Jumat, 6 Maret 2026
- Advertisement -

AS dan Singapura Buka Pangkalan AU di Guam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Singapura bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), sepakat membuka pangkalan detasemen pelatihan angkatan udara Republik Singapura (RSAF) di Guam. Ini menjadi detasemen keempat mereka di wilayah pangkalan militer AS.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Menteri Pertahanan (MINDEF) Singapura Ng Eng Hen dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper, Sabtu (7/12) lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, kerangka kerja untuk detasemen RSAF di Guam mencakup penyebaran pesawat tempur F-15SG dan F-16 dan aset pendukung lainnya ke Pangkalan Udara Anderson untuk pelatihan.

"Kesepakatan itu dicapai setelah studi yang dilakukan dengan AS pada sejumlah faktor, termasuk kesesuaian area pelatihan, infrastruktur dan jenis dukungan lainnya," ujar Ng Eng Hen di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman.

Baca Juga:  Menkumham Yasonna Percepat Penyerahan Draf RUU Omnibus Law ke DPR

"Area udara pelatihan yang luas di Guam akan memungkinkan RSAF untuk melakukan pelatihan yang realistis, untuk mengasah kemampuan dan kesiapan mereka," tambahnya.

Selama ini, Singapura sebagai negara kota kecil memang memiliki ruang udara yang terbatas untuk pelatihan angkatan udaranya. Itulah sebabnya, RSAF harus mencari ke luar negeri untuk memenuhi persyaratan pelatihannya.

Guam akan menjadi detasemen angkatan udara keempat di wilayah AS setelah detasemen pesawat tempur Peace Carvin II F-16 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, Detasemen tempur F-15SG Peace Carvin V di Pangkalan Angkatan Udara Home Mountain di Idaho dan Peace Vanguard AH- 64 detasemen helikopter Apache di Marana, juga di Arizona.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka Boyolali

Selain di Guam, RSAF juga memiliki detasemen pelatihan di Australia dan Prancis.

 

Sumber : Batampos.co.id

Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Singapura bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), sepakat membuka pangkalan detasemen pelatihan angkatan udara Republik Singapura (RSAF) di Guam. Ini menjadi detasemen keempat mereka di wilayah pangkalan militer AS.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Menteri Pertahanan (MINDEF) Singapura Ng Eng Hen dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper, Sabtu (7/12) lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, kerangka kerja untuk detasemen RSAF di Guam mencakup penyebaran pesawat tempur F-15SG dan F-16 dan aset pendukung lainnya ke Pangkalan Udara Anderson untuk pelatihan.

"Kesepakatan itu dicapai setelah studi yang dilakukan dengan AS pada sejumlah faktor, termasuk kesesuaian area pelatihan, infrastruktur dan jenis dukungan lainnya," ujar Ng Eng Hen di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka Boyolali

"Area udara pelatihan yang luas di Guam akan memungkinkan RSAF untuk melakukan pelatihan yang realistis, untuk mengasah kemampuan dan kesiapan mereka," tambahnya.

- Advertisement -

Selama ini, Singapura sebagai negara kota kecil memang memiliki ruang udara yang terbatas untuk pelatihan angkatan udaranya. Itulah sebabnya, RSAF harus mencari ke luar negeri untuk memenuhi persyaratan pelatihannya.

Guam akan menjadi detasemen angkatan udara keempat di wilayah AS setelah detasemen pesawat tempur Peace Carvin II F-16 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, Detasemen tempur F-15SG Peace Carvin V di Pangkalan Angkatan Udara Home Mountain di Idaho dan Peace Vanguard AH- 64 detasemen helikopter Apache di Marana, juga di Arizona.

- Advertisement -
Baca Juga:  BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat, Begini Keganasannya

Selain di Guam, RSAF juga memiliki detasemen pelatihan di Australia dan Prancis.

 

Sumber : Batampos.co.id

Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Singapura bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS), sepakat membuka pangkalan detasemen pelatihan angkatan udara Republik Singapura (RSAF) di Guam. Ini menjadi detasemen keempat mereka di wilayah pangkalan militer AS.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Menteri Pertahanan (MINDEF) Singapura Ng Eng Hen dan Menteri Pertahanan AS Mark Esper, Sabtu (7/12) lalu.

Dilansir dari Channel News Asia, kerangka kerja untuk detasemen RSAF di Guam mencakup penyebaran pesawat tempur F-15SG dan F-16 dan aset pendukung lainnya ke Pangkalan Udara Anderson untuk pelatihan.

"Kesepakatan itu dicapai setelah studi yang dilakukan dengan AS pada sejumlah faktor, termasuk kesesuaian area pelatihan, infrastruktur dan jenis dukungan lainnya," ujar Ng Eng Hen di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman.

Baca Juga:  Amandemen UUD Tidak Boleh Melebar

"Area udara pelatihan yang luas di Guam akan memungkinkan RSAF untuk melakukan pelatihan yang realistis, untuk mengasah kemampuan dan kesiapan mereka," tambahnya.

Selama ini, Singapura sebagai negara kota kecil memang memiliki ruang udara yang terbatas untuk pelatihan angkatan udaranya. Itulah sebabnya, RSAF harus mencari ke luar negeri untuk memenuhi persyaratan pelatihannya.

Guam akan menjadi detasemen angkatan udara keempat di wilayah AS setelah detasemen pesawat tempur Peace Carvin II F-16 di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona, Detasemen tempur F-15SG Peace Carvin V di Pangkalan Angkatan Udara Home Mountain di Idaho dan Peace Vanguard AH- 64 detasemen helikopter Apache di Marana, juga di Arizona.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Pabrik Mobil Esemka Boyolali

Selain di Guam, RSAF juga memiliki detasemen pelatihan di Australia dan Prancis.

 

Sumber : Batampos.co.id

Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari