Kamis, 5 Maret 2026
- Advertisement -

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Batang Peranap, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sempat terhenti setelah sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di pintu dan pagar sekolah, Rabu (4/3).

Pemasangan spanduk tersebut membuat para siswa yang datang ke sekolah tidak dapat masuk ke area sekolah. Para pelajar akhirnya hanya berkumpul dan menunggu di luar pagar karena akses menuju sekolah terhalang. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung seperti biasanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Hendrik SE, membenarkan adanya pemasangan spanduk di lingkungan sekolah tersebut.

“Benar, ada pemasangan sejumlah spanduk di pintu hingga pagar SMPN 2 Batang Peranap di Desa Sencano,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Batang Peranap, pemasangan spanduk dan aksi mogok belajar terjadi sekitar pukul 07.55 WIB. Spanduk yang dipasang berupa kain putih dengan tulisan berwarna merah.

Baca Juga:  Edarkan Sabu, Abang Adik Ditangkap Polisi 

Beberapa tulisan pada spanduk tersebut di antaranya berbunyi “Ganti Kepala Sekolah Otoriter, Manipulatif, Pungli dan Jarang Hadir, Kami Ingin Mengajar Tenang”. Selain itu terdapat juga tulisan lain seperti “Sekolah Bukan Milik Pribadi”.

Menindaklanjuti kejadian itu, Korwil Pendidikan bersama camat dan sejumlah pihak terkait di tingkat kecamatan langsung turun ke SMPN 2 Batang Peranap. Pertemuan dengan para guru juga direncanakan untuk membahas persoalan tersebut.

“Besok (hari ini, red) proses belajar mengajar kembali normal,” ungkap Hendrik.

Ia menambahkan, para guru di SMPN 2 Batang Peranap berencana mendatangi kantor Disdikbud Inhu pada Senin (9/3) mendatang.

“Proses belajar mengajar akan tetap berjalan karena ada guru yang ditugaskan untuk standby di sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Kades Tanjung Sari Inhu Ditahan

Saat ini, pihak Disdikbud masih mempelajari laporan terkait peristiwa tersebut. Pasalnya, kepala SMPN 2 Batang Peranap belum dimintai keterangan secara resmi.

“Kondisi ini tentunya akan saya koordinasikan dengan pimpinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batang Peranap, Ramlan SAg, saat dikonfirmasi mengaku tidak berada di sekolah saat kejadian berlangsung karena sedang mengikuti kegiatan bersama Inspektorat di Kecamatan Kelayang.

“Saya tidak di sekolah karena mengikuti acara dengan inspektorat. Jadi terkait spanduk di sekolah saya tidak mengetahui secara persis,” ujarnya.

Ramlan juga membantah tudingan yang tertulis di dalam spanduk tersebut. Menurutnya, kemungkinan anggapan dirinya bersikap otoriter muncul karena ia pernah menegur seorang guru di ruang majelis guru.

“Saya pernah menegur guru karena tidak masuk mengajar. Saat itu siswa ribut karena tidak ada guru di kelas,” jelasnya. (kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Batang Peranap, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sempat terhenti setelah sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di pintu dan pagar sekolah, Rabu (4/3).

Pemasangan spanduk tersebut membuat para siswa yang datang ke sekolah tidak dapat masuk ke area sekolah. Para pelajar akhirnya hanya berkumpul dan menunggu di luar pagar karena akses menuju sekolah terhalang. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung seperti biasanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Hendrik SE, membenarkan adanya pemasangan spanduk di lingkungan sekolah tersebut.

“Benar, ada pemasangan sejumlah spanduk di pintu hingga pagar SMPN 2 Batang Peranap di Desa Sencano,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Batang Peranap, pemasangan spanduk dan aksi mogok belajar terjadi sekitar pukul 07.55 WIB. Spanduk yang dipasang berupa kain putih dengan tulisan berwarna merah.

- Advertisement -
Baca Juga:  PLN UP3 Rengat Siaga Penuh untuk Kelistrikan Selama Iduladha 1446 Hijriah

Beberapa tulisan pada spanduk tersebut di antaranya berbunyi “Ganti Kepala Sekolah Otoriter, Manipulatif, Pungli dan Jarang Hadir, Kami Ingin Mengajar Tenang”. Selain itu terdapat juga tulisan lain seperti “Sekolah Bukan Milik Pribadi”.

Menindaklanjuti kejadian itu, Korwil Pendidikan bersama camat dan sejumlah pihak terkait di tingkat kecamatan langsung turun ke SMPN 2 Batang Peranap. Pertemuan dengan para guru juga direncanakan untuk membahas persoalan tersebut.

- Advertisement -

“Besok (hari ini, red) proses belajar mengajar kembali normal,” ungkap Hendrik.

Ia menambahkan, para guru di SMPN 2 Batang Peranap berencana mendatangi kantor Disdikbud Inhu pada Senin (9/3) mendatang.

“Proses belajar mengajar akan tetap berjalan karena ada guru yang ditugaskan untuk standby di sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Kades Tanjung Sari Inhu Ditahan

Saat ini, pihak Disdikbud masih mempelajari laporan terkait peristiwa tersebut. Pasalnya, kepala SMPN 2 Batang Peranap belum dimintai keterangan secara resmi.

“Kondisi ini tentunya akan saya koordinasikan dengan pimpinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batang Peranap, Ramlan SAg, saat dikonfirmasi mengaku tidak berada di sekolah saat kejadian berlangsung karena sedang mengikuti kegiatan bersama Inspektorat di Kecamatan Kelayang.

“Saya tidak di sekolah karena mengikuti acara dengan inspektorat. Jadi terkait spanduk di sekolah saya tidak mengetahui secara persis,” ujarnya.

Ramlan juga membantah tudingan yang tertulis di dalam spanduk tersebut. Menurutnya, kemungkinan anggapan dirinya bersikap otoriter muncul karena ia pernah menegur seorang guru di ruang majelis guru.

“Saya pernah menegur guru karena tidak masuk mengajar. Saat itu siswa ribut karena tidak ada guru di kelas,” jelasnya. (kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Batang Peranap, Desa Sencano Jaya, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sempat terhenti setelah sejumlah spanduk berisi kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di pintu dan pagar sekolah, Rabu (4/3).

Pemasangan spanduk tersebut membuat para siswa yang datang ke sekolah tidak dapat masuk ke area sekolah. Para pelajar akhirnya hanya berkumpul dan menunggu di luar pagar karena akses menuju sekolah terhalang. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung seperti biasanya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Hendrik SE, membenarkan adanya pemasangan spanduk di lingkungan sekolah tersebut.

“Benar, ada pemasangan sejumlah spanduk di pintu hingga pagar SMPN 2 Batang Peranap di Desa Sencano,” ujarnya, Rabu (4/3).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Batang Peranap, pemasangan spanduk dan aksi mogok belajar terjadi sekitar pukul 07.55 WIB. Spanduk yang dipasang berupa kain putih dengan tulisan berwarna merah.

Baca Juga:  Inhu Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai 5 Warga Meninggal akibat ISPA

Beberapa tulisan pada spanduk tersebut di antaranya berbunyi “Ganti Kepala Sekolah Otoriter, Manipulatif, Pungli dan Jarang Hadir, Kami Ingin Mengajar Tenang”. Selain itu terdapat juga tulisan lain seperti “Sekolah Bukan Milik Pribadi”.

Menindaklanjuti kejadian itu, Korwil Pendidikan bersama camat dan sejumlah pihak terkait di tingkat kecamatan langsung turun ke SMPN 2 Batang Peranap. Pertemuan dengan para guru juga direncanakan untuk membahas persoalan tersebut.

“Besok (hari ini, red) proses belajar mengajar kembali normal,” ungkap Hendrik.

Ia menambahkan, para guru di SMPN 2 Batang Peranap berencana mendatangi kantor Disdikbud Inhu pada Senin (9/3) mendatang.

“Proses belajar mengajar akan tetap berjalan karena ada guru yang ditugaskan untuk standby di sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Edarkan Sabu, Abang Adik Ditangkap Polisi 

Saat ini, pihak Disdikbud masih mempelajari laporan terkait peristiwa tersebut. Pasalnya, kepala SMPN 2 Batang Peranap belum dimintai keterangan secara resmi.

“Kondisi ini tentunya akan saya koordinasikan dengan pimpinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Batang Peranap, Ramlan SAg, saat dikonfirmasi mengaku tidak berada di sekolah saat kejadian berlangsung karena sedang mengikuti kegiatan bersama Inspektorat di Kecamatan Kelayang.

“Saya tidak di sekolah karena mengikuti acara dengan inspektorat. Jadi terkait spanduk di sekolah saya tidak mengetahui secara persis,” ujarnya.

Ramlan juga membantah tudingan yang tertulis di dalam spanduk tersebut. Menurutnya, kemungkinan anggapan dirinya bersikap otoriter muncul karena ia pernah menegur seorang guru di ruang majelis guru.

“Saya pernah menegur guru karena tidak masuk mengajar. Saat itu siswa ribut karena tidak ada guru di kelas,” jelasnya. (kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari