28.2 C
Pekanbaru
Rabu, 11 September 2024

13.409 Guru PAI Ikuti PPG dalam Jabatan Kemenag

BANDUNG (RIAUPOS.CO) – PELAKSANAAN Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh para guru. Termasuk guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah. Pasalnya dengan ikut dan lulus PPG, para guru sudah memegang kunci untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Pelaksanaan PPG bagi para guru PAI itu diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Pelaksanaan PPG PAI 2024 dibuka secara rentak dan dipimpin langsung oleh Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmad di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung pada Jumat (12/7) malam.

- Advertisement -

Kegiatan PPG dalam jabatan untuk guru-guru PAI itu melibatkan 48 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kemenag. Abu menyampaikan melalui PPG dalam jabatan itu Kemenag optimis para guru PAI semakin kompeten dan memiliki daya saing.

Baca Juga:  Film Imperfect Tumbangkan Cek Toko Sebelah

Abu bersyukur PPG PAI tahun ini bisa kembali digelar dengan diikuti peserta yang jumlahnya mencapai ribuan guru. Dia menilai PPG menjadi media yang sangat efektif untuk memacu para guru agama di Indonesia, agar memiliki kompetensi sekaligus daya inovasi tinggi.

Apalagi kegiatan PPG tahun ini digelar dengan rentang waktu empat bulan. Selain itu panitia nasional juga membuat sejumlah terobosan. Seperti menambah fitur baru pada learning management system (LMS) dengan komponen aplikasi plagiarism checker (turnitin).

Terobosan ini dilakukan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar memiliki kompetensi dan kualitas tinggi. ’’PPG ini merupakan instrumen yang sangat penting,’’ katanya.

Dia menegaskan mengikuti PPG bukan sekadar soal lembaran sertifikatnya. Namun lebih dari itu menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi.

Baca Juga:  Sujud Syukur Warnai Kepulangan Jemaah Haji

Lebih lanjut Abu mengatakan, tantangan yang dihadapi guru agama, termasuk PAI, saat ini tidak ringan. Sebab, dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, para siswa begitu mudah mendapatkan pengetahuan yang diajarkan sangat profesional. Namun bukan berasal dari sosok guru.

Pengetahuan itu antara lain didapat dari berbagai platform media sosial atau alat pencari yang begitu mudah diakses tanpa mengenal tempat, waktu, dan kondisi. Untuk itu anak-anak di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang, butuh pendampingan guru yang kompeten dan profesional.(gus)

Laporan JPG, Bandung

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

BERITA LAINNYA

Atlet Paralimpiade Disambut Hangat di Tanah Air

Dito juga mengapresiasi setiap atlet yang masih belum membawa pulang medali untuk kontingen Indonesia. Sebab menurutnya, kontingen Indonesia kali ini merupakan penyalur atlet terbanyak yang lolos kualifikasi paralimpiade.

Wakajati Riau Luncurkan Program RJ Multi Guna

Program ini digulirkan, jelas Rini,  karena pihaknya mendapati sebagian besar pelaku memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik. Oleh karena itu, program RJ Multi Guna ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sekdaprov Riau SF Hariyanto Minta ASN Berinovasi

Kita selaku pegawai harus berani berinovasi, sehingga apa yang menjadi cita-cita bisa terwujud. Kemudian tidak boleh berputus asa. Sekali lagi saya tegaskan aparatur pemerintah itu harus berinovasi, jangan biasa-biasa saja,” kata Sekdaprov Riau.

Hongkong Open 2024, Tiga Ganda Putra Indonesia ke 16 Besar

Sabar/Reza meraih kemenangan atas The Daddies -julukan Ahsan/Hendra- dengan skor 21-14 dan 21-15. Laga tersebut berlangsung di Hongkong Coliseum, Hongkong