Jumat, 4 April 2025
spot_img

Jangan Sampai Jatuh Korban, Baru Diaspal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BANYAKNYA keluhan warga yang terdampak pengerjaan galian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi menjadi perhatian serius DPRD Pekanbaru. Untuk mendesak kontraktor proyek meminimalisir dampak, Komisi IV DPRD Pekanbaru mengagendakan hearing pekan depan.

Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono, proyek SPALD ini sangat bagus karena bertujuan untuk menjaga kualitas air bawah tanah dari pencemaran limbah masyarakat. Hanya saja dalam pengerjaan galian saluran air limbah, kontraktor terkesan membiarkan berlama-lama jalan dalam kondisi rusak.

"Untuk itu, kami sudah agendakan untuk hearing dengan kontraktornya. Seharusnya pekan ini, tapi karena agenda reses, maka kami jadwalkan pekan depan atau nanti kami rapatkan internal (Komisi IV, red) dulu untuk kepastiannya," ujar Sigit, Selasa (23/3).

Baca Juga:  Nakes Positif Covid-19 Rata-Rata Sembuh

Agenda hearing disampaikan Sigit adalah mempertanyakan kendala di lapangan dan target penyelesaian pekerjaan yang sudah terlalu lama.

‘’Kami minta semua kontraktor dapat hadir untuk bisa memaparkan soal pekerjaannya dan solusi terhadap keluhan yang dialami masyarakat saat ini,’’ sebut Sigit.

Ia menambahkan, seharusnya, untuk mengaspal kembali jalan yang pekerjaannya sudah selesai tidak terlalu lama. Atau jangan sampai ada korban dulu baru diaspal kembali.

"Artinya, walaupun mereka (kontraktor, red) adendum yang seharusnya pekerjaan selesai tahun lalu, jangan terlalu lama diaspal, apalagi sampai jatuh korban pula dahulu, " kata Sigit lagi.

Menurutnya, saat ini memang banyak masyarakat yang dirugikan akibat dampak pengerjaan proyek tersebut. Maka dari itu, hal-hal yang berdampak kepada masyarakat harus jadi perhatian dan pertimbangan untuk percepatan pekerjaan diselesaikan.

Baca Juga:  Karhutla Terjadi Lagi, Bupati Ingatkan Peran Penghulu

"Dampak Covid-19 ini memang meluas kepada semua sektor. Namun saat ini masyarakat baru mulai bangkit harus menjadi atensi untuk didukung bersama-sama," tambahnya.

Sekali lagi, Sigit berharap kepada kontraktor pelaksana agar jalan-jalan yang sudah dibongkar, dan pekerjaan sudah selesai secepatnya pula diaspal. "Jalan yang timbunannya udah padat dan sudah layak untuk diaspal, segerakanlah," pintanya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BANYAKNYA keluhan warga yang terdampak pengerjaan galian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi menjadi perhatian serius DPRD Pekanbaru. Untuk mendesak kontraktor proyek meminimalisir dampak, Komisi IV DPRD Pekanbaru mengagendakan hearing pekan depan.

Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono, proyek SPALD ini sangat bagus karena bertujuan untuk menjaga kualitas air bawah tanah dari pencemaran limbah masyarakat. Hanya saja dalam pengerjaan galian saluran air limbah, kontraktor terkesan membiarkan berlama-lama jalan dalam kondisi rusak.

"Untuk itu, kami sudah agendakan untuk hearing dengan kontraktornya. Seharusnya pekan ini, tapi karena agenda reses, maka kami jadwalkan pekan depan atau nanti kami rapatkan internal (Komisi IV, red) dulu untuk kepastiannya," ujar Sigit, Selasa (23/3).

Baca Juga:  Bupati Instruksikan Disdagprin Pantau Harga Sembako

Agenda hearing disampaikan Sigit adalah mempertanyakan kendala di lapangan dan target penyelesaian pekerjaan yang sudah terlalu lama.

‘’Kami minta semua kontraktor dapat hadir untuk bisa memaparkan soal pekerjaannya dan solusi terhadap keluhan yang dialami masyarakat saat ini,’’ sebut Sigit.

Ia menambahkan, seharusnya, untuk mengaspal kembali jalan yang pekerjaannya sudah selesai tidak terlalu lama. Atau jangan sampai ada korban dulu baru diaspal kembali.

"Artinya, walaupun mereka (kontraktor, red) adendum yang seharusnya pekerjaan selesai tahun lalu, jangan terlalu lama diaspal, apalagi sampai jatuh korban pula dahulu, " kata Sigit lagi.

Menurutnya, saat ini memang banyak masyarakat yang dirugikan akibat dampak pengerjaan proyek tersebut. Maka dari itu, hal-hal yang berdampak kepada masyarakat harus jadi perhatian dan pertimbangan untuk percepatan pekerjaan diselesaikan.

Baca Juga:  Karhutla Terjadi Lagi, Bupati Ingatkan Peran Penghulu

"Dampak Covid-19 ini memang meluas kepada semua sektor. Namun saat ini masyarakat baru mulai bangkit harus menjadi atensi untuk didukung bersama-sama," tambahnya.

Sekali lagi, Sigit berharap kepada kontraktor pelaksana agar jalan-jalan yang sudah dibongkar, dan pekerjaan sudah selesai secepatnya pula diaspal. "Jalan yang timbunannya udah padat dan sudah layak untuk diaspal, segerakanlah," pintanya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Jangan Sampai Jatuh Korban, Baru Diaspal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BANYAKNYA keluhan warga yang terdampak pengerjaan galian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi menjadi perhatian serius DPRD Pekanbaru. Untuk mendesak kontraktor proyek meminimalisir dampak, Komisi IV DPRD Pekanbaru mengagendakan hearing pekan depan.

Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono, proyek SPALD ini sangat bagus karena bertujuan untuk menjaga kualitas air bawah tanah dari pencemaran limbah masyarakat. Hanya saja dalam pengerjaan galian saluran air limbah, kontraktor terkesan membiarkan berlama-lama jalan dalam kondisi rusak.

"Untuk itu, kami sudah agendakan untuk hearing dengan kontraktornya. Seharusnya pekan ini, tapi karena agenda reses, maka kami jadwalkan pekan depan atau nanti kami rapatkan internal (Komisi IV, red) dulu untuk kepastiannya," ujar Sigit, Selasa (23/3).

Baca Juga:  Gubernur Riau: Optimalkan Kebersamaan Majukan Bengkalis

Agenda hearing disampaikan Sigit adalah mempertanyakan kendala di lapangan dan target penyelesaian pekerjaan yang sudah terlalu lama.

‘’Kami minta semua kontraktor dapat hadir untuk bisa memaparkan soal pekerjaannya dan solusi terhadap keluhan yang dialami masyarakat saat ini,’’ sebut Sigit.

Ia menambahkan, seharusnya, untuk mengaspal kembali jalan yang pekerjaannya sudah selesai tidak terlalu lama. Atau jangan sampai ada korban dulu baru diaspal kembali.

"Artinya, walaupun mereka (kontraktor, red) adendum yang seharusnya pekerjaan selesai tahun lalu, jangan terlalu lama diaspal, apalagi sampai jatuh korban pula dahulu, " kata Sigit lagi.

Menurutnya, saat ini memang banyak masyarakat yang dirugikan akibat dampak pengerjaan proyek tersebut. Maka dari itu, hal-hal yang berdampak kepada masyarakat harus jadi perhatian dan pertimbangan untuk percepatan pekerjaan diselesaikan.

Baca Juga:  Santri yang Positif di Inhil Pulang dari Jawa

"Dampak Covid-19 ini memang meluas kepada semua sektor. Namun saat ini masyarakat baru mulai bangkit harus menjadi atensi untuk didukung bersama-sama," tambahnya.

Sekali lagi, Sigit berharap kepada kontraktor pelaksana agar jalan-jalan yang sudah dibongkar, dan pekerjaan sudah selesai secepatnya pula diaspal. "Jalan yang timbunannya udah padat dan sudah layak untuk diaspal, segerakanlah," pintanya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — BANYAKNYA keluhan warga yang terdampak pengerjaan galian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi menjadi perhatian serius DPRD Pekanbaru. Untuk mendesak kontraktor proyek meminimalisir dampak, Komisi IV DPRD Pekanbaru mengagendakan hearing pekan depan.

Dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono, proyek SPALD ini sangat bagus karena bertujuan untuk menjaga kualitas air bawah tanah dari pencemaran limbah masyarakat. Hanya saja dalam pengerjaan galian saluran air limbah, kontraktor terkesan membiarkan berlama-lama jalan dalam kondisi rusak.

"Untuk itu, kami sudah agendakan untuk hearing dengan kontraktornya. Seharusnya pekan ini, tapi karena agenda reses, maka kami jadwalkan pekan depan atau nanti kami rapatkan internal (Komisi IV, red) dulu untuk kepastiannya," ujar Sigit, Selasa (23/3).

Baca Juga:  Penumpang Ro-Ro Bengkalis Menunggu sampai 14 Jam

Agenda hearing disampaikan Sigit adalah mempertanyakan kendala di lapangan dan target penyelesaian pekerjaan yang sudah terlalu lama.

‘’Kami minta semua kontraktor dapat hadir untuk bisa memaparkan soal pekerjaannya dan solusi terhadap keluhan yang dialami masyarakat saat ini,’’ sebut Sigit.

Ia menambahkan, seharusnya, untuk mengaspal kembali jalan yang pekerjaannya sudah selesai tidak terlalu lama. Atau jangan sampai ada korban dulu baru diaspal kembali.

"Artinya, walaupun mereka (kontraktor, red) adendum yang seharusnya pekerjaan selesai tahun lalu, jangan terlalu lama diaspal, apalagi sampai jatuh korban pula dahulu, " kata Sigit lagi.

Menurutnya, saat ini memang banyak masyarakat yang dirugikan akibat dampak pengerjaan proyek tersebut. Maka dari itu, hal-hal yang berdampak kepada masyarakat harus jadi perhatian dan pertimbangan untuk percepatan pekerjaan diselesaikan.

Baca Juga:  Anggota Dewan Ini Heran Pola Penanganan Penyebaran Corona Pemprov

"Dampak Covid-19 ini memang meluas kepada semua sektor. Namun saat ini masyarakat baru mulai bangkit harus menjadi atensi untuk didukung bersama-sama," tambahnya.

Sekali lagi, Sigit berharap kepada kontraktor pelaksana agar jalan-jalan yang sudah dibongkar, dan pekerjaan sudah selesai secepatnya pula diaspal. "Jalan yang timbunannya udah padat dan sudah layak untuk diaspal, segerakanlah," pintanya.(yls)

Laporan: AGUSTIAR (Pekanbaru)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari