Jumat, 9 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Cabai Merah Turun Tajam, Harga Sembako Selatpanjang Tetap Stabil

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harga bahan pokok atau sembako di Pasar Selatpanjang Pusat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada awal Januari 2026 terpantau relatif stabil dibandingkan Desember 2025. Mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga, sementara sebagian kecil mengalami penurunan signifikan dan kenaikan terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, daging sapi, ikan, serta aneka sayur dan buah lokal masih berada pada harga yang sama sejak akhir tahun lalu.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan dan distribusi bahan pokok di Selatpanjang masih terjaga dengan baik pasca perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:  Hilang Saat Cari Kerang, Nenek Zaleha Ditemukan Selamat Setelah 24 Jam Tersesat

Penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting. Pada Desember 2025, harga cabai merah keriting sempat berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Memasuki Januari 2026, harganya turun dan stabil di kisaran Rp55.000 per kilogram atau mengalami penurunan lebih dari 40 persen.

Turunnya harga cabai merah keriting ini diduga dipengaruhi mulai normalnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Sementara itu, cabai rawit hijau masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Harga cabai rawit hijau bertahan di angka Rp95.000 per kilogram, sama seperti harga tertinggi pada akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan pasokan cabai rawit hijau masih terbatas dan memerlukan perhatian khusus.

Di sisi lain, harga daging ayam ras mengalami kenaikan tipis. Jika pada akhir Desember 2025 berada di kisaran Rp32.500 per kilogram, pada Januari 2026 naik menjadi Rp34.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai masih dalam batas wajar dan diduga terkait penyesuaian pasokan setelah libur panjang.

Baca Juga:  Maksimal 87, Diisi 449 Napi

“Untuk beberapa komoditas seperti beras SPHP Bulog dan cabai merah besar, hingga saat ini masih belum tersedia di pasar selama periode pemantauan Desember 2025 sampai Januari 2026,” tambah Marwan.

Secara umum, kondisi harga sembako di awal tahun 2026 dinilai cukup kondusif dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Meski demikian, pemantauan terhadap komoditas cabai dan daging ayam ras tetap perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi kenaikan harga ke depan.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harga bahan pokok atau sembako di Pasar Selatpanjang Pusat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada awal Januari 2026 terpantau relatif stabil dibandingkan Desember 2025. Mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga, sementara sebagian kecil mengalami penurunan signifikan dan kenaikan terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, daging sapi, ikan, serta aneka sayur dan buah lokal masih berada pada harga yang sama sejak akhir tahun lalu.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan dan distribusi bahan pokok di Selatpanjang masih terjaga dengan baik pasca perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:  Tiga Rumah di Selatpanjang Hangus Dilalap Api, Warga Panik Berhamburan

Penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting. Pada Desember 2025, harga cabai merah keriting sempat berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Memasuki Januari 2026, harganya turun dan stabil di kisaran Rp55.000 per kilogram atau mengalami penurunan lebih dari 40 persen.

Turunnya harga cabai merah keriting ini diduga dipengaruhi mulai normalnya pasokan dari daerah sentra produksi.

- Advertisement -

Sementara itu, cabai rawit hijau masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Harga cabai rawit hijau bertahan di angka Rp95.000 per kilogram, sama seperti harga tertinggi pada akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan pasokan cabai rawit hijau masih terbatas dan memerlukan perhatian khusus.

Di sisi lain, harga daging ayam ras mengalami kenaikan tipis. Jika pada akhir Desember 2025 berada di kisaran Rp32.500 per kilogram, pada Januari 2026 naik menjadi Rp34.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai masih dalam batas wajar dan diduga terkait penyesuaian pasokan setelah libur panjang.

- Advertisement -
Baca Juga:  TPP Belum Dibayar, Guru di Kepulauan Meranti Bertahan di Tengah Keterbatasan

“Untuk beberapa komoditas seperti beras SPHP Bulog dan cabai merah besar, hingga saat ini masih belum tersedia di pasar selama periode pemantauan Desember 2025 sampai Januari 2026,” tambah Marwan.

Secara umum, kondisi harga sembako di awal tahun 2026 dinilai cukup kondusif dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Meski demikian, pemantauan terhadap komoditas cabai dan daging ayam ras tetap perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi kenaikan harga ke depan.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Harga bahan pokok atau sembako di Pasar Selatpanjang Pusat, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada awal Januari 2026 terpantau relatif stabil dibandingkan Desember 2025. Mayoritas komoditas pangan tidak mengalami perubahan harga, sementara sebagian kecil mengalami penurunan signifikan dan kenaikan terbatas.

Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti, Marwan, menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur ayam ras, daging sapi, ikan, serta aneka sayur dan buah lokal masih berada pada harga yang sama sejak akhir tahun lalu.

“Kondisi ini menunjukkan pasokan dan distribusi bahan pokok di Selatpanjang masih terjaga dengan baik pasca perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga:  Empat Sekolah di Meranti Jadi Kandidat Rujukan Google

Penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting. Pada Desember 2025, harga cabai merah keriting sempat berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Memasuki Januari 2026, harganya turun dan stabil di kisaran Rp55.000 per kilogram atau mengalami penurunan lebih dari 40 persen.

Turunnya harga cabai merah keriting ini diduga dipengaruhi mulai normalnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Sementara itu, cabai rawit hijau masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Harga cabai rawit hijau bertahan di angka Rp95.000 per kilogram, sama seperti harga tertinggi pada akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan pasokan cabai rawit hijau masih terbatas dan memerlukan perhatian khusus.

Di sisi lain, harga daging ayam ras mengalami kenaikan tipis. Jika pada akhir Desember 2025 berada di kisaran Rp32.500 per kilogram, pada Januari 2026 naik menjadi Rp34.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai masih dalam batas wajar dan diduga terkait penyesuaian pasokan setelah libur panjang.

Baca Juga:  Perkuat Langkah Pengamanan Jelang Pilkada

“Untuk beberapa komoditas seperti beras SPHP Bulog dan cabai merah besar, hingga saat ini masih belum tersedia di pasar selama periode pemantauan Desember 2025 sampai Januari 2026,” tambah Marwan.

Secara umum, kondisi harga sembako di awal tahun 2026 dinilai cukup kondusif dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Meski demikian, pemantauan terhadap komoditas cabai dan daging ayam ras tetap perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi kenaikan harga ke depan.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari