Minggu, 6 April 2025
spot_img

Perbankan Diminta Ikut Berperan Aktif

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Dua bulan lebih Kabupaten Pelalawan dirundung musibah kabut asap. Ribuan pelajar terpaksa kehilangan waktu belajar di sekolah. Begitu pula ribuan masyarakat terserang Ispa karena akibat asap dari karhutla. Berbagai pihak pula telah melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kabut asap segera sirna. 

Tidak hanya itu, banyak elemen juga telah membagikan masker sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak langsung terpapar partikel asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga. Namun sangat disayangkan, pihak perbankan yang setiap harinya berurusan dengan uang, dinilai tidak care (peduli) terhadap kondisi kesulitan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini melawan asap.‘’Sepertinya usaha perbankan  kurang peduli dengan lingkungnnya. Pasalnya, dalam situasi sulit dengan kondisi cuaca ekstrem yang diselimuti kabut asap tebal ini, kita tidak ada mendengar ada pihak-pihak bank melakukan pembagian masker untuk masyarakat,’’ kata anggota DPRD Pelalawan Charles kepada Riau Pos, Ahad (15/9).

Baca Juga:  Gubri Sebut Sumbangsih Grup APRIL Besar bagi Investasi Riau

Sepertinya, sebutnya lagi pihak perbankan ini murni yang dikejar semata-mata keuntungan belaka, karena tidak peduli terhadap musibah kabut asap yang telah melanda masyarakat di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan

“Bahkan, kita juga tidak ada mendapat informasi adanya pihak perbankan berkoordinasi dengan organisasi yang ada di daerah ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk menyalurkan program CSR-nya, salah satu satunya membagikan masker gratis untuk masyarakat di Pelalawan ini. Serta mendirikan posko kesehatan bagi warga korban kabut asap,” ujarnya.

Tak hanya soal bantuan masker, posko kesehatan saat kabut asap, mantan Kades Kemang  ini juga menilai masih sangat minimnya peran perbankan dan pihak swasta lain dalam bidang pendidikan serta sosial kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga:  Danrem 031/Wira Bima Ramah-tamah dengan Pemkab dan Tokoh Masyarakat Inhu

“Kita harapkan ada juga rasa tanggungjawab sosial usaha bank terhadap pendidikan dan sebagainya,’’ ujarnya.(amn) 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Dua bulan lebih Kabupaten Pelalawan dirundung musibah kabut asap. Ribuan pelajar terpaksa kehilangan waktu belajar di sekolah. Begitu pula ribuan masyarakat terserang Ispa karena akibat asap dari karhutla. Berbagai pihak pula telah melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kabut asap segera sirna. 

Tidak hanya itu, banyak elemen juga telah membagikan masker sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak langsung terpapar partikel asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga. Namun sangat disayangkan, pihak perbankan yang setiap harinya berurusan dengan uang, dinilai tidak care (peduli) terhadap kondisi kesulitan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini melawan asap.‘’Sepertinya usaha perbankan  kurang peduli dengan lingkungnnya. Pasalnya, dalam situasi sulit dengan kondisi cuaca ekstrem yang diselimuti kabut asap tebal ini, kita tidak ada mendengar ada pihak-pihak bank melakukan pembagian masker untuk masyarakat,’’ kata anggota DPRD Pelalawan Charles kepada Riau Pos, Ahad (15/9).

Baca Juga:  Camat Diminta Berperan Bina Koperasi 

Sepertinya, sebutnya lagi pihak perbankan ini murni yang dikejar semata-mata keuntungan belaka, karena tidak peduli terhadap musibah kabut asap yang telah melanda masyarakat di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan

“Bahkan, kita juga tidak ada mendapat informasi adanya pihak perbankan berkoordinasi dengan organisasi yang ada di daerah ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk menyalurkan program CSR-nya, salah satu satunya membagikan masker gratis untuk masyarakat di Pelalawan ini. Serta mendirikan posko kesehatan bagi warga korban kabut asap,” ujarnya.

Tak hanya soal bantuan masker, posko kesehatan saat kabut asap, mantan Kades Kemang  ini juga menilai masih sangat minimnya peran perbankan dan pihak swasta lain dalam bidang pendidikan serta sosial kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga:  Dokter Asal Kampar Meninggal Akibat Covid-19

“Kita harapkan ada juga rasa tanggungjawab sosial usaha bank terhadap pendidikan dan sebagainya,’’ ujarnya.(amn) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Perbankan Diminta Ikut Berperan Aktif

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Dua bulan lebih Kabupaten Pelalawan dirundung musibah kabut asap. Ribuan pelajar terpaksa kehilangan waktu belajar di sekolah. Begitu pula ribuan masyarakat terserang Ispa karena akibat asap dari karhutla. Berbagai pihak pula telah melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kabut asap segera sirna. 

Tidak hanya itu, banyak elemen juga telah membagikan masker sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak langsung terpapar partikel asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga. Namun sangat disayangkan, pihak perbankan yang setiap harinya berurusan dengan uang, dinilai tidak care (peduli) terhadap kondisi kesulitan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini melawan asap.‘’Sepertinya usaha perbankan  kurang peduli dengan lingkungnnya. Pasalnya, dalam situasi sulit dengan kondisi cuaca ekstrem yang diselimuti kabut asap tebal ini, kita tidak ada mendengar ada pihak-pihak bank melakukan pembagian masker untuk masyarakat,’’ kata anggota DPRD Pelalawan Charles kepada Riau Pos, Ahad (15/9).

Baca Juga:  Dokter Asal Kampar Meninggal Akibat Covid-19

Sepertinya, sebutnya lagi pihak perbankan ini murni yang dikejar semata-mata keuntungan belaka, karena tidak peduli terhadap musibah kabut asap yang telah melanda masyarakat di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan

“Bahkan, kita juga tidak ada mendapat informasi adanya pihak perbankan berkoordinasi dengan organisasi yang ada di daerah ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk menyalurkan program CSR-nya, salah satu satunya membagikan masker gratis untuk masyarakat di Pelalawan ini. Serta mendirikan posko kesehatan bagi warga korban kabut asap,” ujarnya.

Tak hanya soal bantuan masker, posko kesehatan saat kabut asap, mantan Kades Kemang  ini juga menilai masih sangat minimnya peran perbankan dan pihak swasta lain dalam bidang pendidikan serta sosial kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga:  Pemda Harus Agresif Belanja

“Kita harapkan ada juga rasa tanggungjawab sosial usaha bank terhadap pendidikan dan sebagainya,’’ ujarnya.(amn) 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Dua bulan lebih Kabupaten Pelalawan dirundung musibah kabut asap. Ribuan pelajar terpaksa kehilangan waktu belajar di sekolah. Begitu pula ribuan masyarakat terserang Ispa karena akibat asap dari karhutla. Berbagai pihak pula telah melakukan upaya pemadaman dan pencegahan agar kabut asap segera sirna. 

Tidak hanya itu, banyak elemen juga telah membagikan masker sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak langsung terpapar partikel asap yang sangat berbahaya bagi kesehatan warga. Namun sangat disayangkan, pihak perbankan yang setiap harinya berurusan dengan uang, dinilai tidak care (peduli) terhadap kondisi kesulitan masyarakat Negeri Seiya Sekata ini melawan asap.‘’Sepertinya usaha perbankan  kurang peduli dengan lingkungnnya. Pasalnya, dalam situasi sulit dengan kondisi cuaca ekstrem yang diselimuti kabut asap tebal ini, kita tidak ada mendengar ada pihak-pihak bank melakukan pembagian masker untuk masyarakat,’’ kata anggota DPRD Pelalawan Charles kepada Riau Pos, Ahad (15/9).

Baca Juga:  Penegak Hukum Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi di Setwan Inhu

Sepertinya, sebutnya lagi pihak perbankan ini murni yang dikejar semata-mata keuntungan belaka, karena tidak peduli terhadap musibah kabut asap yang telah melanda masyarakat di Provinsi Riau khususnya Kabupaten Pelalawan

“Bahkan, kita juga tidak ada mendapat informasi adanya pihak perbankan berkoordinasi dengan organisasi yang ada di daerah ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan untuk menyalurkan program CSR-nya, salah satu satunya membagikan masker gratis untuk masyarakat di Pelalawan ini. Serta mendirikan posko kesehatan bagi warga korban kabut asap,” ujarnya.

Tak hanya soal bantuan masker, posko kesehatan saat kabut asap, mantan Kades Kemang  ini juga menilai masih sangat minimnya peran perbankan dan pihak swasta lain dalam bidang pendidikan serta sosial kemasyarakatan lainnya.

Baca Juga:  Camat Diminta Berperan Bina Koperasi 

“Kita harapkan ada juga rasa tanggungjawab sosial usaha bank terhadap pendidikan dan sebagainya,’’ ujarnya.(amn) 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari