Minggu, 26 Juli 2026
- Advertisement -

Dua Ekor Gajah Muncul di Pinggir Jalan

KOTA (RIAUPOS.CO) – Dua ekor kawanan gajah yang diketahui induk dan anak terlihat muncul di komplek perbatasan Chevron dan Polsek Mandau Kabupaten Bengkalis, Selasa (3/12), gajah tersebut diketahui bernama Seruni dan anaknya yang merupakan kawan gajah Dita yang ditemukan mati beberapa waktu yang lalu.

Kemunculan dua ekor gajah tersebut dibenarkan kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, Ia mengatakan dua ekor gajah itu saat ini hanya tinggal berdua di hutan Talang Chevron pasca kematian gajah Dita.

"Sekarang tinggal berdua, dulu bertiga dengan gajah Dita kadang berempat dengan gajah jantan dewa. Namun jantan dewasa itu kadang-kadang pergi sendiri," kata Suharyono.

Baca Juga:  Wako Pekanbaru dan Unri Sepakat, 10 Danau Kampus Jadi Embung Pengendali Banjir

Ia mengatakan, sejak kematian gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya terus berputar-putar di kawasan itu. Dimana kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan hutan Talang Chevron.

"Gajah tersebut sudah terpantau sudah 2 bulan disana. Mereka tidak bergerak di daerah itu dan tidak mengganggu," katanya.

Selain itu, dua gajah tersebut tidak merusak apapun. "Di kawasan itu kan lumayan jauh dari pemukiman. Selama kita lakukan pemantauan, gajah tersebut tidak mengganggu dan merusak," katanya.

Suharyono mengatakan, gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya ruang hidupnya memang di kawasan hutan Talang Chevron. Hutan tersebut bagian dari green belt yang disiapkan Chevron, yang merupakan kawasan satu hamparan dengan kawasan hutan talang yang merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Balai Raja.

Baca Juga:  5 Rumah Aspol Pekanbaru Dibangun Lagi Usai Kebakaran

"Dua ekor gajah itu sudah dua bulan terakhir ini selalu memunculkan diri, atau sejak gajah Dita mati. Petugas kita saat ini sudah berada di lokasi," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, gajah Dita 7 Oktober 2019 lalu ditemukan mati di kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Gajah tersebut ditemukan mati di dalam parit yang berisi air, dan kondisinya sudah membusuk.(*4)

Laporan: Muslim Nurdin
Editor: Deslina

 

 

 

 

 

KOTA (RIAUPOS.CO) – Dua ekor kawanan gajah yang diketahui induk dan anak terlihat muncul di komplek perbatasan Chevron dan Polsek Mandau Kabupaten Bengkalis, Selasa (3/12), gajah tersebut diketahui bernama Seruni dan anaknya yang merupakan kawan gajah Dita yang ditemukan mati beberapa waktu yang lalu.

Kemunculan dua ekor gajah tersebut dibenarkan kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, Ia mengatakan dua ekor gajah itu saat ini hanya tinggal berdua di hutan Talang Chevron pasca kematian gajah Dita.

"Sekarang tinggal berdua, dulu bertiga dengan gajah Dita kadang berempat dengan gajah jantan dewa. Namun jantan dewasa itu kadang-kadang pergi sendiri," kata Suharyono.

Baca Juga:  Intel Satpol PP Awasi Rusunawa

Ia mengatakan, sejak kematian gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya terus berputar-putar di kawasan itu. Dimana kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan hutan Talang Chevron.

"Gajah tersebut sudah terpantau sudah 2 bulan disana. Mereka tidak bergerak di daerah itu dan tidak mengganggu," katanya.

- Advertisement -

Selain itu, dua gajah tersebut tidak merusak apapun. "Di kawasan itu kan lumayan jauh dari pemukiman. Selama kita lakukan pemantauan, gajah tersebut tidak mengganggu dan merusak," katanya.

Suharyono mengatakan, gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya ruang hidupnya memang di kawasan hutan Talang Chevron. Hutan tersebut bagian dari green belt yang disiapkan Chevron, yang merupakan kawasan satu hamparan dengan kawasan hutan talang yang merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Balai Raja.

- Advertisement -
Baca Juga:  Kejati Sumbang Darah dan Gelar Khitanan Massal

"Dua ekor gajah itu sudah dua bulan terakhir ini selalu memunculkan diri, atau sejak gajah Dita mati. Petugas kita saat ini sudah berada di lokasi," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, gajah Dita 7 Oktober 2019 lalu ditemukan mati di kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Gajah tersebut ditemukan mati di dalam parit yang berisi air, dan kondisinya sudah membusuk.(*4)

Laporan: Muslim Nurdin
Editor: Deslina

 

 

 

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KOTA (RIAUPOS.CO) – Dua ekor kawanan gajah yang diketahui induk dan anak terlihat muncul di komplek perbatasan Chevron dan Polsek Mandau Kabupaten Bengkalis, Selasa (3/12), gajah tersebut diketahui bernama Seruni dan anaknya yang merupakan kawan gajah Dita yang ditemukan mati beberapa waktu yang lalu.

Kemunculan dua ekor gajah tersebut dibenarkan kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, Ia mengatakan dua ekor gajah itu saat ini hanya tinggal berdua di hutan Talang Chevron pasca kematian gajah Dita.

"Sekarang tinggal berdua, dulu bertiga dengan gajah Dita kadang berempat dengan gajah jantan dewa. Namun jantan dewasa itu kadang-kadang pergi sendiri," kata Suharyono.

Baca Juga:  Satu Pelaku Pembunuhan Mr X Ditangkap

Ia mengatakan, sejak kematian gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya terus berputar-putar di kawasan itu. Dimana kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan hutan Talang Chevron.

"Gajah tersebut sudah terpantau sudah 2 bulan disana. Mereka tidak bergerak di daerah itu dan tidak mengganggu," katanya.

Selain itu, dua gajah tersebut tidak merusak apapun. "Di kawasan itu kan lumayan jauh dari pemukiman. Selama kita lakukan pemantauan, gajah tersebut tidak mengganggu dan merusak," katanya.

Suharyono mengatakan, gajah Dita, gajah Seruni dan anaknya ruang hidupnya memang di kawasan hutan Talang Chevron. Hutan tersebut bagian dari green belt yang disiapkan Chevron, yang merupakan kawasan satu hamparan dengan kawasan hutan talang yang merupakan bagian dari Suaka Margasatwa Balai Raja.

Baca Juga:  Wako Pekanbaru dan Unri Sepakat, 10 Danau Kampus Jadi Embung Pengendali Banjir

"Dua ekor gajah itu sudah dua bulan terakhir ini selalu memunculkan diri, atau sejak gajah Dita mati. Petugas kita saat ini sudah berada di lokasi," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, gajah Dita 7 Oktober 2019 lalu ditemukan mati di kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Gajah tersebut ditemukan mati di dalam parit yang berisi air, dan kondisinya sudah membusuk.(*4)

Laporan: Muslim Nurdin
Editor: Deslina

 

 

 

 

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari