, empat orang dievakuasi dalam kondisi selamat, namun lima lainnya meninggal. 

Sementara itu Pemerintah Negara Bagian Maharashtra menyatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan arus pendek listrik saat pekerjaan konstruksi.

Selain memproduksi vaksin Covid-19 AstraZeneca, SII juga berencana memproduksi vaksin yang dikembangkan perusahaan Amerika Serikat, Novavax Inc, mulai April.

Baca Juga:  Putra BJ Habibie Menangis Saksikan Trailer ‘Habibie & Ainun 3’

Sumber: India Today/Reuters/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari