RIAUPOS.CO – PEMERINTAH Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil) menyepakati pembangunan jembatan di wilayah perbatasan beserta peningkatan ruas jalan penghubung antarwilayah. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berada di sepanjang aliran Sungai Rokan.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan daerah oleh Bupati Rohul Anton ST MM dan Bupati Rohil H Bistaman, di sela rapat koordinasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Batam, Senin (19/1).
Kolaborasi dua kepala daerah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi pembangunan antarwilayah bertetangga, khususnya pada sektor infrastruktur di kawasan perbatasan.
Fokus utama kerja sama diarahkan pada pembangunan Jembatan Cindur serta peningkatan akses Jalan Lintas Rantau Benuang Sakti (RBS)–Ulak Kumahang di Kecamatan Kepenuhan. Infrastruktur tersebut selama ini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat perbatasan Rohul dan Rohil.
Penandatanganan kerja sama turut disaksikan Plt Kepala Dinas PUPR Rohul H Zulkifli ST, Kepala Dinas PUPR Rohil Khoirul Fahmi ST, serta Kabag Prokopim Setda Rohul H Rio Pratama SSTP.
Dalam kesepakatan bersama tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan kerja sama tidak terpengaruh oleh perubahan kepemimpinan di masing-masing daerah. Apabila terjadi perubahan regulasi atau kondisi force majeure, penyelesaian akan dilakukan melalui kesepakatan para pihak dan dituangkan dalam bentuk addendum yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjanjian.
Bupati Rohul Anton menegaskan, kerja sama ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani, pedagang, dan pelajar yang selama ini terkendala akses transportasi antarwilayah perbatasan Rohul–Rohil.
“Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, tetapi membuka urat nadi perekonomian baru. Jika akses lancar dan biaya angkut menurun, maka kesejahteraan masyarakat Rohul dan Rohil akan meningkat,” ujarnya, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, pembangunan jembatan penghubung Cindur–RBS merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat perbatasan yang telah lama menginginkan konektivitas tanpa hambatan antar dua kabupaten.
“Saya sudah memerintahkan Dinas PUPR Rohul untuk segera menindaklanjuti aspek teknis setelah penandatanganan kesepakatan ini. Lakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Rohil. Masyarakat sudah lama menunggu, ini bukti pemerintah hadir memberikan solusi nyata,” tegas mantan Kadis PUPR Rohul tersebut. (epp)


