Minggu, 30 November 2025
spot_img

Antisipasi Penyebaran Corona, Jerman Hentikan Aktivitas Sekolah

BERLIN (RIAUPOS.CO) — Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas, Pemerintah Jerman  melakukan penghentian aktivitas sekolah sementara waktu. Kebijakan itu ditetapkan pada Jumat (13/3) untuk mencegah penyebaran virus korona lebih luas di Jerman.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jerman dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com menjelaskan bahwa pemerintah Jerman mengimbau agar masyarakat untuk sementara waktu meminimalisir atau mengurangi kontak sosial.

"Seluruh negara bagian di Jerman telah mengumumkan institusi pendidikan (Sekolah/Universitas) ditutup terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020," tulis siaran pers KBRI untuk Jerman di Berlin, Ahad (15/3).

Jerman pun juga menerapkan kebijakan larangan masuk kepada beberapa negara yang memiliki kategori high risk. Mulai dari Italia, Iran, Cina, Korea Selatan, Perancis (Elsaas, Lothringen dan Champagne-Ardenne), Austria (Tirol) dan Spanyol (Madrid).

Baca Juga:  ASN Diminta Sumbangkan THR untuk Keperluan Corona

"Beberapa maskapai penerbangan saat ini membatasi penerbangan untuk keberangkatan (departure point) dari Jerman maupun Eropa," katanya.

Untuk lintas masuk ke wilayah Jerman dengan menggunakan pesawat, kapal, kereta api atau bus masih dimungkinkan. Namun, para penumpang diwajibkan untuk mengisi formulir deklarasi (disembarcation card) mengenai keberadaan penumpang selama 30 hari mendatang.

Mulai besok, Jerman juga akan menerapkan protokol pengecekan kesehatan suhu tubuh dengan Infrared Thermometer (maksimal 37,3 celcius) kepada masyarakat yang datang di area Konsuler dan Imigrasi KBRI Berlin.

Untuk saat ini, berdasarkan data dari lembaga Robert Koch Institute, dikonfirmasikam bahwa saat ini terdapat sekitar 3.062 orang positif terjangkit COVID-19 di Jerman dan 5 orang diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga:  Google Buat Pengelolaan Password Makin Mudah

"Wilayah dengan jumlah terjangkit terbanyak adalah Nordrhein-Westfalen, Bayern dan Baden-Württemberg," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

BERLIN (RIAUPOS.CO) — Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas, Pemerintah Jerman  melakukan penghentian aktivitas sekolah sementara waktu. Kebijakan itu ditetapkan pada Jumat (13/3) untuk mencegah penyebaran virus korona lebih luas di Jerman.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jerman dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com menjelaskan bahwa pemerintah Jerman mengimbau agar masyarakat untuk sementara waktu meminimalisir atau mengurangi kontak sosial.

"Seluruh negara bagian di Jerman telah mengumumkan institusi pendidikan (Sekolah/Universitas) ditutup terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020," tulis siaran pers KBRI untuk Jerman di Berlin, Ahad (15/3).

Jerman pun juga menerapkan kebijakan larangan masuk kepada beberapa negara yang memiliki kategori high risk. Mulai dari Italia, Iran, Cina, Korea Selatan, Perancis (Elsaas, Lothringen dan Champagne-Ardenne), Austria (Tirol) dan Spanyol (Madrid).

Baca Juga:  Siapa Bilang Kim Jong Un Jalani Operasi Kardiovaskular? Ini Faktanya

"Beberapa maskapai penerbangan saat ini membatasi penerbangan untuk keberangkatan (departure point) dari Jerman maupun Eropa," katanya.

- Advertisement -

Untuk lintas masuk ke wilayah Jerman dengan menggunakan pesawat, kapal, kereta api atau bus masih dimungkinkan. Namun, para penumpang diwajibkan untuk mengisi formulir deklarasi (disembarcation card) mengenai keberadaan penumpang selama 30 hari mendatang.

Mulai besok, Jerman juga akan menerapkan protokol pengecekan kesehatan suhu tubuh dengan Infrared Thermometer (maksimal 37,3 celcius) kepada masyarakat yang datang di area Konsuler dan Imigrasi KBRI Berlin.

- Advertisement -

Untuk saat ini, berdasarkan data dari lembaga Robert Koch Institute, dikonfirmasikam bahwa saat ini terdapat sekitar 3.062 orang positif terjangkit COVID-19 di Jerman dan 5 orang diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga:  Cendol Dawet

"Wilayah dengan jumlah terjangkit terbanyak adalah Nordrhein-Westfalen, Bayern dan Baden-Württemberg," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BERLIN (RIAUPOS.CO) — Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas, Pemerintah Jerman  melakukan penghentian aktivitas sekolah sementara waktu. Kebijakan itu ditetapkan pada Jumat (13/3) untuk mencegah penyebaran virus korona lebih luas di Jerman.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jerman dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com menjelaskan bahwa pemerintah Jerman mengimbau agar masyarakat untuk sementara waktu meminimalisir atau mengurangi kontak sosial.

"Seluruh negara bagian di Jerman telah mengumumkan institusi pendidikan (Sekolah/Universitas) ditutup terhitung mulai tanggal 17 Maret 2020," tulis siaran pers KBRI untuk Jerman di Berlin, Ahad (15/3).

Jerman pun juga menerapkan kebijakan larangan masuk kepada beberapa negara yang memiliki kategori high risk. Mulai dari Italia, Iran, Cina, Korea Selatan, Perancis (Elsaas, Lothringen dan Champagne-Ardenne), Austria (Tirol) dan Spanyol (Madrid).

Baca Juga:  Penjualan SUV Isuzu Terus Melaju

"Beberapa maskapai penerbangan saat ini membatasi penerbangan untuk keberangkatan (departure point) dari Jerman maupun Eropa," katanya.

Untuk lintas masuk ke wilayah Jerman dengan menggunakan pesawat, kapal, kereta api atau bus masih dimungkinkan. Namun, para penumpang diwajibkan untuk mengisi formulir deklarasi (disembarcation card) mengenai keberadaan penumpang selama 30 hari mendatang.

Mulai besok, Jerman juga akan menerapkan protokol pengecekan kesehatan suhu tubuh dengan Infrared Thermometer (maksimal 37,3 celcius) kepada masyarakat yang datang di area Konsuler dan Imigrasi KBRI Berlin.

Untuk saat ini, berdasarkan data dari lembaga Robert Koch Institute, dikonfirmasikam bahwa saat ini terdapat sekitar 3.062 orang positif terjangkit COVID-19 di Jerman dan 5 orang diantaranya meninggal dunia.

Baca Juga:  Driver Ojek Online Ditikam Penumpang

"Wilayah dengan jumlah terjangkit terbanyak adalah Nordrhein-Westfalen, Bayern dan Baden-Württemberg," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari