Rabu, 17 April 2024

Fokus Tutup Lubang di Jalintim

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Banjir yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan bertahan di ketinggian 15 sentimeter (cm), Rabu (14/2). Setelah dibuka dua jalur, petugas kini fokus menutup jalan yang rusak akibat banjir.

“Kami bersama tim dari Balai Jalan Kementerian PUPR, Pemkab Pelalawan, dan personel gabungan saat ini fokus melakukan upaya penutupan lubang di jalintim. Seluruh lubang akan diperbaiki secara maksimal agar arus lalu lintas akan kembali normal,” ujar Kapolres Pelalawan melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM, Rabu (14/2).

- Advertisement -

Akira menambahkan, para pengendara diimbau waspada terhadap jalan rusak dan berlubang yang dapat mengancam kendaraan terperosok. Petugas gabungan masih berjaga untuk memberikan arah dan petunjuk kepada pengendara kendaraan, serta membantu mengevakuasi kendaraan yang terperosok di tengah genangan air.

Baca Juga:  IZI Riau Bagikan Nasi Kotak ke Warga Terdampak Banjir

Ya, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau telah melakukan survei ke jalan lintas yang saat ini mengalami kerusakan untuk mengetahui penanganan yang akan dilakukan. “Sambil menunggu surutnya banjir, nanti kami akan adakan studi lagi untuk jangka pendek, menengah dan panjang,” kata Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak, Rabu (14/2).

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa cara yang akan dilakukan untuk jalan lintas tersebut yakni dengan dibuat peninggian badan jalan atau membuat kaki seribu. Namun untuk memastikan penanganan yang akan dilakukan tetap perlu kajian terlebih dahulu. “Jangan sampai nanti kita tinggikan badan jalannya, justru airnya akan berdampak ke jembatan. Karena ini merupakan banjir kawasan,” sebutnya.

- Advertisement -

Untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan yang rusak terlebih dahulu agar memperlancar arus lalu lintas. Pasalnya, dari hasil peninjauan ke lokasi, beberapa titik jalan mengalami kerusakan akibat tergenang banjir.

Baca Juga:  Jalan-Jalan di Sukajadi Berubah Jadi “Sungai”

“Karena itu merupakan jalan nasional, tentu akan menggunakan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.(amn)

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, debit air Sungai Kampar terpantau tetap bertahan di angka 3,15 meter. ‘’Begitu juga tinggi permukaan yang merendam Jalintim Km 83 saat ini masih mencapai 15 cm,” bebernya.

Namun demikian, pihaknya optimistis dalam pekan ini banjir akan segera surut total. Pasalnya, Manajemen PLTA Koto Panjang Kampar telah melakukan pengurangan bukaan pintu pelimpahan (spillway gate). Hal ini karena kondisi inflow PLTA sudah mulai normal dipengaruhi curah hujan yang menurun.(amn/sol)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Banjir yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan bertahan di ketinggian 15 sentimeter (cm), Rabu (14/2). Setelah dibuka dua jalur, petugas kini fokus menutup jalan yang rusak akibat banjir.

“Kami bersama tim dari Balai Jalan Kementerian PUPR, Pemkab Pelalawan, dan personel gabungan saat ini fokus melakukan upaya penutupan lubang di jalintim. Seluruh lubang akan diperbaiki secara maksimal agar arus lalu lintas akan kembali normal,” ujar Kapolres Pelalawan melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM, Rabu (14/2).

Akira menambahkan, para pengendara diimbau waspada terhadap jalan rusak dan berlubang yang dapat mengancam kendaraan terperosok. Petugas gabungan masih berjaga untuk memberikan arah dan petunjuk kepada pengendara kendaraan, serta membantu mengevakuasi kendaraan yang terperosok di tengah genangan air.

Baca Juga:  Pemkab Evaluasi Percepatan Penurunan Tengkes

Ya, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau telah melakukan survei ke jalan lintas yang saat ini mengalami kerusakan untuk mengetahui penanganan yang akan dilakukan. “Sambil menunggu surutnya banjir, nanti kami akan adakan studi lagi untuk jangka pendek, menengah dan panjang,” kata Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak, Rabu (14/2).

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa cara yang akan dilakukan untuk jalan lintas tersebut yakni dengan dibuat peninggian badan jalan atau membuat kaki seribu. Namun untuk memastikan penanganan yang akan dilakukan tetap perlu kajian terlebih dahulu. “Jangan sampai nanti kita tinggikan badan jalannya, justru airnya akan berdampak ke jembatan. Karena ini merupakan banjir kawasan,” sebutnya.

Untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan yang rusak terlebih dahulu agar memperlancar arus lalu lintas. Pasalnya, dari hasil peninjauan ke lokasi, beberapa titik jalan mengalami kerusakan akibat tergenang banjir.

Baca Juga:  Brimob Dirikan Tenda Darurat di Dua Kabupaten

“Karena itu merupakan jalan nasional, tentu akan menggunakan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.(amn)

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, debit air Sungai Kampar terpantau tetap bertahan di angka 3,15 meter. ‘’Begitu juga tinggi permukaan yang merendam Jalintim Km 83 saat ini masih mencapai 15 cm,” bebernya.

Namun demikian, pihaknya optimistis dalam pekan ini banjir akan segera surut total. Pasalnya, Manajemen PLTA Koto Panjang Kampar telah melakukan pengurangan bukaan pintu pelimpahan (spillway gate). Hal ini karena kondisi inflow PLTA sudah mulai normal dipengaruhi curah hujan yang menurun.(amn/sol)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari