Kamis, 8 Oktober 2026
- Advertisement -

Wisman Cina Anjlok, Singapura Andalkan Wisman Indonesia

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) —  Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah corona bakal berdampak pada sektor pariwisata. Larangan masuk bagi turis Cina akan mengurangi kunjungan wisatawan internasional ke Singapura. Sebab, Cina menyumbangkan sekitar 20 persen dari kunjungan total wisatawan asing ke Negeri Singa itu.

"Sektor pariwisata Singapura menghadapi tantangan terbesarnya setelah wabah SARS pada 2002," ujar Chief Executive Singapore Tourism Board (STB) Keith Tan Selasa (18/2). Namun, tidak seperti saat SARS dulu, kali ini Singapura lebih tangguh.

Sektor pariwisata Singapura, menurut Tan, juga lebih siap menghadapi wabah penyakit seperti korona kali ini. "Destinasi wisata kami atraktif, punya pipeline produk pariwisata yang kuat, dan memiliki portofolio yang beragam," katanya.

Baca Juga:  Rossi Dirikan Akademi Balap demi Masa Depan Italia

Merebaknya Covid-19 membuat STB merumuskan langkah-langkah efektif yang perlu ditempuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Apalagi, virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, Cina, itu masih berpotensi meluas.

“Dengan dukungan industri dan joint taskforce yang kami bentuk, kami akan terus meningkatkan kapabilitas untuk bangkit dari Covid-19 ini,” tuturnya.

Singapura optimistis mampu mempertahankan kinerja industri pariwisatanya. Apalagi, kunjungan wisatawan asing selain dari Cina masih tinggi. Khususnya dari Indonesia. Kini Indonesia merupakan penyumbang wisatawan terbesar kedua bagi Singapura. Tahun lalu kunjungannya mencapai 3,11 juta wisatawan.

"Singapura masih menjadi destinasi wisata yang menarik bagi Indonesia. Angka pertumbuhannya terus naik," ungkap Indriati Permanasari, manajer STB Indonesia.

Baca Juga:  463 Juta Anak Tidak Bisa Sekolah Daring

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) —  Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah corona bakal berdampak pada sektor pariwisata. Larangan masuk bagi turis Cina akan mengurangi kunjungan wisatawan internasional ke Singapura. Sebab, Cina menyumbangkan sekitar 20 persen dari kunjungan total wisatawan asing ke Negeri Singa itu.

"Sektor pariwisata Singapura menghadapi tantangan terbesarnya setelah wabah SARS pada 2002," ujar Chief Executive Singapore Tourism Board (STB) Keith Tan Selasa (18/2). Namun, tidak seperti saat SARS dulu, kali ini Singapura lebih tangguh.

Sektor pariwisata Singapura, menurut Tan, juga lebih siap menghadapi wabah penyakit seperti korona kali ini. "Destinasi wisata kami atraktif, punya pipeline produk pariwisata yang kuat, dan memiliki portofolio yang beragam," katanya.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Wako Dumai Libatkan RT

Merebaknya Covid-19 membuat STB merumuskan langkah-langkah efektif yang perlu ditempuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Apalagi, virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, Cina, itu masih berpotensi meluas.

“Dengan dukungan industri dan joint taskforce yang kami bentuk, kami akan terus meningkatkan kapabilitas untuk bangkit dari Covid-19 ini,” tuturnya.

- Advertisement -

Singapura optimistis mampu mempertahankan kinerja industri pariwisatanya. Apalagi, kunjungan wisatawan asing selain dari Cina masih tinggi. Khususnya dari Indonesia. Kini Indonesia merupakan penyumbang wisatawan terbesar kedua bagi Singapura. Tahun lalu kunjungannya mencapai 3,11 juta wisatawan.

"Singapura masih menjadi destinasi wisata yang menarik bagi Indonesia. Angka pertumbuhannya terus naik," ungkap Indriati Permanasari, manajer STB Indonesia.

- Advertisement -
Baca Juga:  Moratorium Izin Penyedia Jasa Pinjol

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) —  Kebijakan pemerintah Singapura terkait dengan wabah corona bakal berdampak pada sektor pariwisata. Larangan masuk bagi turis Cina akan mengurangi kunjungan wisatawan internasional ke Singapura. Sebab, Cina menyumbangkan sekitar 20 persen dari kunjungan total wisatawan asing ke Negeri Singa itu.

"Sektor pariwisata Singapura menghadapi tantangan terbesarnya setelah wabah SARS pada 2002," ujar Chief Executive Singapore Tourism Board (STB) Keith Tan Selasa (18/2). Namun, tidak seperti saat SARS dulu, kali ini Singapura lebih tangguh.

Sektor pariwisata Singapura, menurut Tan, juga lebih siap menghadapi wabah penyakit seperti korona kali ini. "Destinasi wisata kami atraktif, punya pipeline produk pariwisata yang kuat, dan memiliki portofolio yang beragam," katanya.

Baca Juga:  Meningkat, Empat PDP Dirawat di RSUD dr Pratomo

Merebaknya Covid-19 membuat STB merumuskan langkah-langkah efektif yang perlu ditempuh untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Apalagi, virus yang kali pertama terdeteksi di Wuhan, Cina, itu masih berpotensi meluas.

“Dengan dukungan industri dan joint taskforce yang kami bentuk, kami akan terus meningkatkan kapabilitas untuk bangkit dari Covid-19 ini,” tuturnya.

Singapura optimistis mampu mempertahankan kinerja industri pariwisatanya. Apalagi, kunjungan wisatawan asing selain dari Cina masih tinggi. Khususnya dari Indonesia. Kini Indonesia merupakan penyumbang wisatawan terbesar kedua bagi Singapura. Tahun lalu kunjungannya mencapai 3,11 juta wisatawan.

"Singapura masih menjadi destinasi wisata yang menarik bagi Indonesia. Angka pertumbuhannya terus naik," ungkap Indriati Permanasari, manajer STB Indonesia.

Baca Juga:  Menyambut Ramadan dalam Semangat Rasa Syukur

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari