Minggu, 29 Maret 2026
- Advertisement -

Dumai Bergerak, Tolak RUU Kontroversi

DUMAI (RIAUPOS.CO) –  Massa gabungan mahasiswa, pemuda, pelajar dan masyarakat berkumpul di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (26/9) pagi. Mereka berencana melakukan aksi Damai di Kantor DPRD Dumai. Aksi mereka adalah menolak revisi RUU KUHP, RUU P-KS, dan UU KPK. Selain itu mereka juga mengecam tindakan kekerasan pihak aparat terhadap mahasiswa, pelajar yang melakukan aksi di berbagai daerah.

"Aksi ini kami lakukan untuk menunjukkan jika kami di Dumai tidak diam dengan apa yang terjadi," ujar Koordinator Umum Massa Aksi, Andri Kodri.

Ia mengatakan, beberapa pasal di RUU KUHP, RUU P-KS ada beberapa pasal yang menyeleneh. Selain itu mengenai UU KPK, Ari mengatakan ada beberapa pasal yang melemahkan KPK. "Kita harapkan aspirasi kami ini di dengar oleh DPR, kami tidak ingin DPR itu jadi Dewan Penipu Rakyat, mereka harus tahu betul fungsi mereka seperti apa," ujarnya.

Baca Juga:  Inmemoriam Almarhum Drs H Asparaini Rasyad

Ari mengatakan, apa yang disampaikan pihaknya harus dilakukan secara benar dan tidak melanggar aturan yang ada. "Ini suara kami, suara rakyat, suara mahasiswa, suara pemuda, suara pelajar, kami akan terus bergerak untuk menyuarakan kebenaran," tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada peserta aksi agar bertindak satu komando, hindari aksi provokatif. "Kita lakukan aksi Dumai," tutupnya.

 

Laporan: Hasanal Bulkiah/Dumai

 

Editor: wws

DUMAI (RIAUPOS.CO) –  Massa gabungan mahasiswa, pemuda, pelajar dan masyarakat berkumpul di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (26/9) pagi. Mereka berencana melakukan aksi Damai di Kantor DPRD Dumai. Aksi mereka adalah menolak revisi RUU KUHP, RUU P-KS, dan UU KPK. Selain itu mereka juga mengecam tindakan kekerasan pihak aparat terhadap mahasiswa, pelajar yang melakukan aksi di berbagai daerah.

"Aksi ini kami lakukan untuk menunjukkan jika kami di Dumai tidak diam dengan apa yang terjadi," ujar Koordinator Umum Massa Aksi, Andri Kodri.

Ia mengatakan, beberapa pasal di RUU KUHP, RUU P-KS ada beberapa pasal yang menyeleneh. Selain itu mengenai UU KPK, Ari mengatakan ada beberapa pasal yang melemahkan KPK. "Kita harapkan aspirasi kami ini di dengar oleh DPR, kami tidak ingin DPR itu jadi Dewan Penipu Rakyat, mereka harus tahu betul fungsi mereka seperti apa," ujarnya.

Baca Juga:  Gubri Akan Jadi Pembicara Kunci di Webinar AMSI

Ari mengatakan, apa yang disampaikan pihaknya harus dilakukan secara benar dan tidak melanggar aturan yang ada. "Ini suara kami, suara rakyat, suara mahasiswa, suara pemuda, suara pelajar, kami akan terus bergerak untuk menyuarakan kebenaran," tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada peserta aksi agar bertindak satu komando, hindari aksi provokatif. "Kita lakukan aksi Dumai," tutupnya.

- Advertisement -

 

Laporan: Hasanal Bulkiah/Dumai

- Advertisement -

 

Editor: wws

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DUMAI (RIAUPOS.CO) –  Massa gabungan mahasiswa, pemuda, pelajar dan masyarakat berkumpul di Taman Bukit Gelanggang Dumai, Kamis (26/9) pagi. Mereka berencana melakukan aksi Damai di Kantor DPRD Dumai. Aksi mereka adalah menolak revisi RUU KUHP, RUU P-KS, dan UU KPK. Selain itu mereka juga mengecam tindakan kekerasan pihak aparat terhadap mahasiswa, pelajar yang melakukan aksi di berbagai daerah.

"Aksi ini kami lakukan untuk menunjukkan jika kami di Dumai tidak diam dengan apa yang terjadi," ujar Koordinator Umum Massa Aksi, Andri Kodri.

Ia mengatakan, beberapa pasal di RUU KUHP, RUU P-KS ada beberapa pasal yang menyeleneh. Selain itu mengenai UU KPK, Ari mengatakan ada beberapa pasal yang melemahkan KPK. "Kita harapkan aspirasi kami ini di dengar oleh DPR, kami tidak ingin DPR itu jadi Dewan Penipu Rakyat, mereka harus tahu betul fungsi mereka seperti apa," ujarnya.

Baca Juga:  Danrem 031/WB Bersama Pemda Komitmen Dukung Ketahanan Pangan

Ari mengatakan, apa yang disampaikan pihaknya harus dilakukan secara benar dan tidak melanggar aturan yang ada. "Ini suara kami, suara rakyat, suara mahasiswa, suara pemuda, suara pelajar, kami akan terus bergerak untuk menyuarakan kebenaran," tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada peserta aksi agar bertindak satu komando, hindari aksi provokatif. "Kita lakukan aksi Dumai," tutupnya.

 

Laporan: Hasanal Bulkiah/Dumai

 

Editor: wws

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari