Jumat, 15 Mei 2026
- Advertisement -

Ekskavator Rusak, Sampah di TPS Meluber

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  1.300 Pangkalan Gas Diawasi

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Keluhkan Sampah Tak Diangkut

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Belum Turun! Cabai Merah di Meranti Bertahan di Rp95 Ribu per Kg

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

- Advertisement -

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

- Advertisement -

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan Duyung

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah meluber, dan berserakan di tempat pembuangan sampah (TPS) Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terkahir.

Situasi yang mewarnai satu-satunya TPS di kabupaten bungsu Provinsi Riau ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) Syaiful Bahkri kepada Riau Pos, Selasa (6/7) siang.

Syaiful membeberkan, kondisi tersebut dipicu atas rusaknya ekskavator yang digunakan sebagai alat mobilitas untuk memindahkan sampah yang masuk menuju TPS.

“Ekskavator itu rusak. Parahnya lagi, alat berat ini menjadi satu-satunya yang kita miliki. Sehingga mobilitas pemindahan sampah yang masuk tidak lagi beroperasi seperti biasa. Dampaknya meluber ke mana-mana. Kejadian ini sudah berlangsung tiga hari terakhir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sampah Menumpuk di Kuansing, DLH Akui Terkendala Anggaran dan Personel

Mereka mengaku kelimpungan menyikapi kerusakan ekskavator tersebut, mengingat kondisi sparepart, seperti tracker dan sejumlah alat lainnya mengalami rusak berat. Sehingga Syaiful memastikan bahwa alat berat itu tidak bisa direcovery.

“Kita sudah berupaya lakukan perbaikan atas kerusakan. Malah sudah sering rusak kita recovery. Untuk kerusakan yang ini tidak bisa lagi, karana banyak sparepart tidak bisa diselamatkan. Salah satu contoh patah trackernya,” ujar Syaiful.

Menyikapi kerusakan salah satu armada itu, solusi jangka pendek yang bakal ditempuh adalah dengan melakukan sewa pakai ekskavator. Dan usulan telah diajukan dan sudah disetujui bupati.

Sementra itu, solusi jangka panjang menurut Syaful, Perkimtan-LH akan membeli satu unit ekskavator baru dalam tahun anggaran 2025 mendatang.

Baca Juga:  Belum Turun! Cabai Merah di Meranti Bertahan di Rp95 Ribu per Kg

“Efektif beli baru. Tapi pengadaannya nanti di TA 2025. Untuk sementara waktu sewa pakai dan telah disetujui bupati,” ujarnya.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari