Senin, 12 Oktober 2026
- Advertisement -

Akhir 2020, Internet Jangkau Seluruh Indonesia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Proyek "tol langit" melalui Palapa Ring berhasil dituntaskan setelah selesainya pembangunan di wilayah timur Indonesia. Kemarin (14/10), Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian proyek yang digarap sejak 2015 tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. Keberadaannya diharapkan akan merangsang perusahaan telekomunikasi membuka layanan ke daerah-daerah tertinggal. Sebab, mereka tak perlu membangun infrastruktur dasar jaringan dari nol yang memerlukan investasi besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan, keperluan jaringan internet sudah tidak bisa ditawar. Sebab, dunia sudah berubah dari era analog ke era digital. Namun sayangnya, belum semua daerah memiliki aksesnya. Untuk itu, Palapa Ring dibangun untuk pemerataan akses internet.

Baca Juga:  30 Lagu Diaransemen Ulang, Rhoma Irama Gugat Rp1 M

"Pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar daerah dalam hal konektivitas digital," ujarnya.

Dengan adanya akses internet yang memadai, kepala negara berharap dapat memajukan pelayanan kesehatan dan pemerintahan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan menyusul terbukanya ekonomi digital. "Untuk memperkuat perdagangan, kita menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan pasar global," tuturnya. Selain itu, telekomunikasi juga diharapkan dapat menyambungkan masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya.

Meski demikian, ada juga tantangan yang perlu diantisipasi. Yakni potensi penyalahgunaan yang semakin luas. Mulai dari hoaks, ujaran kebencian, hingga kejahatan cyber.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, Jokowi melaksanakan video call dengan perwakilan di berbagai daerah.

Baca Juga:  Berobat ke RS di Era Pandemi, Teknologi Kesehatan Jadi Prioritas

Mulai dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara, dan Sabang. Dalam kesempatan itu, Presiden menanyakan kualitas sinyal internet di masing-masing daerah.

Hasilnya, keluhan disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yoseph Nae Soi. Menurut Yoseph, sebagian wilayah NTT khususnya di bagian selatan kualitasnya belum stabil.

"Jadi NTT itu singkatan dari nyalanya tidak tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah Pak," ujarnya disambut tawa.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengakui jika Palapa Ring hanyalah infrastruktur dasar. (far/jrr)

Laporan: JPG

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Proyek "tol langit" melalui Palapa Ring berhasil dituntaskan setelah selesainya pembangunan di wilayah timur Indonesia. Kemarin (14/10), Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian proyek yang digarap sejak 2015 tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. Keberadaannya diharapkan akan merangsang perusahaan telekomunikasi membuka layanan ke daerah-daerah tertinggal. Sebab, mereka tak perlu membangun infrastruktur dasar jaringan dari nol yang memerlukan investasi besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan, keperluan jaringan internet sudah tidak bisa ditawar. Sebab, dunia sudah berubah dari era analog ke era digital. Namun sayangnya, belum semua daerah memiliki aksesnya. Untuk itu, Palapa Ring dibangun untuk pemerataan akses internet.

Baca Juga:  Brimob dan Sabhara Dilarang Pakai Peluru Tajam

"Pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar daerah dalam hal konektivitas digital," ujarnya.

Dengan adanya akses internet yang memadai, kepala negara berharap dapat memajukan pelayanan kesehatan dan pemerintahan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan menyusul terbukanya ekonomi digital. "Untuk memperkuat perdagangan, kita menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan pasar global," tuturnya. Selain itu, telekomunikasi juga diharapkan dapat menyambungkan masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya.

- Advertisement -

Meski demikian, ada juga tantangan yang perlu diantisipasi. Yakni potensi penyalahgunaan yang semakin luas. Mulai dari hoaks, ujaran kebencian, hingga kejahatan cyber.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, Jokowi melaksanakan video call dengan perwakilan di berbagai daerah.

- Advertisement -
Baca Juga:  Berobat ke RS di Era Pandemi, Teknologi Kesehatan Jadi Prioritas

Mulai dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara, dan Sabang. Dalam kesempatan itu, Presiden menanyakan kualitas sinyal internet di masing-masing daerah.

Hasilnya, keluhan disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yoseph Nae Soi. Menurut Yoseph, sebagian wilayah NTT khususnya di bagian selatan kualitasnya belum stabil.

"Jadi NTT itu singkatan dari nyalanya tidak tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah Pak," ujarnya disambut tawa.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengakui jika Palapa Ring hanyalah infrastruktur dasar. (far/jrr)

Laporan: JPG

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Proyek "tol langit" melalui Palapa Ring berhasil dituntaskan setelah selesainya pembangunan di wilayah timur Indonesia. Kemarin (14/10), Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian proyek yang digarap sejak 2015 tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. Keberadaannya diharapkan akan merangsang perusahaan telekomunikasi membuka layanan ke daerah-daerah tertinggal. Sebab, mereka tak perlu membangun infrastruktur dasar jaringan dari nol yang memerlukan investasi besar.

Presiden Joko Widodo mengatakan, keperluan jaringan internet sudah tidak bisa ditawar. Sebab, dunia sudah berubah dari era analog ke era digital. Namun sayangnya, belum semua daerah memiliki aksesnya. Untuk itu, Palapa Ring dibangun untuk pemerataan akses internet.

Baca Juga:  Pemangkasan Eselon III dan IV, 430 Ribu PNS Akan Kehilangan Jabatan

"Pemerintah menyadari adanya ketimpangan yang tajam antar daerah dalam hal konektivitas digital," ujarnya.

Dengan adanya akses internet yang memadai, kepala negara berharap dapat memajukan pelayanan kesehatan dan pemerintahan, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan menyusul terbukanya ekonomi digital. "Untuk memperkuat perdagangan, kita menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan pasar nasional, bahkan pasar global," tuturnya. Selain itu, telekomunikasi juga diharapkan dapat menyambungkan masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya.

Meski demikian, ada juga tantangan yang perlu diantisipasi. Yakni potensi penyalahgunaan yang semakin luas. Mulai dari hoaks, ujaran kebencian, hingga kejahatan cyber.

Sementara itu, dalam peresmian kemarin, Jokowi melaksanakan video call dengan perwakilan di berbagai daerah.

Baca Juga:  Jajal Sirkuit Mandalika, Jokowi Sempat Dikira Mengendarai Esemka

Mulai dari Merauke, Sorong, Rote, Penajam Paser Utara, dan Sabang. Dalam kesempatan itu, Presiden menanyakan kualitas sinyal internet di masing-masing daerah.

Hasilnya, keluhan disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Yoseph Nae Soi. Menurut Yoseph, sebagian wilayah NTT khususnya di bagian selatan kualitasnya belum stabil.

"Jadi NTT itu singkatan dari nyalanya tidak tentu. Ada yang kuat, ada yang lemah Pak," ujarnya disambut tawa.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengakui jika Palapa Ring hanyalah infrastruktur dasar. (far/jrr)

Laporan: JPG

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari