Jumat, 6 Februari 2026
- Advertisement -

Gali Tambang Emas Ilegal, 9 Warga Solok Selatan Tewas Tertimbun

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga warga Solok Selatan, Sumatera Barat. Musababnya, sembilan warganya ditemukan tewas tertimbun di lubang tambang emas ilegal, di Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari.

“Hingga pagi ini ini semua korban ditemukan meninggal dunia, sudah dievakuasi semua dan sekarang disemayamkan di rumah korban,” kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto di Padang Aro, Ahad (19/4), dikutip dari Antara.

Ihwal adanya kejadian nahas itu, terjadi pada Sabtu, (18/4) sekitar pukul 17.50 WIB. Para korban kata Imam, tertimbun material tanah yang longsor yang digali secara manual karena diduga terdapat kandungan emas.

“Saat kejadian sedang hujan,” jelas Imam.

Baca Juga:  Sembilan Pasien di Riau Negatif Corona

Berdasarkan informasi yang diterima Antara, para korban yang tertimbun, semuanya warga Kecamatan Sangir Batang Hari. Mereka terdiri dari delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Adapun identitas korban itu adalah Menan (58), Dedi (30), Husin (50), Jaja (25), Buyuang (30), Abu (35),Yandi (40), Ipit (35) yang semuanya warga Jorong Rawang, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Seorang korban lagi yang bernama Iril (35) merupakan warga Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Terpisah, terkait kejadian ini, Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, kedalaman lubang tambang yang runtuh dan menimbun sembilan orang tersebut sekitar delapan meter.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Baca Juga:  Pemilik Toko Emas Kritis Dibacok Perampok

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga warga Solok Selatan, Sumatera Barat. Musababnya, sembilan warganya ditemukan tewas tertimbun di lubang tambang emas ilegal, di Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari.

“Hingga pagi ini ini semua korban ditemukan meninggal dunia, sudah dievakuasi semua dan sekarang disemayamkan di rumah korban,” kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto di Padang Aro, Ahad (19/4), dikutip dari Antara.

Ihwal adanya kejadian nahas itu, terjadi pada Sabtu, (18/4) sekitar pukul 17.50 WIB. Para korban kata Imam, tertimbun material tanah yang longsor yang digali secara manual karena diduga terdapat kandungan emas.

“Saat kejadian sedang hujan,” jelas Imam.

Baca Juga:  Nonton Seharian di Weekend, Kenapa Nggak?

Berdasarkan informasi yang diterima Antara, para korban yang tertimbun, semuanya warga Kecamatan Sangir Batang Hari. Mereka terdiri dari delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan.

- Advertisement -

Adapun identitas korban itu adalah Menan (58), Dedi (30), Husin (50), Jaja (25), Buyuang (30), Abu (35),Yandi (40), Ipit (35) yang semuanya warga Jorong Rawang, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Seorang korban lagi yang bernama Iril (35) merupakan warga Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin.

- Advertisement -

Terpisah, terkait kejadian ini, Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, kedalaman lubang tambang yang runtuh dan menimbun sembilan orang tersebut sekitar delapan meter.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Baca Juga:  Pemilik Toko Emas Kritis Dibacok Perampok
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Kabar duka menyelimuti warga warga Solok Selatan, Sumatera Barat. Musababnya, sembilan warganya ditemukan tewas tertimbun di lubang tambang emas ilegal, di Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari.

“Hingga pagi ini ini semua korban ditemukan meninggal dunia, sudah dievakuasi semua dan sekarang disemayamkan di rumah korban,” kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto di Padang Aro, Ahad (19/4), dikutip dari Antara.

Ihwal adanya kejadian nahas itu, terjadi pada Sabtu, (18/4) sekitar pukul 17.50 WIB. Para korban kata Imam, tertimbun material tanah yang longsor yang digali secara manual karena diduga terdapat kandungan emas.

“Saat kejadian sedang hujan,” jelas Imam.

Baca Juga:  Kualitas Jadi Prioritas Produk Organic Center

Berdasarkan informasi yang diterima Antara, para korban yang tertimbun, semuanya warga Kecamatan Sangir Batang Hari. Mereka terdiri dari delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan.

Adapun identitas korban itu adalah Menan (58), Dedi (30), Husin (50), Jaja (25), Buyuang (30), Abu (35),Yandi (40), Ipit (35) yang semuanya warga Jorong Rawang, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Seorang korban lagi yang bernama Iril (35) merupakan warga Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Terpisah, terkait kejadian ini, Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, kedalaman lubang tambang yang runtuh dan menimbun sembilan orang tersebut sekitar delapan meter.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Baca Juga:  Survei SMRC: 74 persen Responden Minta Jabatan Presiden Tetap 2 Periode

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari