Minggu, 6 April 2025
spot_img

BBKSDA Riau Temukan 170 Jerat di Hutan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember mereka sudah menemukan170 jerat atau perangkap untuk menangkap satwa  dalam hutan di Riau.

"Operasi ini cukup efektif dan saat kami temui di lapangan, model jeratnya semakin variatif," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Ahad (8/12).

Suharyono mengatakan, kematian satwa liar di Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar. Salah satu model perburuan satwa liar di Riau, yaitu  pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dalihnya memasang jerat babi hutan. Akan tetapi, kebanyakan yang menjadi korban jerat adalah satwa liar dilindungi undang-undang. Seperti gajah sumatera (elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (panthera tigris sumatrae), beruang (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus) dan jenis lainnya.

Baca Juga:  Persentase Kesembuhan 91 Persen

"Dalam tahun 2018-2019, gajah sumatera yang terkena jerat 4 ekor, harimau sumatera 3 ekor, beruang 2 ekor dan tapir 2 ekor, yang terjadi dalam kantong Giam Siak Kecil, Kerumutan dan Zamrud," ungkapnya.

Dengan banyaknya jerat dalam kawasan hutan, kata Suharyono, BBKSDA Riau bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP mengambil langkah cepat. Yakni melakukan operasi jerat di kawasan konservasi dan kawasan hutan di sekitarnya di wilayah kerja Bidang KSDA wilayah 1 dan 2.

"Operasi jerat ini bertujuan untuk membersihkan jerat-jerat yang terpasang dalam kawasan hutan dan sekitarnya, meminimalisir kematian satwa liar, serta pencegahan perburuan," katanya.

Adapun penemuan jerat tersebut di Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan 4 buah,  Kerumutan Selatan Kecamatan Kuala Cinaku, Inhu 7 buah, Giam Siak Utara Kecamatan Talang Mandau, Bengkalis 30 buah, Giam Siak Selatan Kecamatan Sungai Mandau, Siak 36 buah. Kerumutan Utara Kecamatan Kerumutan, Pelalawan 21 buah, Kerumutan Selatan Kecamatan Rengat, Inhu 8 buah, Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis 34 buah dan Zamrud Kecamatan Dayun, Siak 30 buah.(*4)

Baca Juga:  Bawaslu Temukan Persoalan di 76 TPS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember mereka sudah menemukan170 jerat atau perangkap untuk menangkap satwa  dalam hutan di Riau.

"Operasi ini cukup efektif dan saat kami temui di lapangan, model jeratnya semakin variatif," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Ahad (8/12).

Suharyono mengatakan, kematian satwa liar di Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar. Salah satu model perburuan satwa liar di Riau, yaitu  pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dalihnya memasang jerat babi hutan. Akan tetapi, kebanyakan yang menjadi korban jerat adalah satwa liar dilindungi undang-undang. Seperti gajah sumatera (elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (panthera tigris sumatrae), beruang (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus) dan jenis lainnya.

Baca Juga:  Persentase Kesembuhan 91 Persen

"Dalam tahun 2018-2019, gajah sumatera yang terkena jerat 4 ekor, harimau sumatera 3 ekor, beruang 2 ekor dan tapir 2 ekor, yang terjadi dalam kantong Giam Siak Kecil, Kerumutan dan Zamrud," ungkapnya.

Dengan banyaknya jerat dalam kawasan hutan, kata Suharyono, BBKSDA Riau bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP mengambil langkah cepat. Yakni melakukan operasi jerat di kawasan konservasi dan kawasan hutan di sekitarnya di wilayah kerja Bidang KSDA wilayah 1 dan 2.

"Operasi jerat ini bertujuan untuk membersihkan jerat-jerat yang terpasang dalam kawasan hutan dan sekitarnya, meminimalisir kematian satwa liar, serta pencegahan perburuan," katanya.

Adapun penemuan jerat tersebut di Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan 4 buah,  Kerumutan Selatan Kecamatan Kuala Cinaku, Inhu 7 buah, Giam Siak Utara Kecamatan Talang Mandau, Bengkalis 30 buah, Giam Siak Selatan Kecamatan Sungai Mandau, Siak 36 buah. Kerumutan Utara Kecamatan Kerumutan, Pelalawan 21 buah, Kerumutan Selatan Kecamatan Rengat, Inhu 8 buah, Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis 34 buah dan Zamrud Kecamatan Dayun, Siak 30 buah.(*4)

Baca Juga:  Sudah Dua Bulan Blangko KTP-el Kosong
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

BBKSDA Riau Temukan 170 Jerat di Hutan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember mereka sudah menemukan170 jerat atau perangkap untuk menangkap satwa  dalam hutan di Riau.

"Operasi ini cukup efektif dan saat kami temui di lapangan, model jeratnya semakin variatif," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Ahad (8/12).

Suharyono mengatakan, kematian satwa liar di Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar. Salah satu model perburuan satwa liar di Riau, yaitu  pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dalihnya memasang jerat babi hutan. Akan tetapi, kebanyakan yang menjadi korban jerat adalah satwa liar dilindungi undang-undang. Seperti gajah sumatera (elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (panthera tigris sumatrae), beruang (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus) dan jenis lainnya.

Baca Juga:  Persentase Kesembuhan 91 Persen

"Dalam tahun 2018-2019, gajah sumatera yang terkena jerat 4 ekor, harimau sumatera 3 ekor, beruang 2 ekor dan tapir 2 ekor, yang terjadi dalam kantong Giam Siak Kecil, Kerumutan dan Zamrud," ungkapnya.

Dengan banyaknya jerat dalam kawasan hutan, kata Suharyono, BBKSDA Riau bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP mengambil langkah cepat. Yakni melakukan operasi jerat di kawasan konservasi dan kawasan hutan di sekitarnya di wilayah kerja Bidang KSDA wilayah 1 dan 2.

"Operasi jerat ini bertujuan untuk membersihkan jerat-jerat yang terpasang dalam kawasan hutan dan sekitarnya, meminimalisir kematian satwa liar, serta pencegahan perburuan," katanya.

Adapun penemuan jerat tersebut di Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan 4 buah,  Kerumutan Selatan Kecamatan Kuala Cinaku, Inhu 7 buah, Giam Siak Utara Kecamatan Talang Mandau, Bengkalis 30 buah, Giam Siak Selatan Kecamatan Sungai Mandau, Siak 36 buah. Kerumutan Utara Kecamatan Kerumutan, Pelalawan 21 buah, Kerumutan Selatan Kecamatan Rengat, Inhu 8 buah, Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis 34 buah dan Zamrud Kecamatan Dayun, Siak 30 buah.(*4)

Baca Juga:  Bawaslu Temukan Persoalan di 76 TPS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember mereka sudah menemukan170 jerat atau perangkap untuk menangkap satwa  dalam hutan di Riau.

"Operasi ini cukup efektif dan saat kami temui di lapangan, model jeratnya semakin variatif," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Ahad (8/12).

Suharyono mengatakan, kematian satwa liar di Riau menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Penyebab utamanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar. Salah satu model perburuan satwa liar di Riau, yaitu  pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dalihnya memasang jerat babi hutan. Akan tetapi, kebanyakan yang menjadi korban jerat adalah satwa liar dilindungi undang-undang. Seperti gajah sumatera (elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (panthera tigris sumatrae), beruang (helarctos malayanus), tapir (tapirus indicus) dan jenis lainnya.

Baca Juga:  Kenali Tradisi Jelang Perayaan Imlek

"Dalam tahun 2018-2019, gajah sumatera yang terkena jerat 4 ekor, harimau sumatera 3 ekor, beruang 2 ekor dan tapir 2 ekor, yang terjadi dalam kantong Giam Siak Kecil, Kerumutan dan Zamrud," ungkapnya.

Dengan banyaknya jerat dalam kawasan hutan, kata Suharyono, BBKSDA Riau bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan dan CIWT UNDP mengambil langkah cepat. Yakni melakukan operasi jerat di kawasan konservasi dan kawasan hutan di sekitarnya di wilayah kerja Bidang KSDA wilayah 1 dan 2.

"Operasi jerat ini bertujuan untuk membersihkan jerat-jerat yang terpasang dalam kawasan hutan dan sekitarnya, meminimalisir kematian satwa liar, serta pencegahan perburuan," katanya.

Adapun penemuan jerat tersebut di Kerumutan Utara Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan 4 buah,  Kerumutan Selatan Kecamatan Kuala Cinaku, Inhu 7 buah, Giam Siak Utara Kecamatan Talang Mandau, Bengkalis 30 buah, Giam Siak Selatan Kecamatan Sungai Mandau, Siak 36 buah. Kerumutan Utara Kecamatan Kerumutan, Pelalawan 21 buah, Kerumutan Selatan Kecamatan Rengat, Inhu 8 buah, Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis 34 buah dan Zamrud Kecamatan Dayun, Siak 30 buah.(*4)

Baca Juga:  Bupati Cek Personel Damkar
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari