TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Inflasi di Kota Tembilahan pada akhir Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 6,17 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,45.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Inhil Zulyadi SST MSi, Selasa (6/1). Ia menjelaskan, inflasi y-on-y di Tembilahan dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 9,08 persen. Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan sebesar 0,68 persen.
Kenaikan harga turut terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,70 persen, kelompok kesehatan 2,25 persen, transportasi 1,40 persen, serta pendidikan yang naik 2,01 persen.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan paling tinggi, yakni mencapai 24,30 persen. Di sisi lain, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.
Asisten II Setdakab Indragiri Hilir H Dwi Budiyanto menegaskan, data inflasi yang dirilis BPS menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
“Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok,” ujarnya. (ali/*2)


