Kamis, 3 April 2025
spot_img

Harga Cabai di Meranti Masih Tinggi

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Walaupun sudah berangsur turun sejak beberapa hari yang lalu sempat tembus Rp130 ribu per kilogram, harga cabai merah di Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi dari harga normal.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Izam kepada Riau Pos mengatakan, harga cabai merah di wilayah kerjanya saat ini Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Izam, situasi kenaikan harga cabai ini tidak hanya di Meranti, kondisi sama turut terjadi di seluruh daerah di Riau. Namun penurunan harga di wilayahnya masih tergolong lambat. “Penurunan masih tergolong lamban. Pasalnya harga cabai di Kota Pekanbaru sudah turun hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara di Meranti masih Rp80 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (20/3).

Baca Juga:  Jumlah Penumpang Tanjung Harapan Menurun

Selain harga cabai merah, dia juga menjelaskan saat ini lonjakan harga juga terjadi pada cabai rawit dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogramnya. Harga saat ini turun Rp5 ribu setelah beberapa hari lalu tembus Rp75 ribu per kilogram.

Walaupun demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan bahan pokok bulan suci Ramadan dalam keadaan aman. “Saat ini stok sembako dan bahan pangan lainnya di Kepulauan Meranti aman disamping ada kenaikan harga,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, dari laporan yang ia terima melalui jajaran, untuk stok beras dalam keadaan surplus karena petani di Kepulauan Meranti baru saja melakukan panen raya.

Baca Juga:  Stok Darah Aman Jelang Idulfitri

“Jadi In Sya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi stok dan harga di lapangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyebutkan, pengendalian harga agar stabil sejumlah langkah pun turut dilaksanakan.

Seperti baru-baru ini mereka telah melaksanakan gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP). Ada sejumlah item yang dijual dengan harga miring, seperti beras, tepung, gula, dan minyak, cabe, telur, dan bawang.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Walaupun sudah berangsur turun sejak beberapa hari yang lalu sempat tembus Rp130 ribu per kilogram, harga cabai merah di Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi dari harga normal.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Izam kepada Riau Pos mengatakan, harga cabai merah di wilayah kerjanya saat ini Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Izam, situasi kenaikan harga cabai ini tidak hanya di Meranti, kondisi sama turut terjadi di seluruh daerah di Riau. Namun penurunan harga di wilayahnya masih tergolong lambat. “Penurunan masih tergolong lamban. Pasalnya harga cabai di Kota Pekanbaru sudah turun hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara di Meranti masih Rp80 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (20/3).

Baca Juga:  Puan Aspekraf Riau Berbagi Bersama

Selain harga cabai merah, dia juga menjelaskan saat ini lonjakan harga juga terjadi pada cabai rawit dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogramnya. Harga saat ini turun Rp5 ribu setelah beberapa hari lalu tembus Rp75 ribu per kilogram.

Walaupun demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan bahan pokok bulan suci Ramadan dalam keadaan aman. “Saat ini stok sembako dan bahan pangan lainnya di Kepulauan Meranti aman disamping ada kenaikan harga,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, dari laporan yang ia terima melalui jajaran, untuk stok beras dalam keadaan surplus karena petani di Kepulauan Meranti baru saja melakukan panen raya.

Baca Juga:  Meranti Mulai Jajal Potensi Udang Vaname 

“Jadi In Sya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi stok dan harga di lapangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyebutkan, pengendalian harga agar stabil sejumlah langkah pun turut dilaksanakan.

Seperti baru-baru ini mereka telah melaksanakan gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP). Ada sejumlah item yang dijual dengan harga miring, seperti beras, tepung, gula, dan minyak, cabe, telur, dan bawang.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Harga Cabai di Meranti Masih Tinggi

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Walaupun sudah berangsur turun sejak beberapa hari yang lalu sempat tembus Rp130 ribu per kilogram, harga cabai merah di Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi dari harga normal.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Izam kepada Riau Pos mengatakan, harga cabai merah di wilayah kerjanya saat ini Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Izam, situasi kenaikan harga cabai ini tidak hanya di Meranti, kondisi sama turut terjadi di seluruh daerah di Riau. Namun penurunan harga di wilayahnya masih tergolong lambat. “Penurunan masih tergolong lamban. Pasalnya harga cabai di Kota Pekanbaru sudah turun hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara di Meranti masih Rp80 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (20/3).

Baca Juga:  Wabup Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan 

Selain harga cabai merah, dia juga menjelaskan saat ini lonjakan harga juga terjadi pada cabai rawit dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogramnya. Harga saat ini turun Rp5 ribu setelah beberapa hari lalu tembus Rp75 ribu per kilogram.

Walaupun demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan bahan pokok bulan suci Ramadan dalam keadaan aman. “Saat ini stok sembako dan bahan pangan lainnya di Kepulauan Meranti aman disamping ada kenaikan harga,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, dari laporan yang ia terima melalui jajaran, untuk stok beras dalam keadaan surplus karena petani di Kepulauan Meranti baru saja melakukan panen raya.

Baca Juga:  Anak Ditanamkan Imtaq dan Salat Berjemaah

“Jadi In Sya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi stok dan harga di lapangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyebutkan, pengendalian harga agar stabil sejumlah langkah pun turut dilaksanakan.

Seperti baru-baru ini mereka telah melaksanakan gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP). Ada sejumlah item yang dijual dengan harga miring, seperti beras, tepung, gula, dan minyak, cabe, telur, dan bawang.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Walaupun sudah berangsur turun sejak beberapa hari yang lalu sempat tembus Rp130 ribu per kilogram, harga cabai merah di Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi dari harga normal.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti Izam kepada Riau Pos mengatakan, harga cabai merah di wilayah kerjanya saat ini Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Izam, situasi kenaikan harga cabai ini tidak hanya di Meranti, kondisi sama turut terjadi di seluruh daerah di Riau. Namun penurunan harga di wilayahnya masih tergolong lambat. “Penurunan masih tergolong lamban. Pasalnya harga cabai di Kota Pekanbaru sudah turun hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara di Meranti masih Rp80 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (20/3).

Baca Juga:  Haul Abah Guru Sekumpul, Komitmen Pemkab Meranti Dukung Kegiatan Keagamaan

Selain harga cabai merah, dia juga menjelaskan saat ini lonjakan harga juga terjadi pada cabai rawit dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogramnya. Harga saat ini turun Rp5 ribu setelah beberapa hari lalu tembus Rp75 ribu per kilogram.

Walaupun demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan bahan pokok bulan suci Ramadan dalam keadaan aman. “Saat ini stok sembako dan bahan pangan lainnya di Kepulauan Meranti aman disamping ada kenaikan harga,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan, dari laporan yang ia terima melalui jajaran, untuk stok beras dalam keadaan surplus karena petani di Kepulauan Meranti baru saja melakukan panen raya.

Baca Juga:  Anak Ditanamkan Imtaq dan Salat Berjemaah

“Jadi In Sya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi stok dan harga di lapangan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bambang juga menyebutkan, pengendalian harga agar stabil sejumlah langkah pun turut dilaksanakan.

Seperti baru-baru ini mereka telah melaksanakan gerakan pangan murah melalui Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP). Ada sejumlah item yang dijual dengan harga miring, seperti beras, tepung, gula, dan minyak, cabe, telur, dan bawang.(gem)

Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari