PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pekatnya kabut asap akibat lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera membuat jarak pandang (visibility) di Kota Pekanbaru makin memburuk.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Rabu (7/10/2026), jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau tersebut merosot tajam hingga tersisa 800 meter, jauh berkurang dari hari sebelumnya yang masih mencapai 1,5 kilometer.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan gedung tinggi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta tampak hilang terselimuti kabut asap putih tebal yang disertai aroma menyengat bekas pembakaran.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, mengungkapkan bahwa kondisi udara kabur akibat asap diprediksi berlangsung dari siang hingga dini hari akibat arah angin dari tenggara yang mengarah langsung ke wilayah Riau.
“Pagi ini jarak pandang di Pekanbaru hanya berkisar 800 meter saja. Kondisi ini akan berlangsung lama lantaran arah angin yang masih mengarah ke Riau,” jelas Alfa.
BMKG mengidentifikasi sebanyak 4.806 hotspot mengepung Pulau Sumatera, dengan konsentrasi terbanyak berada di Sumatera Selatan (3.689 titik) dan Jambi (438 titik). Sementara di Provinsi Riau sendiri terdeteksi 16 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Menanggapi memburuknya kualitas udara ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gangguan pernapasan dengan senantiasa mengenakan masker serta membatasi kegiatan di luar ruangan.(ayi)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pekatnya kabut asap akibat lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera membuat jarak pandang (visibility) di Kota Pekanbaru makin memburuk.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Rabu (7/10/2026), jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau tersebut merosot tajam hingga tersisa 800 meter, jauh berkurang dari hari sebelumnya yang masih mencapai 1,5 kilometer.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan gedung tinggi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta tampak hilang terselimuti kabut asap putih tebal yang disertai aroma menyengat bekas pembakaran.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, mengungkapkan bahwa kondisi udara kabur akibat asap diprediksi berlangsung dari siang hingga dini hari akibat arah angin dari tenggara yang mengarah langsung ke wilayah Riau.
“Pagi ini jarak pandang di Pekanbaru hanya berkisar 800 meter saja. Kondisi ini akan berlangsung lama lantaran arah angin yang masih mengarah ke Riau,” jelas Alfa.
BMKG mengidentifikasi sebanyak 4.806 hotspot mengepung Pulau Sumatera, dengan konsentrasi terbanyak berada di Sumatera Selatan (3.689 titik) dan Jambi (438 titik). Sementara di Provinsi Riau sendiri terdeteksi 16 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Menanggapi memburuknya kualitas udara ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gangguan pernapasan dengan senantiasa mengenakan masker serta membatasi kegiatan di luar ruangan.(ayi)