PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menggelar rapat evaluasi kinerja Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman di kediaman dinasnya, Jalan Ahmad Yani, Selasa (27/10/2026).
Dari hasil evaluasi sistem layanan terpadu yang resmi beroperasi sejak 1 April 2026 tersebut, tercatat sekitar 200 ribu warga telah menggunakan aplikasi Pekanbaru Aman dan panggilan darurat 112 untuk menyampaikan berbagai laporan kedaruratan maupun fasilitas umum.
Wako Agung mengutarakan bahwa kehadiran TRC sebagai gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda berhasil memangkas kendala koordinasi di lapangan.
“Alhamdulillah, dari monitoring hasil evaluasi kita, rata-rata sekitar 80 persen laporan masyarakat sudah langsung ditindaklanjuti oleh dinas atau instansi terkait,” ujar Agung.
Berdasarkan rekapitulasi data periode April hingga Oktober 2026, laporan terbanyak didominasi oleh gangguan keamanan dan ketertiban umum sebesar 11,12 persen, disusul gangguan Penerangan Jalan Umum (PJU) 10,82 persen, gangguan listrik, penanganan ODGJ, hingga evakuasi hewan liar.
Guna mempercepat response time di area padat penduduk, Pemko Pekanbaru kini tengah menyiapkan armada sepeda motor operasional khusus bagi petugas pemadam kebakaran agar lebih lincah menjangkau lokasi bencana maupun penanganan non-kebakaran di gang sempit.(ali)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, menggelar rapat evaluasi kinerja Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman di kediaman dinasnya, Jalan Ahmad Yani, Selasa (27/10/2026).
Dari hasil evaluasi sistem layanan terpadu yang resmi beroperasi sejak 1 April 2026 tersebut, tercatat sekitar 200 ribu warga telah menggunakan aplikasi Pekanbaru Aman dan panggilan darurat 112 untuk menyampaikan berbagai laporan kedaruratan maupun fasilitas umum.
Wako Agung mengutarakan bahwa kehadiran TRC sebagai gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda berhasil memangkas kendala koordinasi di lapangan.
“Alhamdulillah, dari monitoring hasil evaluasi kita, rata-rata sekitar 80 persen laporan masyarakat sudah langsung ditindaklanjuti oleh dinas atau instansi terkait,” ujar Agung.
Berdasarkan rekapitulasi data periode April hingga Oktober 2026, laporan terbanyak didominasi oleh gangguan keamanan dan ketertiban umum sebesar 11,12 persen, disusul gangguan Penerangan Jalan Umum (PJU) 10,82 persen, gangguan listrik, penanganan ODGJ, hingga evakuasi hewan liar.
Guna mempercepat response time di area padat penduduk, Pemko Pekanbaru kini tengah menyiapkan armada sepeda motor operasional khusus bagi petugas pemadam kebakaran agar lebih lincah menjangkau lokasi bencana maupun penanganan non-kebakaran di gang sempit.(ali)