Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Tiru Sikap Pluralisme Gus Dur

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sosok Presiden RI keempat Abdurahman Wahid alias Gus Dur masih begitu diingat oleh masyarakat. Di haul ke-10, rekam jejaknya sebagai sosok pluralisme yang membela kaum minoritas masih begitu kental membekas di benak rakyat luas.

Sekretaris Jenderal GP NasDem, M. Haerul Amri mengatakan, nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur selama hidupnya perlu terus dihidupkan. Terutama bagi kaum pemuda di tengah tantangan bangsa masa kini. Konsistensi antara ucapa dan tindakan Gus Dur adalah potret layak untuk ditiru.

"Konsistensi itu beliau (Gus Dur) wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas, perjuangan kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan kesetaraan. Kita sebagai pemuda harus menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah diperjuangkan oleh Gus Dur," ujar Haerul dalam dialog kepemudaan peringatan haul ke-10 Gus Dur di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/1).

Baca Juga:  Kejati Riau Kembali Geledah Kantor Disdikbud Rohil Terkait Dugaan Korupsi

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pemuda & Olahraga ini menyebut, pemuda harus mengambil peran untuk mengantisipasi gelombang informasi yang begitu deras. Sebab, informasi yang berkembang justru bisa saja melunturkan kebhinekaan.

"Ujaran kebencian dan hoax begitu deras mengalir setiap saat. Di sini lah pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengenang Gus Dur sebagai sosok intelektual. Tidak hanya dalam bidang keagamaan namun, ilmu-ilmu dunia juga dikuasainya. Dari situ munculah toleransi yang kuat antar umat beragama di Indonesia.

"Jadi sekarang kalau masih ada orang yang mau bakar-bakar tentang bacaan intelektual saya kira agak aneh," ucapnya.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran Diperkirakan Terjadi Akhir Pekan Ini

"Gusdur adalah orang yang secara historis dan keluarga nya adalah orang yang mapan tapi dia tidak pernah membedakan cara pandang kehidupannya dengan orang lain," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sosok Presiden RI keempat Abdurahman Wahid alias Gus Dur masih begitu diingat oleh masyarakat. Di haul ke-10, rekam jejaknya sebagai sosok pluralisme yang membela kaum minoritas masih begitu kental membekas di benak rakyat luas.

Sekretaris Jenderal GP NasDem, M. Haerul Amri mengatakan, nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur selama hidupnya perlu terus dihidupkan. Terutama bagi kaum pemuda di tengah tantangan bangsa masa kini. Konsistensi antara ucapa dan tindakan Gus Dur adalah potret layak untuk ditiru.

"Konsistensi itu beliau (Gus Dur) wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas, perjuangan kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan kesetaraan. Kita sebagai pemuda harus menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah diperjuangkan oleh Gus Dur," ujar Haerul dalam dialog kepemudaan peringatan haul ke-10 Gus Dur di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/1).

Baca Juga:  Tiga Pengedar dan Satu Pengguna Narkoba Ditangkap

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pemuda & Olahraga ini menyebut, pemuda harus mengambil peran untuk mengantisipasi gelombang informasi yang begitu deras. Sebab, informasi yang berkembang justru bisa saja melunturkan kebhinekaan.

"Ujaran kebencian dan hoax begitu deras mengalir setiap saat. Di sini lah pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur," jelasnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengenang Gus Dur sebagai sosok intelektual. Tidak hanya dalam bidang keagamaan namun, ilmu-ilmu dunia juga dikuasainya. Dari situ munculah toleransi yang kuat antar umat beragama di Indonesia.

"Jadi sekarang kalau masih ada orang yang mau bakar-bakar tentang bacaan intelektual saya kira agak aneh," ucapnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran Diperkirakan Terjadi Akhir Pekan Ini

"Gusdur adalah orang yang secara historis dan keluarga nya adalah orang yang mapan tapi dia tidak pernah membedakan cara pandang kehidupannya dengan orang lain," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sosok Presiden RI keempat Abdurahman Wahid alias Gus Dur masih begitu diingat oleh masyarakat. Di haul ke-10, rekam jejaknya sebagai sosok pluralisme yang membela kaum minoritas masih begitu kental membekas di benak rakyat luas.

Sekretaris Jenderal GP NasDem, M. Haerul Amri mengatakan, nilai-nilai yang diperjuangkan Gus Dur selama hidupnya perlu terus dihidupkan. Terutama bagi kaum pemuda di tengah tantangan bangsa masa kini. Konsistensi antara ucapa dan tindakan Gus Dur adalah potret layak untuk ditiru.

"Konsistensi itu beliau (Gus Dur) wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas, perjuangan kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan kesetaraan. Kita sebagai pemuda harus menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah diperjuangkan oleh Gus Dur," ujar Haerul dalam dialog kepemudaan peringatan haul ke-10 Gus Dur di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/1).

Baca Juga:  Fadli Zon Sebut Janji Jokowi Seperti Balon Kempis

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pemuda & Olahraga ini menyebut, pemuda harus mengambil peran untuk mengantisipasi gelombang informasi yang begitu deras. Sebab, informasi yang berkembang justru bisa saja melunturkan kebhinekaan.

"Ujaran kebencian dan hoax begitu deras mengalir setiap saat. Di sini lah pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengenang Gus Dur sebagai sosok intelektual. Tidak hanya dalam bidang keagamaan namun, ilmu-ilmu dunia juga dikuasainya. Dari situ munculah toleransi yang kuat antar umat beragama di Indonesia.

"Jadi sekarang kalau masih ada orang yang mau bakar-bakar tentang bacaan intelektual saya kira agak aneh," ucapnya.

Baca Juga:  Kejati Riau Kembali Geledah Kantor Disdikbud Rohil Terkait Dugaan Korupsi

"Gusdur adalah orang yang secara historis dan keluarga nya adalah orang yang mapan tapi dia tidak pernah membedakan cara pandang kehidupannya dengan orang lain," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari