Senin, 30 Maret 2026
- Advertisement -

Bangunan Bersejarah Museum Siak Akan Direhab Total, Tutup Sementara untuk Umum

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) Bangunan Cagar Budaya Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri di Kabupaten Siak akan ditutup sementara untuk umum. Penutupan dilakukan karena bangunan bersejarah itu akan menjalani perbaikan akibat sejumlah bagian yang mengalami kerusakan.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak, Irham Temas, mengatakan rencana rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan tersebut saat ini tengah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim dari Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan juga telah meninjau langsung kondisi bangunan dan meminta agar segera dilakukan pengajuan rehabilitasi.

“Pengajuan sudah kami lakukan pada Senin (20/10) lalu,” ujar Irham, Ahad (2/11).

Baca Juga:  68 Tahun Riau, Gubri Fokus pada Kesejahteraan dan Pemerataan Pembangunan

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1886 pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, kini hanya bisa digunakan di lantai satu. Kondisi sejumlah bagian bangunan sudah lapuk, rusak, dan patah akibat faktor usia.

“Awalnya bocor, kayu yang kering menjadi lembab dan akhirnya lapuk. Bahkan, ada beberapa kayu baru yang ikut rusak,” jelas Irham.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada dinding, tetapi juga pada struktur utama bangunan. Balok kayu di lantai dua, baik di dalam maupun luar bangunan, sudah dimakan rayap. “Tangga kayu sudah lapuk dan tidak bisa dilalui. Nanti akan kami rehab seperti semula, baik jumlah anak tangga, lebar, maupun posisinya,” tambahnya.

Baca Juga:  DPRD Siak Berharap BUMD di Kabupaten Siak Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal

Proyek ini akan masuk dalam program Bantuan Pemerintah Rehabilitasi Gedung dan Sarana Prasarana 2025 dengan estimasi biaya hampir Rp5 miliar. Irham berharap proses rehabilitasi bisa dimulai pada tahun 2026.

“Selama proses rehabilitasi berlangsung, museum akan kami tutup total untuk umum karena perbaikan dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.(mng)

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) Bangunan Cagar Budaya Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri di Kabupaten Siak akan ditutup sementara untuk umum. Penutupan dilakukan karena bangunan bersejarah itu akan menjalani perbaikan akibat sejumlah bagian yang mengalami kerusakan.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak, Irham Temas, mengatakan rencana rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan tersebut saat ini tengah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim dari Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan juga telah meninjau langsung kondisi bangunan dan meminta agar segera dilakukan pengajuan rehabilitasi.

“Pengajuan sudah kami lakukan pada Senin (20/10) lalu,” ujar Irham, Ahad (2/11).

Baca Juga:  Asa Industri Pelabuhan di Siak dan Bengkalis

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1886 pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, kini hanya bisa digunakan di lantai satu. Kondisi sejumlah bagian bangunan sudah lapuk, rusak, dan patah akibat faktor usia.

“Awalnya bocor, kayu yang kering menjadi lembab dan akhirnya lapuk. Bahkan, ada beberapa kayu baru yang ikut rusak,” jelas Irham.

- Advertisement -

Kerusakan tidak hanya terjadi pada dinding, tetapi juga pada struktur utama bangunan. Balok kayu di lantai dua, baik di dalam maupun luar bangunan, sudah dimakan rayap. “Tangga kayu sudah lapuk dan tidak bisa dilalui. Nanti akan kami rehab seperti semula, baik jumlah anak tangga, lebar, maupun posisinya,” tambahnya.

Baca Juga:  Raja Juli Antoni Bertemu Jokowi di Solo, Ungkap Kondisi Terbaru Presiden ke-7 RI

Proyek ini akan masuk dalam program Bantuan Pemerintah Rehabilitasi Gedung dan Sarana Prasarana 2025 dengan estimasi biaya hampir Rp5 miliar. Irham berharap proses rehabilitasi bisa dimulai pada tahun 2026.

- Advertisement -

“Selama proses rehabilitasi berlangsung, museum akan kami tutup total untuk umum karena perbaikan dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.(mng)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) Bangunan Cagar Budaya Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri di Kabupaten Siak akan ditutup sementara untuk umum. Penutupan dilakukan karena bangunan bersejarah itu akan menjalani perbaikan akibat sejumlah bagian yang mengalami kerusakan.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak, Irham Temas, mengatakan rencana rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan tersebut saat ini tengah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim dari Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan juga telah meninjau langsung kondisi bangunan dan meminta agar segera dilakukan pengajuan rehabilitasi.

“Pengajuan sudah kami lakukan pada Senin (20/10) lalu,” ujar Irham, Ahad (2/11).

Baca Juga:  Asa Industri Pelabuhan di Siak dan Bengkalis

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1886 pada masa pemerintahan Sultan Siak ke-11, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, kini hanya bisa digunakan di lantai satu. Kondisi sejumlah bagian bangunan sudah lapuk, rusak, dan patah akibat faktor usia.

“Awalnya bocor, kayu yang kering menjadi lembab dan akhirnya lapuk. Bahkan, ada beberapa kayu baru yang ikut rusak,” jelas Irham.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada dinding, tetapi juga pada struktur utama bangunan. Balok kayu di lantai dua, baik di dalam maupun luar bangunan, sudah dimakan rayap. “Tangga kayu sudah lapuk dan tidak bisa dilalui. Nanti akan kami rehab seperti semula, baik jumlah anak tangga, lebar, maupun posisinya,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemilu di Riau Aman dan Lancar

Proyek ini akan masuk dalam program Bantuan Pemerintah Rehabilitasi Gedung dan Sarana Prasarana 2025 dengan estimasi biaya hampir Rp5 miliar. Irham berharap proses rehabilitasi bisa dimulai pada tahun 2026.

“Selama proses rehabilitasi berlangsung, museum akan kami tutup total untuk umum karena perbaikan dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.(mng)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari