TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Masyarakat pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kini memiliki akses literasi yang lebih dekat melalui kehadiran Pustaka Apung “Parit Anak Inhil”. Fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau warga yang tinggal di kawasan perairan dan selama ini masih terbatas dalam memperoleh layanan perpustakaan.
Pustaka Apung tersebut merupakan bantuan dari Institut Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah Pekanbaru. Selain itu, operasionalnya juga mendapat dukungan dari Pelindo Tembilahan melalui penyaluran bantuan buku bacaan dan pelampung.
Bupati Inhil Herman mengatakan, kehadiran Pustaka Apung menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan layanan literasi lebih dekat kepada masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir maupun perairan.
“Kehadiran Pustaka Apung merupakan langkah nyata untuk memperluas akses bacaan bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan perairan,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurut Herman, kondisi geografis Kabupaten Inhil yang didominasi sungai dan kawasan perairan membuat kebutuhan terhadap layanan perpustakaan berbasis transportasi air masih sangat besar.
Karena itu, satu unit Pustaka Apung dinilai belum cukup untuk melayani seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah pesisir.
“Insya Allah, tahun depan pemerintah daerah akan berupaya menambah Pustaka Apung melalui dukungan APBD, karena peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari tersedianya fasilitas literasi yang memadai,” tegas Herman.
Pustaka Apung “Parit Anak Inhil” akan difokuskan melayani masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Concong. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai sumber pengetahuan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perairan.(*2)
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Masyarakat pesisir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kini memiliki akses literasi yang lebih dekat melalui kehadiran Pustaka Apung “Parit Anak Inhil”. Fasilitas ini diharapkan mampu menjangkau warga yang tinggal di kawasan perairan dan selama ini masih terbatas dalam memperoleh layanan perpustakaan.
Pustaka Apung tersebut merupakan bantuan dari Institut Kesehatan dan Teknologi Al-Insyirah Pekanbaru. Selain itu, operasionalnya juga mendapat dukungan dari Pelindo Tembilahan melalui penyaluran bantuan buku bacaan dan pelampung.
Bupati Inhil Herman mengatakan, kehadiran Pustaka Apung menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan layanan literasi lebih dekat kepada masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir maupun perairan.
“Kehadiran Pustaka Apung merupakan langkah nyata untuk memperluas akses bacaan bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir dan perairan,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurut Herman, kondisi geografis Kabupaten Inhil yang didominasi sungai dan kawasan perairan membuat kebutuhan terhadap layanan perpustakaan berbasis transportasi air masih sangat besar.
Karena itu, satu unit Pustaka Apung dinilai belum cukup untuk melayani seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah pesisir.
“Insya Allah, tahun depan pemerintah daerah akan berupaya menambah Pustaka Apung melalui dukungan APBD, karena peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari tersedianya fasilitas literasi yang memadai,” tegas Herman.
Pustaka Apung “Parit Anak Inhil” akan difokuskan melayani masyarakat pesisir, khususnya di Kecamatan Concong. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai sumber pengetahuan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perairan.(*2)