Sabtu, 10 Oktober 2026
- Advertisement -

PTDI Ekspor Pesawat CN235-220 ke Nepal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Di tengah situasi global yang tak menentu, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil mengekspor pesawat terbang CN235-220 ke Nepal. Satu unit CN235-220 Military Transport pesanan Nepalese Army (AD Nepal) itu merupakan realisasi kontrak yang telah ditandatangani pada 16 Juni 2017.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan, kontrak pembelian pesawat CN235-200 tersebut mencapai USD 30 juta, bergantung material, spare part, dan lain-lain. Dia mengatakan, Nepalese Army memesan CN235-200 dengan spesifikasi khusus mengusung 6 misi.

“Sesuai pesanan, ada 6 fungsi yang diminta Nepalese Army. Baik untuk VIP, paratroops, troops, medical evacuation, transport, maupun satu lagi untuk kargo,” kata dia, Rabu (30/10). Hingga akhir tahun ini, nilai ekspor PT DI untuk sejumlah negara hampir USD 60 juta.

Baca Juga:  Amankan Masa Depan Anda dengan Asuransi

Produksi CN235-220 Military Transport untuk Nepalese Army sepenuhnya dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan menggunakan skema National Interest Account (NIA) atau Penugasan Khusus Ekspor (PKE). “Dukungan LPEI kepada PT DI merupakan salah satu bentuk strategi untuk menunjukkan bahwa produk pesawat buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Senior Executive Vice President LPEI Yadi J. Ruchandi.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly menjelaskan, kinerja ekspor industri nasional sangat penting bagi peningkatan nilai neraca perdagangan. Untuk itu, diperlukan upaya dalam meningkatkan nilai ekspor, baik dari sisi volume ekspor maupun pasar tujuan ekspor.

Proyek produksi satu unit pesawat terbang CN235-220 mampu menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri penunjang, terutama usaha kecil dan menengah. “Ke depan, pesawat jenis itu diharapkan dapat menjadi salah satu flag carrier Indonesia dalam penetrasi ekspor ke pasar-pasar di kawasan Asia Selatan,” tuturnya.

Baca Juga:  Sejumlah Calon Menteri Kabinet Pernah jadi Saksi Kasus Korupsi

Sumber: Jpnn.com
Editor : E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Di tengah situasi global yang tak menentu, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil mengekspor pesawat terbang CN235-220 ke Nepal. Satu unit CN235-220 Military Transport pesanan Nepalese Army (AD Nepal) itu merupakan realisasi kontrak yang telah ditandatangani pada 16 Juni 2017.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan, kontrak pembelian pesawat CN235-200 tersebut mencapai USD 30 juta, bergantung material, spare part, dan lain-lain. Dia mengatakan, Nepalese Army memesan CN235-200 dengan spesifikasi khusus mengusung 6 misi.

“Sesuai pesanan, ada 6 fungsi yang diminta Nepalese Army. Baik untuk VIP, paratroops, troops, medical evacuation, transport, maupun satu lagi untuk kargo,” kata dia, Rabu (30/10). Hingga akhir tahun ini, nilai ekspor PT DI untuk sejumlah negara hampir USD 60 juta.

Baca Juga:  Raja Salman Respon Penembakan di Pangkalan Militer AS

Produksi CN235-220 Military Transport untuk Nepalese Army sepenuhnya dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan menggunakan skema National Interest Account (NIA) atau Penugasan Khusus Ekspor (PKE). “Dukungan LPEI kepada PT DI merupakan salah satu bentuk strategi untuk menunjukkan bahwa produk pesawat buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Senior Executive Vice President LPEI Yadi J. Ruchandi.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly menjelaskan, kinerja ekspor industri nasional sangat penting bagi peningkatan nilai neraca perdagangan. Untuk itu, diperlukan upaya dalam meningkatkan nilai ekspor, baik dari sisi volume ekspor maupun pasar tujuan ekspor.

- Advertisement -

Proyek produksi satu unit pesawat terbang CN235-220 mampu menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri penunjang, terutama usaha kecil dan menengah. “Ke depan, pesawat jenis itu diharapkan dapat menjadi salah satu flag carrier Indonesia dalam penetrasi ekspor ke pasar-pasar di kawasan Asia Selatan,” tuturnya.

Baca Juga:  Tergeletak di Taman Bukit Gelanggang, Tunawisma Dibawa Tim Medis dengan APD

Sumber: Jpnn.com
Editor : E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Di tengah situasi global yang tak menentu, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berhasil mengekspor pesawat terbang CN235-220 ke Nepal. Satu unit CN235-220 Military Transport pesanan Nepalese Army (AD Nepal) itu merupakan realisasi kontrak yang telah ditandatangani pada 16 Juni 2017.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan, kontrak pembelian pesawat CN235-200 tersebut mencapai USD 30 juta, bergantung material, spare part, dan lain-lain. Dia mengatakan, Nepalese Army memesan CN235-200 dengan spesifikasi khusus mengusung 6 misi.

“Sesuai pesanan, ada 6 fungsi yang diminta Nepalese Army. Baik untuk VIP, paratroops, troops, medical evacuation, transport, maupun satu lagi untuk kargo,” kata dia, Rabu (30/10). Hingga akhir tahun ini, nilai ekspor PT DI untuk sejumlah negara hampir USD 60 juta.

Baca Juga:  Dianggap Menghina, Polisi Periksa Pemberi Bungkusan Nasi Anjing

Produksi CN235-220 Military Transport untuk Nepalese Army sepenuhnya dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan menggunakan skema National Interest Account (NIA) atau Penugasan Khusus Ekspor (PKE). “Dukungan LPEI kepada PT DI merupakan salah satu bentuk strategi untuk menunjukkan bahwa produk pesawat buatan Indonesia mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Senior Executive Vice President LPEI Yadi J. Ruchandi.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly menjelaskan, kinerja ekspor industri nasional sangat penting bagi peningkatan nilai neraca perdagangan. Untuk itu, diperlukan upaya dalam meningkatkan nilai ekspor, baik dari sisi volume ekspor maupun pasar tujuan ekspor.

Proyek produksi satu unit pesawat terbang CN235-220 mampu menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri penunjang, terutama usaha kecil dan menengah. “Ke depan, pesawat jenis itu diharapkan dapat menjadi salah satu flag carrier Indonesia dalam penetrasi ekspor ke pasar-pasar di kawasan Asia Selatan,” tuturnya.

Baca Juga:  Raja Salman Respon Penembakan di Pangkalan Militer AS

Sumber: Jpnn.com
Editor : E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari