Senin, 7 April 2025
spot_img

Pare untuk Cegah Penyebaran Kanker

BEBERAPA orang sebelumnya percaya manfaat pare bisa menjadi obat bagi pasien diabetes. Sekarang, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu melawan kanker.

Baru-baru ini, Peneliti Prof Ratna Ray dari Saint Louis University di Missouri dan rekan-rekannya mengungkapkan penemuan yang menarik terkait pare.

Dalam percobaan menggunakan model tikus, ekstrak pare efektif dalam mencegah tumor kanker atau sel kanker tumbuh dan menyebar.

Para peneliti melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.

Prof Ray penasaran apakah tanaman itu juga mengandung khasiat efektif untuk perawatan antikanker.

Dia dan rekan-rekannya memutuskan untuk menguji ini dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker termasuk payudara, prostat, dan sel kanker kepala serta leher.Tes laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pare menghentikan sel-sel dari replikasi. Sehingga pare dianggap efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Baca Juga:  Rp182 Triliun APBD Masih Disimpan di Bank, Jokowi: Segera Belanjakan

Bahkan, didapatkan dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.

Peneliti melihat bahwa ekstrak pare berinteraksi dengan molekul yang memungkinkan glukosa (gula sederhana) dan lemak, yang diketahui sebagai pemicu sel-sel kanker. Adanya interaksi tersebut, ekstrak pare menghentikan pertumbuhan tumor kanker.

"Semua studi model hewan yang telah kami lakukan memberi kami hasil yang sama, pengurangan risiko kanker sekitar 50 persen," kata Prof Ray seperti dilansir dari Medical News Today, Senin (20/1/2020).

Masih belum jelas apakah pare akan memiliki efek yang sama pada manusia. Sehingga, ke depannya, penelitian pada manusia harus dilakukan.

"Langkah kami selanjutnya adalah melakukan studi percontohan pada penderita kanker untuk melihat apakah pare memiliki manfaat klinis dan merupakan terapi tambahan yang menjanjikan untuk perawatan saat ini," tegasnya.

Baca Juga:  KPK Pastikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E Tetap Lanjut

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

BEBERAPA orang sebelumnya percaya manfaat pare bisa menjadi obat bagi pasien diabetes. Sekarang, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu melawan kanker.

Baru-baru ini, Peneliti Prof Ratna Ray dari Saint Louis University di Missouri dan rekan-rekannya mengungkapkan penemuan yang menarik terkait pare.

Dalam percobaan menggunakan model tikus, ekstrak pare efektif dalam mencegah tumor kanker atau sel kanker tumbuh dan menyebar.

Para peneliti melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.

Prof Ray penasaran apakah tanaman itu juga mengandung khasiat efektif untuk perawatan antikanker.

Dia dan rekan-rekannya memutuskan untuk menguji ini dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker termasuk payudara, prostat, dan sel kanker kepala serta leher.Tes laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pare menghentikan sel-sel dari replikasi. Sehingga pare dianggap efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Baca Juga:  Kecepatan Angin di Perairan Batam 30 Kilometer per Jam

Bahkan, didapatkan dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.

Peneliti melihat bahwa ekstrak pare berinteraksi dengan molekul yang memungkinkan glukosa (gula sederhana) dan lemak, yang diketahui sebagai pemicu sel-sel kanker. Adanya interaksi tersebut, ekstrak pare menghentikan pertumbuhan tumor kanker.

"Semua studi model hewan yang telah kami lakukan memberi kami hasil yang sama, pengurangan risiko kanker sekitar 50 persen," kata Prof Ray seperti dilansir dari Medical News Today, Senin (20/1/2020).

Masih belum jelas apakah pare akan memiliki efek yang sama pada manusia. Sehingga, ke depannya, penelitian pada manusia harus dilakukan.

"Langkah kami selanjutnya adalah melakukan studi percontohan pada penderita kanker untuk melihat apakah pare memiliki manfaat klinis dan merupakan terapi tambahan yang menjanjikan untuk perawatan saat ini," tegasnya.

Baca Juga:  Tomat, Cara Ampuh Atasi Mata Panda

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Pare untuk Cegah Penyebaran Kanker

BEBERAPA orang sebelumnya percaya manfaat pare bisa menjadi obat bagi pasien diabetes. Sekarang, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu melawan kanker.

Baru-baru ini, Peneliti Prof Ratna Ray dari Saint Louis University di Missouri dan rekan-rekannya mengungkapkan penemuan yang menarik terkait pare.

Dalam percobaan menggunakan model tikus, ekstrak pare efektif dalam mencegah tumor kanker atau sel kanker tumbuh dan menyebar.

Para peneliti melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.

Prof Ray penasaran apakah tanaman itu juga mengandung khasiat efektif untuk perawatan antikanker.

Dia dan rekan-rekannya memutuskan untuk menguji ini dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker termasuk payudara, prostat, dan sel kanker kepala serta leher.Tes laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pare menghentikan sel-sel dari replikasi. Sehingga pare dianggap efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Baca Juga:  Rp182 Triliun APBD Masih Disimpan di Bank, Jokowi: Segera Belanjakan

Bahkan, didapatkan dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.

Peneliti melihat bahwa ekstrak pare berinteraksi dengan molekul yang memungkinkan glukosa (gula sederhana) dan lemak, yang diketahui sebagai pemicu sel-sel kanker. Adanya interaksi tersebut, ekstrak pare menghentikan pertumbuhan tumor kanker.

"Semua studi model hewan yang telah kami lakukan memberi kami hasil yang sama, pengurangan risiko kanker sekitar 50 persen," kata Prof Ray seperti dilansir dari Medical News Today, Senin (20/1/2020).

Masih belum jelas apakah pare akan memiliki efek yang sama pada manusia. Sehingga, ke depannya, penelitian pada manusia harus dilakukan.

"Langkah kami selanjutnya adalah melakukan studi percontohan pada penderita kanker untuk melihat apakah pare memiliki manfaat klinis dan merupakan terapi tambahan yang menjanjikan untuk perawatan saat ini," tegasnya.

Baca Juga:  Disebut Menghalangi Penyidikan, Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

BEBERAPA orang sebelumnya percaya manfaat pare bisa menjadi obat bagi pasien diabetes. Sekarang, penelitian baru pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu melawan kanker.

Baru-baru ini, Peneliti Prof Ratna Ray dari Saint Louis University di Missouri dan rekan-rekannya mengungkapkan penemuan yang menarik terkait pare.

Dalam percobaan menggunakan model tikus, ekstrak pare efektif dalam mencegah tumor kanker atau sel kanker tumbuh dan menyebar.

Para peneliti melaporkan temuan mereka dalam makalah studi yang sekarang muncul di jurnal Cell Communication and Signaling.

Prof Ray penasaran apakah tanaman itu juga mengandung khasiat efektif untuk perawatan antikanker.

Dia dan rekan-rekannya memutuskan untuk menguji ini dalam studi pendahuluan dengan menggunakan ekstrak pare pada berbagai jenis sel kanker termasuk payudara, prostat, dan sel kanker kepala serta leher.Tes laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak pare menghentikan sel-sel dari replikasi. Sehingga pare dianggap efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Baca Juga:  Menyanggai Sitawar

Bahkan, didapatkan dalam percobaan lebih lanjut menggunakan model tikus, pare mampu mengurangi kejadian kanker lidah.

Peneliti melihat bahwa ekstrak pare berinteraksi dengan molekul yang memungkinkan glukosa (gula sederhana) dan lemak, yang diketahui sebagai pemicu sel-sel kanker. Adanya interaksi tersebut, ekstrak pare menghentikan pertumbuhan tumor kanker.

"Semua studi model hewan yang telah kami lakukan memberi kami hasil yang sama, pengurangan risiko kanker sekitar 50 persen," kata Prof Ray seperti dilansir dari Medical News Today, Senin (20/1/2020).

Masih belum jelas apakah pare akan memiliki efek yang sama pada manusia. Sehingga, ke depannya, penelitian pada manusia harus dilakukan.

"Langkah kami selanjutnya adalah melakukan studi percontohan pada penderita kanker untuk melihat apakah pare memiliki manfaat klinis dan merupakan terapi tambahan yang menjanjikan untuk perawatan saat ini," tegasnya.

Baca Juga:  Kecepatan Angin di Perairan Batam 30 Kilometer per Jam

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari