Rabu, 4 Maret 2026
- Advertisement -

Messi Melempem

MADRID (RIAUPOS.CO) — Marcelo tak perlu segelas bir menyambut Cristiano Ronaldo, seperti dia pernah berjanji jika kelak bersua sahabatnya itu lagi. Senin (2/3), CR7 “pulang”. Dia di tribun VIP Santiago Bernabeu, Madrid, menonton Marcelo berduel dengan Lionel Messi, sosok yang selalu jadi rival abadinya sampai sekarang.

Dan, ketika menit ke-74, bek berjuluk El Loco itu menghadiahi Ronaldo tekel briliannya kepada Messi. Dengan kecepatan sprint 30,9 kilometer per jam Marcelo membuyarkan peluang emas Messi menyamakan skor. Statistik menyebut, kecepatan La Pulga saat itu kalah cepat. Dia hanya mampu berlari 29,5 kilometer per jam.

Total, tiga kali Marcelo mampu mempecundangi Messi dengan tekel-tekelnya. Nah, aksi Marcelo tersebut memperpanjang sulitnya El Pichichi La Liga itu jadi pembeda dalam tiga laga El Clasico beruntun. Kali terakhir, Messi jadi pembeda di El Clasico ketika head to head lawan CR7, pada jornada 36 La Liga 2017-2018.

Baca Juga:  Tiga Poin Perdana Partenopei 

Musim terakhir Ronaldo membela Los Blancos. Kala itu Messi dan CR7 masing-masing mencetak satu gol. "Di mana Messi? Mana anak kecil itu? Dia hanya melihat ke tanah, dia tidak berani mendongakkan kepalanya," kritik jurnalis El Chiringuito Edu Aguire, yang lebih dikenal dekat dengan CR7.

Hugo Orlando Gatti, mantan kiper timnas Argentina, ikut-ikutan mengkritisi Messi. "Dia malam ini seperti pemain veteran saja. Dia turun bak pemain yang karirnya sudah habis," sindir   mantan portero River Plate dan Boca Juniors saat hadir sebagai bintang tamu di El Chiringuito, pasca El Clasico.

Yang lebih ironis, malam itu Messi tampil lebih efektif dibandingkan dari dua El Clasico sebelumnya. Tiga shots, dua on target, tapi nirgol. "Tak mudah untuk lepas dari tekanan pemain seperti itu (Marcelo)," sebut entrenador Barca Quique Setien, dilansir laman Sport. Namun, dia menolak jika kegagalan Barca mencetak gol semata hanya karena Messi.

Baca Juga:  Bermain Cerdas, Inter Singkirkan AC Milan untuk Lolos ke Final

"Kami juga pemain lain. Tapi benar jika dia memang sangat penting bagi kami," katanya. "Semestinya kami tak mempersoalkan dia yang tak mencetak gol. Pemain yang lain juga punya peluang," sambung Setien dalam debut El Clasico-nya itu. Selain dikalahkan Marcelo. Messi di laga ini juga dikalahkan Vinicius Junior. Vini, panggilannya, merampas rekor sebagai pembeda El Clasico yang termuda milik Messi. Gol di menit ke-71 dicetak Vini di usia 19 tahun 233 hari dan Messi mencetak gol pertamanya di El Clasico pada 2006-2007 saat berusia 19 tahun 259 hari.(ren/eca)

Laporan : JPG

MADRID (RIAUPOS.CO) — Marcelo tak perlu segelas bir menyambut Cristiano Ronaldo, seperti dia pernah berjanji jika kelak bersua sahabatnya itu lagi. Senin (2/3), CR7 “pulang”. Dia di tribun VIP Santiago Bernabeu, Madrid, menonton Marcelo berduel dengan Lionel Messi, sosok yang selalu jadi rival abadinya sampai sekarang.

Dan, ketika menit ke-74, bek berjuluk El Loco itu menghadiahi Ronaldo tekel briliannya kepada Messi. Dengan kecepatan sprint 30,9 kilometer per jam Marcelo membuyarkan peluang emas Messi menyamakan skor. Statistik menyebut, kecepatan La Pulga saat itu kalah cepat. Dia hanya mampu berlari 29,5 kilometer per jam.

Total, tiga kali Marcelo mampu mempecundangi Messi dengan tekel-tekelnya. Nah, aksi Marcelo tersebut memperpanjang sulitnya El Pichichi La Liga itu jadi pembeda dalam tiga laga El Clasico beruntun. Kali terakhir, Messi jadi pembeda di El Clasico ketika head to head lawan CR7, pada jornada 36 La Liga 2017-2018.

Baca Juga:  Bermain Cerdas, Inter Singkirkan AC Milan untuk Lolos ke Final

Musim terakhir Ronaldo membela Los Blancos. Kala itu Messi dan CR7 masing-masing mencetak satu gol. "Di mana Messi? Mana anak kecil itu? Dia hanya melihat ke tanah, dia tidak berani mendongakkan kepalanya," kritik jurnalis El Chiringuito Edu Aguire, yang lebih dikenal dekat dengan CR7.

Hugo Orlando Gatti, mantan kiper timnas Argentina, ikut-ikutan mengkritisi Messi. "Dia malam ini seperti pemain veteran saja. Dia turun bak pemain yang karirnya sudah habis," sindir   mantan portero River Plate dan Boca Juniors saat hadir sebagai bintang tamu di El Chiringuito, pasca El Clasico.

- Advertisement -

Yang lebih ironis, malam itu Messi tampil lebih efektif dibandingkan dari dua El Clasico sebelumnya. Tiga shots, dua on target, tapi nirgol. "Tak mudah untuk lepas dari tekanan pemain seperti itu (Marcelo)," sebut entrenador Barca Quique Setien, dilansir laman Sport. Namun, dia menolak jika kegagalan Barca mencetak gol semata hanya karena Messi.

Baca Juga:  Tiga Poin Perdana Partenopei 

"Kami juga pemain lain. Tapi benar jika dia memang sangat penting bagi kami," katanya. "Semestinya kami tak mempersoalkan dia yang tak mencetak gol. Pemain yang lain juga punya peluang," sambung Setien dalam debut El Clasico-nya itu. Selain dikalahkan Marcelo. Messi di laga ini juga dikalahkan Vinicius Junior. Vini, panggilannya, merampas rekor sebagai pembeda El Clasico yang termuda milik Messi. Gol di menit ke-71 dicetak Vini di usia 19 tahun 233 hari dan Messi mencetak gol pertamanya di El Clasico pada 2006-2007 saat berusia 19 tahun 259 hari.(ren/eca)

- Advertisement -

Laporan : JPG

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MADRID (RIAUPOS.CO) — Marcelo tak perlu segelas bir menyambut Cristiano Ronaldo, seperti dia pernah berjanji jika kelak bersua sahabatnya itu lagi. Senin (2/3), CR7 “pulang”. Dia di tribun VIP Santiago Bernabeu, Madrid, menonton Marcelo berduel dengan Lionel Messi, sosok yang selalu jadi rival abadinya sampai sekarang.

Dan, ketika menit ke-74, bek berjuluk El Loco itu menghadiahi Ronaldo tekel briliannya kepada Messi. Dengan kecepatan sprint 30,9 kilometer per jam Marcelo membuyarkan peluang emas Messi menyamakan skor. Statistik menyebut, kecepatan La Pulga saat itu kalah cepat. Dia hanya mampu berlari 29,5 kilometer per jam.

Total, tiga kali Marcelo mampu mempecundangi Messi dengan tekel-tekelnya. Nah, aksi Marcelo tersebut memperpanjang sulitnya El Pichichi La Liga itu jadi pembeda dalam tiga laga El Clasico beruntun. Kali terakhir, Messi jadi pembeda di El Clasico ketika head to head lawan CR7, pada jornada 36 La Liga 2017-2018.

Baca Juga:  Indonesia Permak Myanmar 4-1

Musim terakhir Ronaldo membela Los Blancos. Kala itu Messi dan CR7 masing-masing mencetak satu gol. "Di mana Messi? Mana anak kecil itu? Dia hanya melihat ke tanah, dia tidak berani mendongakkan kepalanya," kritik jurnalis El Chiringuito Edu Aguire, yang lebih dikenal dekat dengan CR7.

Hugo Orlando Gatti, mantan kiper timnas Argentina, ikut-ikutan mengkritisi Messi. "Dia malam ini seperti pemain veteran saja. Dia turun bak pemain yang karirnya sudah habis," sindir   mantan portero River Plate dan Boca Juniors saat hadir sebagai bintang tamu di El Chiringuito, pasca El Clasico.

Yang lebih ironis, malam itu Messi tampil lebih efektif dibandingkan dari dua El Clasico sebelumnya. Tiga shots, dua on target, tapi nirgol. "Tak mudah untuk lepas dari tekanan pemain seperti itu (Marcelo)," sebut entrenador Barca Quique Setien, dilansir laman Sport. Namun, dia menolak jika kegagalan Barca mencetak gol semata hanya karena Messi.

Baca Juga:  Shin Tae Yong Sebut Pemain Indonesia Kurang Nutrisi karena Makan Nasi Kotak

"Kami juga pemain lain. Tapi benar jika dia memang sangat penting bagi kami," katanya. "Semestinya kami tak mempersoalkan dia yang tak mencetak gol. Pemain yang lain juga punya peluang," sambung Setien dalam debut El Clasico-nya itu. Selain dikalahkan Marcelo. Messi di laga ini juga dikalahkan Vinicius Junior. Vini, panggilannya, merampas rekor sebagai pembeda El Clasico yang termuda milik Messi. Gol di menit ke-71 dicetak Vini di usia 19 tahun 233 hari dan Messi mencetak gol pertamanya di El Clasico pada 2006-2007 saat berusia 19 tahun 259 hari.(ren/eca)

Laporan : JPG

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari