Minggu, 18 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Gubri Akui Riau Kesulitan APD Meski Uang Ada

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di empat titik rute yang ada di Pekanbaru, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem WBM /031 dan unsur Forkopimda melakukan apel pagi, Selasa (9/18). Apel digelar di Tugu Zapin. Sebanyak 35 mobil water canon diberangkatkan.

Gubri Syamsuar dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, di Riau saat ini terdapat 45 rumah sakit di kabupaten/kota yang bisa menangani covid-19. Permasalahan yang dihadapi saat ini, diakui Syamsuar di Riau kesulitan mencari Alat Pelindung Diri (APD).

"Kesulitan saat ini adalah mencari ADP, meski uang ada," tuturnya. 

Gubernur Riau Syamsuar juga mengatakan, saat ini kondisi dunia tinggal tiga negara yang belum terkena pandemi. Saat ini Riau terdapat Orang Dalam Pengawan (ODP) berjumlah 14.989 orang. Sementara Pasian Dalam Pengawasan (PDP) ada 109 orang sudah diambil swab, untuk yang positif 3 orang. Di mana satu orang pertama telah sembuh. 

Baca Juga:  Usai Diperiksa Polda Riau, Dekan FISIP Unri Keluar Tanpa Ada Respon

"Jumlah yang begitu banyak. Yang ODP bukan karena bersama PDP namun karena mereka adalah TKI yang baru pulang dari Malaysia. Saat ini Malaysia jumlah positif virus Coronanya lebih besar dari Indonesia," katanya.

Disebutkan Syamsuar, TKI yang pulang ke Riau tersebut karena terpaksa sebab Malaysia mengambil kebijakan lockdown. Kebijakan lockdown yang diambil Malaysia ini menyebabkan beberapa usaha pemerintah setempat dan usaha lainnya tutup. Sehingga para TKI yang bekerja di sana tidak memiliki pekerjaan lagi.

 "Jadi perlu dimaklumi bersama, bahwa sebagai bentuk solidaritas sebagai orang Indonesia, maka kepulangan TKI ini harus diambil oleh daerah masing-masing. Karena, jika para TKI yang notabenenya adalah sebagian orang Riau ini tidak keluar dari Malaysia maka akan diuber oleh polisi di sana. Sehingga perlu dimaklumi bersama ketika mereka pulang kampung," tuturnya.

Baca Juga:  Terpantau 148 Hotspot di Provinsi Riau

 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di empat titik rute yang ada di Pekanbaru, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem WBM /031 dan unsur Forkopimda melakukan apel pagi, Selasa (9/18). Apel digelar di Tugu Zapin. Sebanyak 35 mobil water canon diberangkatkan.

Gubri Syamsuar dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, di Riau saat ini terdapat 45 rumah sakit di kabupaten/kota yang bisa menangani covid-19. Permasalahan yang dihadapi saat ini, diakui Syamsuar di Riau kesulitan mencari Alat Pelindung Diri (APD).

"Kesulitan saat ini adalah mencari ADP, meski uang ada," tuturnya. 

Gubernur Riau Syamsuar juga mengatakan, saat ini kondisi dunia tinggal tiga negara yang belum terkena pandemi. Saat ini Riau terdapat Orang Dalam Pengawan (ODP) berjumlah 14.989 orang. Sementara Pasian Dalam Pengawasan (PDP) ada 109 orang sudah diambil swab, untuk yang positif 3 orang. Di mana satu orang pertama telah sembuh. 

Baca Juga:  DPRD Meranti Dukung Wacana PNS Kerja di Rumah

"Jumlah yang begitu banyak. Yang ODP bukan karena bersama PDP namun karena mereka adalah TKI yang baru pulang dari Malaysia. Saat ini Malaysia jumlah positif virus Coronanya lebih besar dari Indonesia," katanya.

- Advertisement -

Disebutkan Syamsuar, TKI yang pulang ke Riau tersebut karena terpaksa sebab Malaysia mengambil kebijakan lockdown. Kebijakan lockdown yang diambil Malaysia ini menyebabkan beberapa usaha pemerintah setempat dan usaha lainnya tutup. Sehingga para TKI yang bekerja di sana tidak memiliki pekerjaan lagi.

 "Jadi perlu dimaklumi bersama, bahwa sebagai bentuk solidaritas sebagai orang Indonesia, maka kepulangan TKI ini harus diambil oleh daerah masing-masing. Karena, jika para TKI yang notabenenya adalah sebagian orang Riau ini tidak keluar dari Malaysia maka akan diuber oleh polisi di sana. Sehingga perlu dimaklumi bersama ketika mereka pulang kampung," tuturnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hari Ini Pasien Sembuh 635 dan Terkonfirmasi Positif Covid-19 167 Orang

 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di empat titik rute yang ada di Pekanbaru, Gubernur Riau, Kapolda Riau, Danrem WBM /031 dan unsur Forkopimda melakukan apel pagi, Selasa (9/18). Apel digelar di Tugu Zapin. Sebanyak 35 mobil water canon diberangkatkan.

Gubri Syamsuar dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, di Riau saat ini terdapat 45 rumah sakit di kabupaten/kota yang bisa menangani covid-19. Permasalahan yang dihadapi saat ini, diakui Syamsuar di Riau kesulitan mencari Alat Pelindung Diri (APD).

"Kesulitan saat ini adalah mencari ADP, meski uang ada," tuturnya. 

Gubernur Riau Syamsuar juga mengatakan, saat ini kondisi dunia tinggal tiga negara yang belum terkena pandemi. Saat ini Riau terdapat Orang Dalam Pengawan (ODP) berjumlah 14.989 orang. Sementara Pasian Dalam Pengawasan (PDP) ada 109 orang sudah diambil swab, untuk yang positif 3 orang. Di mana satu orang pertama telah sembuh. 

Baca Juga:  Pelaku Teror Tidak Senang Hasil Musdalub LAMR Pekanbaru

"Jumlah yang begitu banyak. Yang ODP bukan karena bersama PDP namun karena mereka adalah TKI yang baru pulang dari Malaysia. Saat ini Malaysia jumlah positif virus Coronanya lebih besar dari Indonesia," katanya.

Disebutkan Syamsuar, TKI yang pulang ke Riau tersebut karena terpaksa sebab Malaysia mengambil kebijakan lockdown. Kebijakan lockdown yang diambil Malaysia ini menyebabkan beberapa usaha pemerintah setempat dan usaha lainnya tutup. Sehingga para TKI yang bekerja di sana tidak memiliki pekerjaan lagi.

 "Jadi perlu dimaklumi bersama, bahwa sebagai bentuk solidaritas sebagai orang Indonesia, maka kepulangan TKI ini harus diambil oleh daerah masing-masing. Karena, jika para TKI yang notabenenya adalah sebagian orang Riau ini tidak keluar dari Malaysia maka akan diuber oleh polisi di sana. Sehingga perlu dimaklumi bersama ketika mereka pulang kampung," tuturnya.

Baca Juga:  DPRD Meranti Dukung Wacana PNS Kerja di Rumah

 

Laporan: Sofiah (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari