Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Bokor Mulai Diminati Wisatawan Mancanegara​​​​​​​

(RIAUPOS.CO) — Keindahan alam yang terdapat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diminati wisatawan mancanegara. Akhir pekan lalu, sebanyak lima orang wisatawan asal Belanda dan Italia tiba di Bokor. Perjalanan mereka didampingi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bathin Galang asal desa setempat. 

Empat orang Wisman tersebut diantaranya, Roel Djikstra dan dua orang anaknya Rere dan Arien asal dari Belanda dan Katarzyna Cyran dari Italy.

Seperti diceritakan Ketua Pokdarwis bayhin Galang Desa Bokor, Sopandi kepada Riau Pos, Ahad (13/10). Kata dia, selain empat orang wisman juga terdapat satu orang wisatawan lokal asal Jogja. Perjalanan mereka mengitari keindahan desa tersebut tidak berlangsung lama. Dari Kota Pekanbaru, wisatawan tiba di Desa Bokor, Sabtu (12/9/10) pagi kemudian kembali ke Pekanbaru sore harinya.

Baca Juga:  Himperra Komit Sukseskan Program Perumnas di Riau

“Hanya beberapa jam saja. Tiba pagi, sore mereka pulang lagi ke Pekanbaru,” ungkapnya.

Walau demikian, dengan minimnya waktu yang mereka miliki, Sopandi mengaku telah menuntun seluruh wisman itu untuk menikmati setiap spot unggulan desa. Mulai dari mengitari panorama mangrove sepanjang sungai desa dengan sampan, mereka juga diajak melihat rimbunnya pohon durian.

“Selain objek wisata tersebut, kami juga memperkenalkan mereka tradisi turun temurun warga desa yang saat ini menjadi permainan rakyat lari atas tual sagu,” ucapnya.

Menurut Sopandi, kunjungan wisman seperti ini bukan yang pertama kali yang diterima oleh Pokdarwis Bathin Galang. Sebelumnya juga ada wisman dari Korea dan Jepang.

“Untuk kunjungan wisman Belanda dan Italia sudah beberapa kali kami terima sebelum ini. Selain dari kedua negara tersebut, jauh sebelum ini kami juga telah menerima kunjungan wisman Korea dan Jepang,” bebernya.

Baca Juga:  Riau Ekspor Kerang ke Thailand

Untuk meningkatkan mutu dan potensi sektor wisata di Desa Bokor, Sopandi dan kawan kawan mengaku sedang menggagas trestel di tengah hutan mangrove yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Meranti.

“Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Dalam waktu dekat akan terbuka untuk umum. Minimal dengan ini, Meranti memiliki tambahan objek wisata edukasi yang layak dinikmati kedepan,” harapnya.(nda)

 

Laporan WIRA SAPUTRA, Meranti

 

 

(RIAUPOS.CO) — Keindahan alam yang terdapat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diminati wisatawan mancanegara. Akhir pekan lalu, sebanyak lima orang wisatawan asal Belanda dan Italia tiba di Bokor. Perjalanan mereka didampingi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bathin Galang asal desa setempat. 

Empat orang Wisman tersebut diantaranya, Roel Djikstra dan dua orang anaknya Rere dan Arien asal dari Belanda dan Katarzyna Cyran dari Italy.

Seperti diceritakan Ketua Pokdarwis bayhin Galang Desa Bokor, Sopandi kepada Riau Pos, Ahad (13/10). Kata dia, selain empat orang wisman juga terdapat satu orang wisatawan lokal asal Jogja. Perjalanan mereka mengitari keindahan desa tersebut tidak berlangsung lama. Dari Kota Pekanbaru, wisatawan tiba di Desa Bokor, Sabtu (12/9/10) pagi kemudian kembali ke Pekanbaru sore harinya.

Baca Juga:  Kisah Pengabdian Polisi di Hari Bhayangkara

“Hanya beberapa jam saja. Tiba pagi, sore mereka pulang lagi ke Pekanbaru,” ungkapnya.

Walau demikian, dengan minimnya waktu yang mereka miliki, Sopandi mengaku telah menuntun seluruh wisman itu untuk menikmati setiap spot unggulan desa. Mulai dari mengitari panorama mangrove sepanjang sungai desa dengan sampan, mereka juga diajak melihat rimbunnya pohon durian.

“Selain objek wisata tersebut, kami juga memperkenalkan mereka tradisi turun temurun warga desa yang saat ini menjadi permainan rakyat lari atas tual sagu,” ucapnya.

Menurut Sopandi, kunjungan wisman seperti ini bukan yang pertama kali yang diterima oleh Pokdarwis Bathin Galang. Sebelumnya juga ada wisman dari Korea dan Jepang.

“Untuk kunjungan wisman Belanda dan Italia sudah beberapa kali kami terima sebelum ini. Selain dari kedua negara tersebut, jauh sebelum ini kami juga telah menerima kunjungan wisman Korea dan Jepang,” bebernya.

Baca Juga:  Kejati-Unri Kerja Sama Peningkatan Kesadaran Hukum

Untuk meningkatkan mutu dan potensi sektor wisata di Desa Bokor, Sopandi dan kawan kawan mengaku sedang menggagas trestel di tengah hutan mangrove yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Meranti.

“Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Dalam waktu dekat akan terbuka untuk umum. Minimal dengan ini, Meranti memiliki tambahan objek wisata edukasi yang layak dinikmati kedepan,” harapnya.(nda)

 

Laporan WIRA SAPUTRA, Meranti

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Bokor Mulai Diminati Wisatawan Mancanegara​​​​​​​

(RIAUPOS.CO) — Keindahan alam yang terdapat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diminati wisatawan mancanegara. Akhir pekan lalu, sebanyak lima orang wisatawan asal Belanda dan Italia tiba di Bokor. Perjalanan mereka didampingi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bathin Galang asal desa setempat. 

Empat orang Wisman tersebut diantaranya, Roel Djikstra dan dua orang anaknya Rere dan Arien asal dari Belanda dan Katarzyna Cyran dari Italy.

Seperti diceritakan Ketua Pokdarwis bayhin Galang Desa Bokor, Sopandi kepada Riau Pos, Ahad (13/10). Kata dia, selain empat orang wisman juga terdapat satu orang wisatawan lokal asal Jogja. Perjalanan mereka mengitari keindahan desa tersebut tidak berlangsung lama. Dari Kota Pekanbaru, wisatawan tiba di Desa Bokor, Sabtu (12/9/10) pagi kemudian kembali ke Pekanbaru sore harinya.

Baca Juga:  Sorot Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan

“Hanya beberapa jam saja. Tiba pagi, sore mereka pulang lagi ke Pekanbaru,” ungkapnya.

Walau demikian, dengan minimnya waktu yang mereka miliki, Sopandi mengaku telah menuntun seluruh wisman itu untuk menikmati setiap spot unggulan desa. Mulai dari mengitari panorama mangrove sepanjang sungai desa dengan sampan, mereka juga diajak melihat rimbunnya pohon durian.

“Selain objek wisata tersebut, kami juga memperkenalkan mereka tradisi turun temurun warga desa yang saat ini menjadi permainan rakyat lari atas tual sagu,” ucapnya.

Menurut Sopandi, kunjungan wisman seperti ini bukan yang pertama kali yang diterima oleh Pokdarwis Bathin Galang. Sebelumnya juga ada wisman dari Korea dan Jepang.

“Untuk kunjungan wisman Belanda dan Italia sudah beberapa kali kami terima sebelum ini. Selain dari kedua negara tersebut, jauh sebelum ini kami juga telah menerima kunjungan wisman Korea dan Jepang,” bebernya.

Baca Juga:  "Bagaimana Kabarnya?" Sapa Gubri saat Jemput Warga Riau dari Wuhan

Untuk meningkatkan mutu dan potensi sektor wisata di Desa Bokor, Sopandi dan kawan kawan mengaku sedang menggagas trestel di tengah hutan mangrove yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Meranti.

“Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Dalam waktu dekat akan terbuka untuk umum. Minimal dengan ini, Meranti memiliki tambahan objek wisata edukasi yang layak dinikmati kedepan,” harapnya.(nda)

 

Laporan WIRA SAPUTRA, Meranti

 

 

(RIAUPOS.CO) — Keindahan alam yang terdapat di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti mulai diminati wisatawan mancanegara. Akhir pekan lalu, sebanyak lima orang wisatawan asal Belanda dan Italia tiba di Bokor. Perjalanan mereka didampingi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bathin Galang asal desa setempat. 

Empat orang Wisman tersebut diantaranya, Roel Djikstra dan dua orang anaknya Rere dan Arien asal dari Belanda dan Katarzyna Cyran dari Italy.

Seperti diceritakan Ketua Pokdarwis bayhin Galang Desa Bokor, Sopandi kepada Riau Pos, Ahad (13/10). Kata dia, selain empat orang wisman juga terdapat satu orang wisatawan lokal asal Jogja. Perjalanan mereka mengitari keindahan desa tersebut tidak berlangsung lama. Dari Kota Pekanbaru, wisatawan tiba di Desa Bokor, Sabtu (12/9/10) pagi kemudian kembali ke Pekanbaru sore harinya.

Baca Juga:  Jalur Hulu Kuantan "Kuasai" Tepian Teluk Bayur

“Hanya beberapa jam saja. Tiba pagi, sore mereka pulang lagi ke Pekanbaru,” ungkapnya.

Walau demikian, dengan minimnya waktu yang mereka miliki, Sopandi mengaku telah menuntun seluruh wisman itu untuk menikmati setiap spot unggulan desa. Mulai dari mengitari panorama mangrove sepanjang sungai desa dengan sampan, mereka juga diajak melihat rimbunnya pohon durian.

“Selain objek wisata tersebut, kami juga memperkenalkan mereka tradisi turun temurun warga desa yang saat ini menjadi permainan rakyat lari atas tual sagu,” ucapnya.

Menurut Sopandi, kunjungan wisman seperti ini bukan yang pertama kali yang diterima oleh Pokdarwis Bathin Galang. Sebelumnya juga ada wisman dari Korea dan Jepang.

“Untuk kunjungan wisman Belanda dan Italia sudah beberapa kali kami terima sebelum ini. Selain dari kedua negara tersebut, jauh sebelum ini kami juga telah menerima kunjungan wisman Korea dan Jepang,” bebernya.

Baca Juga:  Antre Solar, Jalur Sumut-Riau Macet Total

Untuk meningkatkan mutu dan potensi sektor wisata di Desa Bokor, Sopandi dan kawan kawan mengaku sedang menggagas trestel di tengah hutan mangrove yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kepulauan Meranti.

“Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Dalam waktu dekat akan terbuka untuk umum. Minimal dengan ini, Meranti memiliki tambahan objek wisata edukasi yang layak dinikmati kedepan,” harapnya.(nda)

 

Laporan WIRA SAPUTRA, Meranti

 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari