Kamis, 4 Juni 2026
- Advertisement -

Siswa Diingatkan Bahaya Gadget

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Para pelajar SMPN 1 Pinggir diingatkan tentang bahaya gadget yang bisa merusak mental dan masa depan pelajar. Karena mudahnya dalam mendapatkan handphone melalui akses internet yang murah, tentu perlu filter dalam penggunaanya.

“Ya, kondisi hari ini dengan kemajuan teknologi bisa menjadi ancaman serius, kalau para siswa tidak dikontrol oleh orang tua, sekolah dalam menggunakan handphone, khususnya dalam bermedia sosial,” ujar Kepala Desa (Kades) Muara Basung, Akhyar Mukmin saat menjadi narasumber pada kegiatan projek penguatan profil pelajar di SMPN I Pinggir, Sabtu (10/8).

Ia menyebutkan, untuk menangkal lajunya perkembangan teknologi, maka perlulah ditegakkan kearifan lokal dan sejarah perkembangan Desa Muara Basung pada masa lalu.

Baca Juga:  102 Nelayan Bantan Tak Melaut, Manajer SPBUN Dilaporkan ke Polisi

“Ya, zaman sekarang ini generasi muda bisa rusak, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri bisa rugi dan tidak maju dalam menjalankan kehidupan. Zaman media sosial, tanpa disadari waktu habis hanya menggunakan Hp. Hanya berapa persen kegunaan Hp untuk anak sekolah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, anak-anak perlu melihat, bagaimana orang tua bertungkus lumus mencari rezeki untuk biaya sekolah dan menjalankan perekonomian keluarga. Di Muara Basung sudah lengkap semuanya, mulai guru, Kasek, Kades, camat, dewan dan bupati.

“Kenapa mereka bisa, tentunya memiliki keteguhan hati untuk menjadi seseorang suatu saat nanti. Ditambah kepedulian yang tinggi untuk membangun daerahnya. Di sini kita merupakan desa yang heterogen, banyak suku-suku di luar Sakai dan Melayu ada ditempat kita ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Tim Yustisi Jaring Puluhan Warga Duri Tak Pakai Masker

Ditambahkannya, untuk mengingat sejarah dan kearifan lokal, Desa Muara Basung disebut desa bertuah dengan makna desa berkah, maju, baik, sejahtera. Dulu namanya Sempak Mabasung, desa ini milik orang Suku Sakai.

“Jauh sebelum ada orang Melayu, Minang, Jawa, Batak, dulu tidak ada wilayah. Wilayah ini diberikan kebatinan Tengganau, sekitar 1950-an. Pusatnya di Kuala Penaso. Penaso itu belum di daratan masih diatas sungai pemukiman masyarakat, rumahnya seperti rakit. Di sana ada Batin Beringin Sakai, dan Batin Penaso,” ucapnya.(ksm)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Para pelajar SMPN 1 Pinggir diingatkan tentang bahaya gadget yang bisa merusak mental dan masa depan pelajar. Karena mudahnya dalam mendapatkan handphone melalui akses internet yang murah, tentu perlu filter dalam penggunaanya.

“Ya, kondisi hari ini dengan kemajuan teknologi bisa menjadi ancaman serius, kalau para siswa tidak dikontrol oleh orang tua, sekolah dalam menggunakan handphone, khususnya dalam bermedia sosial,” ujar Kepala Desa (Kades) Muara Basung, Akhyar Mukmin saat menjadi narasumber pada kegiatan projek penguatan profil pelajar di SMPN I Pinggir, Sabtu (10/8).

Ia menyebutkan, untuk menangkal lajunya perkembangan teknologi, maka perlulah ditegakkan kearifan lokal dan sejarah perkembangan Desa Muara Basung pada masa lalu.

Baca Juga:  Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

“Ya, zaman sekarang ini generasi muda bisa rusak, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri bisa rugi dan tidak maju dalam menjalankan kehidupan. Zaman media sosial, tanpa disadari waktu habis hanya menggunakan Hp. Hanya berapa persen kegunaan Hp untuk anak sekolah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, anak-anak perlu melihat, bagaimana orang tua bertungkus lumus mencari rezeki untuk biaya sekolah dan menjalankan perekonomian keluarga. Di Muara Basung sudah lengkap semuanya, mulai guru, Kasek, Kades, camat, dewan dan bupati.

- Advertisement -

“Kenapa mereka bisa, tentunya memiliki keteguhan hati untuk menjadi seseorang suatu saat nanti. Ditambah kepedulian yang tinggi untuk membangun daerahnya. Di sini kita merupakan desa yang heterogen, banyak suku-suku di luar Sakai dan Melayu ada ditempat kita ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasutri Terciduk Curi Benda Bersejarah di Istana Peraduan Siak

Ditambahkannya, untuk mengingat sejarah dan kearifan lokal, Desa Muara Basung disebut desa bertuah dengan makna desa berkah, maju, baik, sejahtera. Dulu namanya Sempak Mabasung, desa ini milik orang Suku Sakai.

- Advertisement -

“Jauh sebelum ada orang Melayu, Minang, Jawa, Batak, dulu tidak ada wilayah. Wilayah ini diberikan kebatinan Tengganau, sekitar 1950-an. Pusatnya di Kuala Penaso. Penaso itu belum di daratan masih diatas sungai pemukiman masyarakat, rumahnya seperti rakit. Di sana ada Batin Beringin Sakai, dan Batin Penaso,” ucapnya.(ksm)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Para pelajar SMPN 1 Pinggir diingatkan tentang bahaya gadget yang bisa merusak mental dan masa depan pelajar. Karena mudahnya dalam mendapatkan handphone melalui akses internet yang murah, tentu perlu filter dalam penggunaanya.

“Ya, kondisi hari ini dengan kemajuan teknologi bisa menjadi ancaman serius, kalau para siswa tidak dikontrol oleh orang tua, sekolah dalam menggunakan handphone, khususnya dalam bermedia sosial,” ujar Kepala Desa (Kades) Muara Basung, Akhyar Mukmin saat menjadi narasumber pada kegiatan projek penguatan profil pelajar di SMPN I Pinggir, Sabtu (10/8).

Ia menyebutkan, untuk menangkal lajunya perkembangan teknologi, maka perlulah ditegakkan kearifan lokal dan sejarah perkembangan Desa Muara Basung pada masa lalu.

Baca Juga:  Kapolda Pimpin Langsung Pemusnahan 15,6 Kg Sabu di Bengkalis

“Ya, zaman sekarang ini generasi muda bisa rusak, kalau tidak pandai-pandai mengendalikan diri bisa rugi dan tidak maju dalam menjalankan kehidupan. Zaman media sosial, tanpa disadari waktu habis hanya menggunakan Hp. Hanya berapa persen kegunaan Hp untuk anak sekolah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, anak-anak perlu melihat, bagaimana orang tua bertungkus lumus mencari rezeki untuk biaya sekolah dan menjalankan perekonomian keluarga. Di Muara Basung sudah lengkap semuanya, mulai guru, Kasek, Kades, camat, dewan dan bupati.

“Kenapa mereka bisa, tentunya memiliki keteguhan hati untuk menjadi seseorang suatu saat nanti. Ditambah kepedulian yang tinggi untuk membangun daerahnya. Di sini kita merupakan desa yang heterogen, banyak suku-suku di luar Sakai dan Melayu ada ditempat kita ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Tekan Angka Covid-19, Satlantas Bengkalis Gelar Razia Prokes

Ditambahkannya, untuk mengingat sejarah dan kearifan lokal, Desa Muara Basung disebut desa bertuah dengan makna desa berkah, maju, baik, sejahtera. Dulu namanya Sempak Mabasung, desa ini milik orang Suku Sakai.

“Jauh sebelum ada orang Melayu, Minang, Jawa, Batak, dulu tidak ada wilayah. Wilayah ini diberikan kebatinan Tengganau, sekitar 1950-an. Pusatnya di Kuala Penaso. Penaso itu belum di daratan masih diatas sungai pemukiman masyarakat, rumahnya seperti rakit. Di sana ada Batin Beringin Sakai, dan Batin Penaso,” ucapnya.(ksm)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari