30.2 C
Pekanbaru
Jumat, 4 April 2025
spot_img

Penjaga Kebun Sawit Ditembak hingga Tewas

PERHENTIAN RAJA (RIAUPOS.CO) — Seorang pria meninggal dunia diduga dianiaya dan ditembak oleh sekelompok orang diduga pencuri sawit. Pelaku merupakan penjaga kebun sawit. Ia dianiaya bersama istrinya,  Rabu (1/6/2022) sekitar pukul 20.30 WIB.

Korban adalah Dedi Syahputra (30), warga Desa Pantai Raja, Kecamatan Perhentian Raja. Korban bersama istrinya Purnama bekerja sebagai penjaga kebun sawit milik Jeremmy Ginting (29), warga Pekanbaru. Jeremi Ginting sekaligus sebagai pelapor ke Polres Kampar.

Dari kasus pembunuhan ini berhasil diamankan barang bukti berupa sehelai baju lengan pendek, sehelai celana pendek bewarna silver kombinasi warna biru dan hitam, sehelai celana dalam bewarna merah, sehelai baju bewarna merah dan satu butir proyektil timah senapan angin.

Baca Juga:  Siswa SMA Belajar Teknik Fotografi  

Awal mula kejadian naas ini ketika korban video call kepada Jeremy (pelapor), melaporkan adanya buah kelapa sawit berserakan di parit pinggir kebun. Lalu pelapor mengatakan, "Ya, udah amankan dulu," ujar Jeremy. Lalu korban mengatakan, " Siap Dek."

Selanjutnya sekirtar pukul 20.42 WIB, istri korban Purnama menelepon pelapor sambil nangis dan meminta tolong bahwa suaminya (korban) sudah dianiaya.

Kemudian sekitar pukul 20.46 WIB, istri korban kembali menelepon pelapor  mengatakan Dedi sudah tidak sadarkan diri. Selanjutnya pelapor menelepon Anto agar cek dan membantu ke lokasi.

Setelah itu, sekitar pukul 21.30 WIB, Anto menelepon pelapor mengatakan bahwa korban sudah di Rumah Sakit Pelita Lubuk Sakat.

Pelapor langsung ke RS untuk melihat kondisi korban. Di mana saat itu korban sudah meninggal dan ada lobang di dada seperti bekas tembakan.

- Advertisement -
Baca Juga:  Yurnalis Ajak Anak-Anak Desa Domo Jadi Penghafal Alquran

Dari keterangan istri korban Purnama mengatakan bahwa korban ditembak pelaku dengan senapan angin dan dipukul dengan tonjok oleh dua pelaku. Dan pelaku juga memukul Purnama untuk merampas HP-nya yang berakibat tangannya luka memar.

Kapolres Kampar AKBP Rido Purba SIK MH melalui Plh Kapolsek Perhentian Raja Iptu Rusman membenarkan kejadian ini.

"Kini kami dalam melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Untuk korban sudah dilakukan autopsi dan juga sudah kami serahkan ke pihak keluarganya," jelasnya.

Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

Banjir Rob Genangi Daerah Pesisir Dumai, Hari Raya Tetap Jalan

Banjir pasang air laut atau yang dikenal dengan rob, kembali muncul sejak hari pertama Idulfitri 1446 H dan menggenangi sejumlah dataran rendah di daerah pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Dumai.

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Rohul Dipadati Warga – Kapolres Imbau Tingkatkan Keamanan

Libur Hari Raya Idulfitri 1446 H dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk berkunjung ke berbagai objek wisata dan taman bermain bersama keluarga. Sejumlah lokasi wisata pun tampak dipadati pengunjung selama momen cuti bersama ini.

Istri Korban Minta Hukuman Mati bagi Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi

Istri almarhum Herman yang merupakan salah satu korban tewas akibat ditikam di Kompleks BMH (Bum Me He) Gang Utama 3, Jalan Utama, Bagansiapiapi meminta agar pelaku penikaman yang menewaskan suaminya bisa dihukum berat.

Wako Pekanbaru Pastikan Tak Ada Penumpukan Sampah di TPS

PENANGANAN sampah di Kota Pekanbaru menjadi atensi serius Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho. Tak ingin terjadi penumpukan sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di momentum masih Idulfitri 1446 H, Agung Nugroho melakukan peninjauan ke sejumlah TPS di Pekanbaru, Kamis (3/4).