Jumat, 9 Oktober 2026
- Advertisement -

Hari Ini, Gajah Liar Digiring ke Habitatnya

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Jika tidak ada aral melintang, hari ini Rabu (12/6), tim terpadu akan menggiring empat gajah liar di Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ke habitatnya. Penggiringan gajah liar itu juga menggunakan dua ekor gajah jinak.

Bahkan sebelum melakukan penggiringan, tim terpadu sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Upika Peranap yang dipimpin Wakil Bupati Inhu H Khairizal SE MSi di Kantor Camat Peranap, Selasa (11/6). “Tim itu terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Yayasan Teso Nilo, WWF, RAPP,  Upika dan tokoh masyarakat setempat,” ujar Kepala Wilayah I Balai Besar KSDA Riau Andri Hansen Siregar.

Dijelaskannya, penggiringan kali kedua ini selain ada tim terpadu juga mengikutsertakan dua ekor gajah jinak. Karena penggiringan pertama hanya bersifat manual dan mengalami berbagai hambatan.

Baca Juga:  Tindak Tegas Sekolah yang Lakukan Pungli

Penggiringan kedua ini diharapkan dapat membawa gajah liar dari wilayah Kacamatan Peranap ke habitatnya di Lubuk Kembang Bungo Teso Nilo. Selain itu, melalui rapat bersama Upika sudah meminta warga sekitar untuk tidak mendekat dan tidak melakukan tindakan seperti membunyikan petasan serta lainnya.

Masih kata Andri, sesuai rencana gajah jinak akan tiba di Kecamatan Peranap pada Rabu (11/6) Subuh. Kemudian penggiringan baru dilakukan pada waktu Maghrib. “Tim sudah melakukan peninjauan lokasi penggiringan,” tambahnya.

Andri juga menyebutkan jarak tempuh penggiringan gajah liar ke habitatnya mencapai sekitar 10 kilometer. Namun jarak tersebut bisa mencapai dua kali lipat. Karena jarak tersebut diukur lurus dari Kecamatan Peranap ke kawasan Teso Nilo. “Strategi penggiringan sudah matang dan tinggal pelaksanaan,” terangnya.(kas)

Baca Juga:  Cegah Kecelakaan Maut, Hutama Karya Rutin Gelar Operasi Microsleep di Tol Permai

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Jika tidak ada aral melintang, hari ini Rabu (12/6), tim terpadu akan menggiring empat gajah liar di Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ke habitatnya. Penggiringan gajah liar itu juga menggunakan dua ekor gajah jinak.

Bahkan sebelum melakukan penggiringan, tim terpadu sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Upika Peranap yang dipimpin Wakil Bupati Inhu H Khairizal SE MSi di Kantor Camat Peranap, Selasa (11/6). “Tim itu terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Yayasan Teso Nilo, WWF, RAPP,  Upika dan tokoh masyarakat setempat,” ujar Kepala Wilayah I Balai Besar KSDA Riau Andri Hansen Siregar.

Dijelaskannya, penggiringan kali kedua ini selain ada tim terpadu juga mengikutsertakan dua ekor gajah jinak. Karena penggiringan pertama hanya bersifat manual dan mengalami berbagai hambatan.

Baca Juga:  Pemuda di Siak Diduga Cabuli Empat Bocah

Penggiringan kedua ini diharapkan dapat membawa gajah liar dari wilayah Kacamatan Peranap ke habitatnya di Lubuk Kembang Bungo Teso Nilo. Selain itu, melalui rapat bersama Upika sudah meminta warga sekitar untuk tidak mendekat dan tidak melakukan tindakan seperti membunyikan petasan serta lainnya.

Masih kata Andri, sesuai rencana gajah jinak akan tiba di Kecamatan Peranap pada Rabu (11/6) Subuh. Kemudian penggiringan baru dilakukan pada waktu Maghrib. “Tim sudah melakukan peninjauan lokasi penggiringan,” tambahnya.

Andri juga menyebutkan jarak tempuh penggiringan gajah liar ke habitatnya mencapai sekitar 10 kilometer. Namun jarak tersebut bisa mencapai dua kali lipat. Karena jarak tersebut diukur lurus dari Kecamatan Peranap ke kawasan Teso Nilo. “Strategi penggiringan sudah matang dan tinggal pelaksanaan,” terangnya.(kas)

Baca Juga:  Cegah Kecelakaan Maut, Hutama Karya Rutin Gelar Operasi Microsleep di Tol Permai
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) — Jika tidak ada aral melintang, hari ini Rabu (12/6), tim terpadu akan menggiring empat gajah liar di Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ke habitatnya. Penggiringan gajah liar itu juga menggunakan dua ekor gajah jinak.

Bahkan sebelum melakukan penggiringan, tim terpadu sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Upika Peranap yang dipimpin Wakil Bupati Inhu H Khairizal SE MSi di Kantor Camat Peranap, Selasa (11/6). “Tim itu terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Yayasan Teso Nilo, WWF, RAPP,  Upika dan tokoh masyarakat setempat,” ujar Kepala Wilayah I Balai Besar KSDA Riau Andri Hansen Siregar.

Dijelaskannya, penggiringan kali kedua ini selain ada tim terpadu juga mengikutsertakan dua ekor gajah jinak. Karena penggiringan pertama hanya bersifat manual dan mengalami berbagai hambatan.

Baca Juga:  DNA dan Skenario

Penggiringan kedua ini diharapkan dapat membawa gajah liar dari wilayah Kacamatan Peranap ke habitatnya di Lubuk Kembang Bungo Teso Nilo. Selain itu, melalui rapat bersama Upika sudah meminta warga sekitar untuk tidak mendekat dan tidak melakukan tindakan seperti membunyikan petasan serta lainnya.

Masih kata Andri, sesuai rencana gajah jinak akan tiba di Kecamatan Peranap pada Rabu (11/6) Subuh. Kemudian penggiringan baru dilakukan pada waktu Maghrib. “Tim sudah melakukan peninjauan lokasi penggiringan,” tambahnya.

Andri juga menyebutkan jarak tempuh penggiringan gajah liar ke habitatnya mencapai sekitar 10 kilometer. Namun jarak tersebut bisa mencapai dua kali lipat. Karena jarak tersebut diukur lurus dari Kecamatan Peranap ke kawasan Teso Nilo. “Strategi penggiringan sudah matang dan tinggal pelaksanaan,” terangnya.(kas)

Baca Juga:  Cari Solusi dari Hulu, Gubri Ajukan Kuota Tambahan Solar Bersubsidi

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari