BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) — Perayaan Cap Go Meh berlangsung meriah di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Selasa (3/3/2026) malam hingga Rabu (4/3/2026) dini hari. Ribuan warga memadati pusat kota untuk menyaksikan pawai lampion dan atraksi barongsai.
Prosesi pembukaan dipusatkan di depan Klenteng Ing Hok King yang berada di Jalan Klenteng, dekat gedung Iap Plaza. Dari lokasi tersebut, arak-arakan pawai lampion dilepas dan melintasi sejumlah ruas jalan utama kota.
Sebanyak 24 regu turut ambil bagian dalam pawai. Masing-masing regu melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Beragam bentuk lampion ditampilkan, dengan ikon utama berupa kuda berwarna kuning keemasan berhias ornamen api, melambangkan semangat dan energi.
Rute pawai dimulai dari depan klenteng menuju Jalan Aman, Jalan Sumatera, Jalan Pahlawan, Jalan Merdeka, Perwira, Jalan Riau, Perniagaan, Perdagangan, Sentosa dan berakhir kembali di Jalan Klenteng.
Ribuan masyarakat tampak antusias berdiri di sepanjang jalan yang dilalui peserta. Suasana semakin semarak dengan penampilan barongsai, marching drum band, serta dentuman musik dari sound system besar yang dibawa masing-masing regu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Jasman bersama jajaran panitia, Bupati Rohil H Bistamam, anggota DPR RI Dr Hj Karmila Sari, unsur Forkopimda Rohil, kepala OPD di lingkungan Pemkab Rohil, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Ketua panitia Jasman menyampaikan bahwa pawai lampion merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi.
“Ini merupakan perayaan yang dilakukan dengan penuh sukacita sebagai warisan budaya yang terus kita lestarikan. Tahun ini Cap Go Meh dalam energi kuda api yang diartikan penuh semangat,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh dapat terlaksana dengan baik.
Anggota DPR RI Hj Karmila Sari menilai perayaan tersebut mencerminkan semangat menghargai dan menghormati keberagaman etnis. Ia juga mengapresiasi suasana yang tetap harmonis di tengah momentum Ramadan.
Sementara itu, Bupati Rohil H Bistamam menyebut perayaan tersebut menjadi kebanggaan daerah karena keberagaman budaya tetap terjaga dalam suasana penuh toleransi.
“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan,” katanya.
Selain peserta dari Bagansiapiapi, pawai juga diikuti perwakilan dari Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, serta organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB).

