Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Lupa Jadi Imam

(RP – Bram (20) sedang salat berjamaah dengan ibu dan adik-adiknya. Saat itu ia menjadi imam Salat Maghrib. Mereka selalu salat berjamaah di rumah, karena rumah mereka cukup jauh dari musala atau masjid.

Biasanya, ayah Bram yang menjadi imam. Tapi karena ayahnya sedang dinas ke luar kota, sebagai anak laki-laki tertua, ia menggantikan posisi ayahnya dan menjadi imam.

Tidak ada yang aneh. Bram yang pernah mengenyam pendidikan menengah di madrasah ini pun dengan nyaring dan merdu melafalkan ayat-ayat suci Alquran dalam salatnya.

Hingga rakaat terakhir, terjadi keanehan. Di sujud terakhir, Bram tak kunjung bangkit dari sujudnya, hal ini berlangsung beberapa menit dan membuat ibu gusar.

Baca Juga:  Kurang Ajar, Kepala Desa Tiduri Istri Teman

Dalam sujudnya, pikiran ibu mulai ke mana-mana. Setelah beberapa lama Bram tak menunjukkan tanda-tanda akat bangkit dari sujud, ibu pun mengambil inisiatif untuk menegur Bram. Ia mengguncang-guncang tubuh Bram dengan peraaaan cemas, kalau-kalau anak sulungnya meninggal saat salat.

Ternyata Bram tidak meninggal, saat ibunya menggoncang-goncang badannya, ia melihat ke arah ibu dan akhirnya tersadar,  jika saat itu ia adalah imam. Ia lupa, dan merasa menjadi makmum, serta menunggu takbir selanjutnya untuk bangkit dari sujud.

“Maaf Bu, Bram lupa kalau Bram jadi imam,” katanya sambil cengengesan.

“Alamaak Bram, ibu kira kamu meninggal husnul khatimah, Bram,” ujar ibu cemas bercampur lega karena anaknya tidak kenapa-kenapa.(a)

Baca Juga:  Petisi Tolak JHT Cair di Usia 56 Tahun Diteken Hampir 200 Ribu Orang

 

(RP – Bram (20) sedang salat berjamaah dengan ibu dan adik-adiknya. Saat itu ia menjadi imam Salat Maghrib. Mereka selalu salat berjamaah di rumah, karena rumah mereka cukup jauh dari musala atau masjid.

Biasanya, ayah Bram yang menjadi imam. Tapi karena ayahnya sedang dinas ke luar kota, sebagai anak laki-laki tertua, ia menggantikan posisi ayahnya dan menjadi imam.

Tidak ada yang aneh. Bram yang pernah mengenyam pendidikan menengah di madrasah ini pun dengan nyaring dan merdu melafalkan ayat-ayat suci Alquran dalam salatnya.

Hingga rakaat terakhir, terjadi keanehan. Di sujud terakhir, Bram tak kunjung bangkit dari sujudnya, hal ini berlangsung beberapa menit dan membuat ibu gusar.

Baca Juga:  SD Babussalam Raih Adiwiyata Provinsi Riau

Dalam sujudnya, pikiran ibu mulai ke mana-mana. Setelah beberapa lama Bram tak menunjukkan tanda-tanda akat bangkit dari sujud, ibu pun mengambil inisiatif untuk menegur Bram. Ia mengguncang-guncang tubuh Bram dengan peraaaan cemas, kalau-kalau anak sulungnya meninggal saat salat.

- Advertisement -

Ternyata Bram tidak meninggal, saat ibunya menggoncang-goncang badannya, ia melihat ke arah ibu dan akhirnya tersadar,  jika saat itu ia adalah imam. Ia lupa, dan merasa menjadi makmum, serta menunggu takbir selanjutnya untuk bangkit dari sujud.

“Maaf Bu, Bram lupa kalau Bram jadi imam,” katanya sambil cengengesan.

- Advertisement -

“Alamaak Bram, ibu kira kamu meninggal husnul khatimah, Bram,” ujar ibu cemas bercampur lega karena anaknya tidak kenapa-kenapa.(a)

Baca Juga:  Kurang Ajar, Kepala Desa Tiduri Istri Teman

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

(RP – Bram (20) sedang salat berjamaah dengan ibu dan adik-adiknya. Saat itu ia menjadi imam Salat Maghrib. Mereka selalu salat berjamaah di rumah, karena rumah mereka cukup jauh dari musala atau masjid.

Biasanya, ayah Bram yang menjadi imam. Tapi karena ayahnya sedang dinas ke luar kota, sebagai anak laki-laki tertua, ia menggantikan posisi ayahnya dan menjadi imam.

Tidak ada yang aneh. Bram yang pernah mengenyam pendidikan menengah di madrasah ini pun dengan nyaring dan merdu melafalkan ayat-ayat suci Alquran dalam salatnya.

Hingga rakaat terakhir, terjadi keanehan. Di sujud terakhir, Bram tak kunjung bangkit dari sujudnya, hal ini berlangsung beberapa menit dan membuat ibu gusar.

Baca Juga:  Dalam Dua Pekan, Uber PHK 6.700 Karyawan 

Dalam sujudnya, pikiran ibu mulai ke mana-mana. Setelah beberapa lama Bram tak menunjukkan tanda-tanda akat bangkit dari sujud, ibu pun mengambil inisiatif untuk menegur Bram. Ia mengguncang-guncang tubuh Bram dengan peraaaan cemas, kalau-kalau anak sulungnya meninggal saat salat.

Ternyata Bram tidak meninggal, saat ibunya menggoncang-goncang badannya, ia melihat ke arah ibu dan akhirnya tersadar,  jika saat itu ia adalah imam. Ia lupa, dan merasa menjadi makmum, serta menunggu takbir selanjutnya untuk bangkit dari sujud.

“Maaf Bu, Bram lupa kalau Bram jadi imam,” katanya sambil cengengesan.

“Alamaak Bram, ibu kira kamu meninggal husnul khatimah, Bram,” ujar ibu cemas bercampur lega karena anaknya tidak kenapa-kenapa.(a)

Baca Juga:  Risma Masih Wali Kota Surabaya Diangkat jadi Mensos, Jokowi Dikritik

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari