RIAUPOS.CO – Jalur Padang–Bukittinggi melalui Lembah Anai mulai diuji coba untuk kendaraan roda dua selama tiga hari, terhitung Senin (8/12) hingga Rabu (10/12). Uji coba dibuka dua sesi, yakni pukul 06.00–08.00 WIB dan 16.30–18.30 WIB. Meski begitu, akses dapat ditutup kembali bila cuaca tidak mendukung.
Pembukaan terbatas ini dilakukan setelah asesmen keselamatan oleh pemerintah daerah bersama BPJN Sumatera Barat pada Ahad (7/12). Sebelumnya, Bupati Tanahdatar Eka Putra, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis, Dandim 0307, Kapolres Padangpanjang, dan PPK 1 BPJN Sumbar Noor Arias Syamsu meninjau pengerjaan jalan dan normalisasi sungai di area Mega Mendung.
PPK 1 BPJN Sumbar, Noor Arias Syamsu, menjelaskan bahwa uji coba ini masih bersifat terbatas karena proses perbaikan di beberapa titik belum sepenuhnya rampung. Perbaikan meliputi penguatan badan jalan, penanganan material longsor, serta normalisasi aliran sungai.
Kapolres Padangpanjang menegaskan dukungan pihaknya terhadap upaya percepatan perbaikan, sembari mengimbau masyarakat memprioritaskan keselamatan dengan mengikuti arahan petugas di lapangan. Bupati Tanahdatar Eka Putra juga berharap dukungan warga agar perbaikan dapat segera dituntaskan.
Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menambahkan bahwa jalur yang diuji coba adalah jalur darurat khusus roda dua dan berbeda dari jalur darurat untuk pejalan kaki di bagian atas. Hasil evaluasi tiga hari uji coba akan menentukan langkah perbaikan berikutnya.
BPJN Sumbar sendiri masih melakukan penanganan darurat di sejumlah titik khususnya ruas Padangpanjang–Sicincin setelah banjir dan longsor memutus akses utama pekan lalu.
Akses Putus Lagi, Banjir dan Longsor Susulan Terjadi
Hujan lebat sejak Sabtu (6/12) hingga Ahad (7/12) kembali memicu kekhawatiran warga Kabupaten Agam. Debit sungai meningkat, banjir merendam permukiman, dan longsor susulan muncul di beberapa lokasi.
Di Maninjau, air naik hingga badan jalan dan rumah warga. Kondisi serupa tampak di aliran Batang Tamayo, Sungaibatang. Longsor baru juga dilaporkan terjadi di Kukuban.
Sehari sebelumnya, hujan deras sempat memutus akses Lubukbasung–Maninjau–Bukittinggi. Banjir dan longsor melanda Kotomalintang, Kotokaciak, Bayua hingga Pasar Maninjau. Di Kelok 44, material longsor kembali muncul di Kelok 8–10. Kondisi serupa ditemukan di Sungai Landia dan ruas Panta–Batas Kota di Kampuang Pisang.
Sejumlah jembatan darurat yang dibangun warga ikut terdampak luapan air. Meski Minggu pagi akses Lubukbasung–Matur kembali terbuka setelah pembersihan material, kondisi jalan masih licin dan berbahaya.
Bencana Meluas, Presiden Prabowo Tinjau Aceh
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung dampak banjir dan longsor di Bireuen, Aceh, pada Ahad (7/12). Ia memerintahkan agar jembatan putus segera diperbaiki dan akses listrik dipulihkan.
Jembatan Teupin Mane—jalur utama menuju Aceh Tengah—terputus akibat banjir. Prabowo memastikan jembatan darurat dapat digunakan dalam satu minggu. Ia menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat sebagai satgas percepatan pembangunan.
Saat mengunjungi pengungsi di Gampong Pante Baro, Prabowo mendengarkan keluhan warga yang kehilangan rumah tersapu banjir. Pemerintah berjanji memperbaiki lahan pertanian, memberikan relaksasi kredit KUR, hingga mengirim bantuan pangan dari daerah lain.
Korban Jiwa Tembus 921 Orang
BNPB melaporkan korban meninggal akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 921 orang per Ahad (7/12), sementara 392 orang masih hilang. Pengungsi kini mencapai 975 ribu jiwa dan diperkirakan terus bertambah.
Kerusakan meluas ke permukiman, infrastruktur, hingga lahan pertanian. Presiden Prabowo menegaskan pemulihan darurat menjadi prioritas utama pemerintah.(yus/san/(lyn/oni/jpg)


