Senin, 7 April 2025
spot_img

Karhutla Kembali Landa Pulau Rangsang

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Titik api (hot spot) kembali terpantau di Pulau Rangsang, Senin (24/2) pagi. Setidaknya terdapat empat titik api dengan status confidence di atas 80 persen oleh data citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Seperti diketahui, di Rangsang terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada 2 Januari 2020. Tepatnya di hutan lindung perbatasan Desa Penyagun dan Desa Gemal Sari, Kecamatan Rangsang.

Untuk kali ini, titik lokasi berada perbatasan Desa Telesung dan Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.

Dampak bencana itu ikut mengundang ratusan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla yang terdiri dari jajaran BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemdes, Pemcam, hingga masyarakat yang langsung menuju ke lokasi.

Baca Juga:  66 Orang Mendaftar Asesmen PTP Pemprov Riau

Termasuk Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK dari Pekanbaru di hari yang sama langsung bergegas ke lokasi kebakaran. Ia sampai sekitar pukul 13.15 WIB melalui jalur laut dan darat.

Seperti dibeberkan Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus kepada Riau Pos, titik api berada dekat dan menuju permukiman warga.

"Jarak titik api hanya berjarak ratusan meter saja dari permukiman warga," ungkapnya.

Selain berdekatan dengan permukiman warga, titik api juga hampir merambat ke lokasi konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT SRL. Bahkan jaraknya hanya dibatasi oleh kanal.

Lokasi karhutla berupa semak belukar dan kebun sagu milik warga setempat. Terdapat ratusan petugas Tim Satgas di lokasi titik api.

Baca Juga:  Eddy Yatim Titip Pesan untuk Gubernur lewat Kadissos soal Bantuan Rp10 Ribu Per Hari

"Titik api yang besar ada empat titik. Yang kecil tersebar merata," bebernya.

Untuk peralatan pemadam mencukupi. Namun kendala terdapat pada pasokan air dan lajunya angin.(zed)

Laporan : Wira Saputra

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Titik api (hot spot) kembali terpantau di Pulau Rangsang, Senin (24/2) pagi. Setidaknya terdapat empat titik api dengan status confidence di atas 80 persen oleh data citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Seperti diketahui, di Rangsang terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada 2 Januari 2020. Tepatnya di hutan lindung perbatasan Desa Penyagun dan Desa Gemal Sari, Kecamatan Rangsang.

Untuk kali ini, titik lokasi berada perbatasan Desa Telesung dan Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.

Dampak bencana itu ikut mengundang ratusan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla yang terdiri dari jajaran BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemdes, Pemcam, hingga masyarakat yang langsung menuju ke lokasi.

Baca Juga:  Sekdaprov Bertemu Menteri LHK

Termasuk Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK dari Pekanbaru di hari yang sama langsung bergegas ke lokasi kebakaran. Ia sampai sekitar pukul 13.15 WIB melalui jalur laut dan darat.

Seperti dibeberkan Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus kepada Riau Pos, titik api berada dekat dan menuju permukiman warga.

"Jarak titik api hanya berjarak ratusan meter saja dari permukiman warga," ungkapnya.

Selain berdekatan dengan permukiman warga, titik api juga hampir merambat ke lokasi konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT SRL. Bahkan jaraknya hanya dibatasi oleh kanal.

Lokasi karhutla berupa semak belukar dan kebun sagu milik warga setempat. Terdapat ratusan petugas Tim Satgas di lokasi titik api.

Baca Juga:  Kasus Karhutla, Pengadilan Tinggi Pekanbaru Vonis Bebas PT Gandaerah

"Titik api yang besar ada empat titik. Yang kecil tersebar merata," bebernya.

Untuk peralatan pemadam mencukupi. Namun kendala terdapat pada pasokan air dan lajunya angin.(zed)

Laporan : Wira Saputra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Karhutla Kembali Landa Pulau Rangsang

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Titik api (hot spot) kembali terpantau di Pulau Rangsang, Senin (24/2) pagi. Setidaknya terdapat empat titik api dengan status confidence di atas 80 persen oleh data citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Seperti diketahui, di Rangsang terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada 2 Januari 2020. Tepatnya di hutan lindung perbatasan Desa Penyagun dan Desa Gemal Sari, Kecamatan Rangsang.

Untuk kali ini, titik lokasi berada perbatasan Desa Telesung dan Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.

Dampak bencana itu ikut mengundang ratusan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla yang terdiri dari jajaran BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemdes, Pemcam, hingga masyarakat yang langsung menuju ke lokasi.

Baca Juga:  Peran Wanita Berpotensi Menggerakkan Pariwisata Kebudayaan

Termasuk Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK dari Pekanbaru di hari yang sama langsung bergegas ke lokasi kebakaran. Ia sampai sekitar pukul 13.15 WIB melalui jalur laut dan darat.

Seperti dibeberkan Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus kepada Riau Pos, titik api berada dekat dan menuju permukiman warga.

"Jarak titik api hanya berjarak ratusan meter saja dari permukiman warga," ungkapnya.

Selain berdekatan dengan permukiman warga, titik api juga hampir merambat ke lokasi konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT SRL. Bahkan jaraknya hanya dibatasi oleh kanal.

Lokasi karhutla berupa semak belukar dan kebun sagu milik warga setempat. Terdapat ratusan petugas Tim Satgas di lokasi titik api.

Baca Juga:  Eddy Yatim Titip Pesan untuk Gubernur lewat Kadissos soal Bantuan Rp10 Ribu Per Hari

"Titik api yang besar ada empat titik. Yang kecil tersebar merata," bebernya.

Untuk peralatan pemadam mencukupi. Namun kendala terdapat pada pasokan air dan lajunya angin.(zed)

Laporan : Wira Saputra

MERANTI (RIAUPOS.CO) — Titik api (hot spot) kembali terpantau di Pulau Rangsang, Senin (24/2) pagi. Setidaknya terdapat empat titik api dengan status confidence di atas 80 persen oleh data citra satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Seperti diketahui, di Rangsang terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi pada 2 Januari 2020. Tepatnya di hutan lindung perbatasan Desa Penyagun dan Desa Gemal Sari, Kecamatan Rangsang.

Untuk kali ini, titik lokasi berada perbatasan Desa Telesung dan Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti.

Dampak bencana itu ikut mengundang ratusan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla yang terdiri dari jajaran BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pemdes, Pemcam, hingga masyarakat yang langsung menuju ke lokasi.

Baca Juga:  Pemkab Raih Opini WTP dari BPK

Termasuk Kapolres AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK dari Pekanbaru di hari yang sama langsung bergegas ke lokasi kebakaran. Ia sampai sekitar pukul 13.15 WIB melalui jalur laut dan darat.

Seperti dibeberkan Kasi Karhutla dan Kecelakaan, BPBD Kepulauan Meranti Ekaliptus kepada Riau Pos, titik api berada dekat dan menuju permukiman warga.

"Jarak titik api hanya berjarak ratusan meter saja dari permukiman warga," ungkapnya.

Selain berdekatan dengan permukiman warga, titik api juga hampir merambat ke lokasi konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT SRL. Bahkan jaraknya hanya dibatasi oleh kanal.

Lokasi karhutla berupa semak belukar dan kebun sagu milik warga setempat. Terdapat ratusan petugas Tim Satgas di lokasi titik api.

Baca Juga:  66 Orang Mendaftar Asesmen PTP Pemprov Riau

"Titik api yang besar ada empat titik. Yang kecil tersebar merata," bebernya.

Untuk peralatan pemadam mencukupi. Namun kendala terdapat pada pasokan air dan lajunya angin.(zed)

Laporan : Wira Saputra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari