Senin, 5 Januari 2026
spot_img
spot_img

Bebas, Senyum Bongku Sakai Kembali ke Keluarga

DURI (RIAUPOS.CO) – Bongku bin Jelodan, masyarakat adat suku Sakai yang dikriminalisasi oleh korporasi PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, kini telah bebas.

Bongku yang divonis 1 tahun penjara denda 200 juta dan subsider 1 bulan oleh putusan Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, sempat mendekam kurang lebih 7 bulan dibalik jeruji besi sembari kasus yang menimpanya tersebut berjalan sejak November 2019.

Menurut sumber Riaupos.co, Bongku sudah kembali ke keluarga di Dusun Suluk Bongkal, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, Rabu (10/6/2020) malam. Dia dijemput pihak keluarga dari tempat dirinya ditahan menuju ke kediamannya tersebut.

Kepala adat suku Sakai Perbatinan Beringin, Uka Sofian bin Kitah, mengaku bersyukur Bongku dibebaskan.

Baca Juga:  800 Kilogram Garam Disemai di Langit Bengkalis dan Dumai, Hujan di Rohil dan Siak

"Alhamdulillah, dengan haru beliau tersenyum setelah terbebas dari jeruji besi yang mengurunginya selama 7 bulan," kata Uka kepada Riaupos.co, Kamis (11/6/2020).

Uka bin Kitah didampingi M Sefriadi, selaku ketua wilayah Kabupaten Bengkalis Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HPPMS-R) berharap masalah yang dihadapi Bongku menjadi pelajaran bersama.

"Harapan kita setelah semua masalah yang dihadapi Bongku ini menjadi pembelajaran kepada Batin-batin Kepala suku Sakai dan seluruh Batin-batin Sakai, mari kita ambil hikmah dari masalah bongku ini," ungkapnya.

Uka Sofian juga menjelaskan, bahwa kedudukan Pak Bongku adalah adik dari Batin Kitah (almarhum) yang merupakan Kepala Bathin Beringin sebelumnya.

Sementara pihak LBH yang mendampingi kasus Bongku, hingga Kamis siang ini belum memberikan penjelasan lebih detil perihal bebasnya warga asli pedalaman Riau tersebut. Namun pihak terkait dikonfirmasi Riaupos.co mengaku akan mengeluarkan pernyataan sesegera mungkin.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Nelayan Bengkalis Diimbau Waspada

Laporan: *1/egp (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

DURI (RIAUPOS.CO) – Bongku bin Jelodan, masyarakat adat suku Sakai yang dikriminalisasi oleh korporasi PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, kini telah bebas.

Bongku yang divonis 1 tahun penjara denda 200 juta dan subsider 1 bulan oleh putusan Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, sempat mendekam kurang lebih 7 bulan dibalik jeruji besi sembari kasus yang menimpanya tersebut berjalan sejak November 2019.

Menurut sumber Riaupos.co, Bongku sudah kembali ke keluarga di Dusun Suluk Bongkal, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, Rabu (10/6/2020) malam. Dia dijemput pihak keluarga dari tempat dirinya ditahan menuju ke kediamannya tersebut.

Kepala adat suku Sakai Perbatinan Beringin, Uka Sofian bin Kitah, mengaku bersyukur Bongku dibebaskan.

Baca Juga:  Calon Dirut dan Dewan Pengawas PD RHJ Ikuti Seleksi UKK

"Alhamdulillah, dengan haru beliau tersenyum setelah terbebas dari jeruji besi yang mengurunginya selama 7 bulan," kata Uka kepada Riaupos.co, Kamis (11/6/2020).

- Advertisement -

Uka bin Kitah didampingi M Sefriadi, selaku ketua wilayah Kabupaten Bengkalis Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HPPMS-R) berharap masalah yang dihadapi Bongku menjadi pelajaran bersama.

"Harapan kita setelah semua masalah yang dihadapi Bongku ini menjadi pembelajaran kepada Batin-batin Kepala suku Sakai dan seluruh Batin-batin Sakai, mari kita ambil hikmah dari masalah bongku ini," ungkapnya.

- Advertisement -

Uka Sofian juga menjelaskan, bahwa kedudukan Pak Bongku adalah adik dari Batin Kitah (almarhum) yang merupakan Kepala Bathin Beringin sebelumnya.

Sementara pihak LBH yang mendampingi kasus Bongku, hingga Kamis siang ini belum memberikan penjelasan lebih detil perihal bebasnya warga asli pedalaman Riau tersebut. Namun pihak terkait dikonfirmasi Riaupos.co mengaku akan mengeluarkan pernyataan sesegera mungkin.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Nelayan Bengkalis Diimbau Waspada

Laporan: *1/egp (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DURI (RIAUPOS.CO) – Bongku bin Jelodan, masyarakat adat suku Sakai yang dikriminalisasi oleh korporasi PT Arara Abadi di Kabupaten Bengkalis, kini telah bebas.

Bongku yang divonis 1 tahun penjara denda 200 juta dan subsider 1 bulan oleh putusan Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, sempat mendekam kurang lebih 7 bulan dibalik jeruji besi sembari kasus yang menimpanya tersebut berjalan sejak November 2019.

Menurut sumber Riaupos.co, Bongku sudah kembali ke keluarga di Dusun Suluk Bongkal, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, Rabu (10/6/2020) malam. Dia dijemput pihak keluarga dari tempat dirinya ditahan menuju ke kediamannya tersebut.

Kepala adat suku Sakai Perbatinan Beringin, Uka Sofian bin Kitah, mengaku bersyukur Bongku dibebaskan.

Baca Juga:  Gubri Belum Siapkan Pengisian Pejabat

"Alhamdulillah, dengan haru beliau tersenyum setelah terbebas dari jeruji besi yang mengurunginya selama 7 bulan," kata Uka kepada Riaupos.co, Kamis (11/6/2020).

Uka bin Kitah didampingi M Sefriadi, selaku ketua wilayah Kabupaten Bengkalis Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HPPMS-R) berharap masalah yang dihadapi Bongku menjadi pelajaran bersama.

"Harapan kita setelah semua masalah yang dihadapi Bongku ini menjadi pembelajaran kepada Batin-batin Kepala suku Sakai dan seluruh Batin-batin Sakai, mari kita ambil hikmah dari masalah bongku ini," ungkapnya.

Uka Sofian juga menjelaskan, bahwa kedudukan Pak Bongku adalah adik dari Batin Kitah (almarhum) yang merupakan Kepala Bathin Beringin sebelumnya.

Sementara pihak LBH yang mendampingi kasus Bongku, hingga Kamis siang ini belum memberikan penjelasan lebih detil perihal bebasnya warga asli pedalaman Riau tersebut. Namun pihak terkait dikonfirmasi Riaupos.co mengaku akan mengeluarkan pernyataan sesegera mungkin.

Baca Juga:  Rektor Unri Diklarifikasi selama 4 Jam

Laporan: *1/egp (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari