Rabu, 7 Oktober 2026
- Advertisement -

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Prof Dr Afrizal Nur SThI MIS secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tafsir Kontemporer pertama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Senin (5/10/2026).

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dalam Sidang Terbuka Senat UIN Suska Riau yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Pekanbaru.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul ‘‘Dari Ekoteologi Tafsir Menuju Polyvalence Tafsir: Satu Kekayaan Khazanah Tafsir Kontemporer’’, akademisi kelahiran Pekanbaru tahun 1980 ini menyoroti krisis lingkungan dan deforestasi hutan tropis di Indonesia.

Mengutip data ilmiah, Prof Afrizal mengungkapkan keprihatinannya atas hilangnya jutaan hektare hutan primer serta maraknya bencana alam akibat degradasi lingkungan.

Baca Juga:  Anak Ditanamkan Imtaq dan Salat Berjemaah

Ia kemudian menawarkan gagasan polyvalence tafsir, yakni pembacaan ekologis atas ayat-ayat Al-Qur’an agar teks suci dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan otoritas sakralnya.

“Al-Qur’an bukanlah teks yang terkunci pada satu makna tunggal yang beku, melainkan teks yang hidup (a living text),” tegas lulusan doktor Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Prof Afrizal mencontohkan ayat tentang khalifah dalam Surah Al-Baqarah ayat 30. Menurutnya, ayat tersebut di era modern harus dimaknai sebagai mandat kolektif untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah kepunahan spesies.

Dari pendekatan ekoteologi tersebut, ia merumuskan konsep kesalehan ekologis yang mengintegrasikan nalar analisis bahasa (bayani), data ilmiah dan hukum positif (burhani), serta kesadaran spiritual (irfani).

Baca Juga:  Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Melalui momentum pengukuhan ini, Prof Afrizal menegaskan bahwa relevansi Al-Qur’an akan terus teruji dari sejauh mana teks suci tersebut mampu berdialog dan memberikan solusi atas krisis nyata yang dihadapi umat manusia.(nto/c)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Prof Dr Afrizal Nur SThI MIS secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tafsir Kontemporer pertama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Senin (5/10/2026).

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dalam Sidang Terbuka Senat UIN Suska Riau yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Pekanbaru.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul ‘‘Dari Ekoteologi Tafsir Menuju Polyvalence Tafsir: Satu Kekayaan Khazanah Tafsir Kontemporer’’, akademisi kelahiran Pekanbaru tahun 1980 ini menyoroti krisis lingkungan dan deforestasi hutan tropis di Indonesia.

Mengutip data ilmiah, Prof Afrizal mengungkapkan keprihatinannya atas hilangnya jutaan hektare hutan primer serta maraknya bencana alam akibat degradasi lingkungan.

Baca Juga:  Disdik Bengkalis Catat 3.500 Anak Putus Sekolah Sepanjang 2024-2025

Ia kemudian menawarkan gagasan polyvalence tafsir, yakni pembacaan ekologis atas ayat-ayat Al-Qur’an agar teks suci dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan otoritas sakralnya.

- Advertisement -

“Al-Qur’an bukanlah teks yang terkunci pada satu makna tunggal yang beku, melainkan teks yang hidup (a living text),” tegas lulusan doktor Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Prof Afrizal mencontohkan ayat tentang khalifah dalam Surah Al-Baqarah ayat 30. Menurutnya, ayat tersebut di era modern harus dimaknai sebagai mandat kolektif untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah kepunahan spesies.

- Advertisement -

Dari pendekatan ekoteologi tersebut, ia merumuskan konsep kesalehan ekologis yang mengintegrasikan nalar analisis bahasa (bayani), data ilmiah dan hukum positif (burhani), serta kesadaran spiritual (irfani).

Baca Juga:  SDN 99 Sukses Bawa Enam Piala Pramuka

Melalui momentum pengukuhan ini, Prof Afrizal menegaskan bahwa relevansi Al-Qur’an akan terus teruji dari sejauh mana teks suci tersebut mampu berdialog dan memberikan solusi atas krisis nyata yang dihadapi umat manusia.(nto/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Prof Dr Afrizal Nur SThI MIS secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Tafsir Kontemporer pertama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Senin (5/10/2026).

Pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dalam Sidang Terbuka Senat UIN Suska Riau yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Pekanbaru.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul ‘‘Dari Ekoteologi Tafsir Menuju Polyvalence Tafsir: Satu Kekayaan Khazanah Tafsir Kontemporer’’, akademisi kelahiran Pekanbaru tahun 1980 ini menyoroti krisis lingkungan dan deforestasi hutan tropis di Indonesia.

Mengutip data ilmiah, Prof Afrizal mengungkapkan keprihatinannya atas hilangnya jutaan hektare hutan primer serta maraknya bencana alam akibat degradasi lingkungan.

Baca Juga:  Umri Rayakan Milad ke-17 dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim di Hari Arafah

Ia kemudian menawarkan gagasan polyvalence tafsir, yakni pembacaan ekologis atas ayat-ayat Al-Qur’an agar teks suci dapat menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan otoritas sakralnya.

“Al-Qur’an bukanlah teks yang terkunci pada satu makna tunggal yang beku, melainkan teks yang hidup (a living text),” tegas lulusan doktor Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Prof Afrizal mencontohkan ayat tentang khalifah dalam Surah Al-Baqarah ayat 30. Menurutnya, ayat tersebut di era modern harus dimaknai sebagai mandat kolektif untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah kepunahan spesies.

Dari pendekatan ekoteologi tersebut, ia merumuskan konsep kesalehan ekologis yang mengintegrasikan nalar analisis bahasa (bayani), data ilmiah dan hukum positif (burhani), serta kesadaran spiritual (irfani).

Baca Juga:  Enam Bulan Tanpa Honor, Guru Bantu Kampar Datangi DPRD dan Tagih Kepastian

Melalui momentum pengukuhan ini, Prof Afrizal menegaskan bahwa relevansi Al-Qur’an akan terus teruji dari sejauh mana teks suci tersebut mampu berdialog dan memberikan solusi atas krisis nyata yang dihadapi umat manusia.(nto/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari