Jumat, 3 April 2026
- Advertisement -

168 Warga Meranti Terjangkit HIV/AIDS

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 168 orang, namun dari jumlah tersebut hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian Antiretroviral Therapy (ART). Rincian jumlah kasus itu terdiri dari 51 penderita HIV dan 117 AIDS.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti M Fahri SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Widya Nengsih SKM kepada Riau Pos, Ahad (3/3).

“Jumlah kasus HIV/AIDS dirangkum dengan rentang waktu mulai dari 2014 hingga tahun 2023 lalu. Demikian juga sebelumnya dari 2004 hingga 2013. Rata rata kasus yang tercatat temuan dari faskes,” ujar Widya.

Jika ditakar data dari dua periode tersebut, jumlah kasus saat ini meningkat pesat dari sebelumnya. Karena kata dia, untuk periode 2004 hingga 2013 kasus HIV/AIDS di Kepulauan Meranti hanya tercatat sebanyak 26 kasus yang terdiri dari 18 kasus HIV dan 8 kasus AIDS.

Baca Juga:  Adopsi Inovasi Demi Kemajuan Siak Bupati ke Tabanan, Sekda ke Badung

Penyebab peningkatan kasus disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari kepatuhan penderita untuk mengikuti pengobatan atau pemberian ART hingga kebiasaan buruk dari pola hidup yang terlilit sek bebas.

“Untuk periode ini saja hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian ART. Malah ada beberapa penderita ketika sakitnya sudah mendingan karena obat yang kita berikan, setelah itu tidak kembali lagi,” ujarnya.

M Fahri menambahkan peningkatan peningkatan ODHA atau orang dengan HIV/AIDS) tak dibarengi dengan keberadaan konselor (pendamping).

Ditambah menurutnya keberadaan ODHA di Kepulauan Meranti murni temuan mereka. Pasalnya selama ini belum ada masyarakat yang mencoba mengecek untuk memastikan apakah terjangkit HIV-ADS atau tidak.

Baca Juga:  Panitia Muswil PP Riau Buka Pendaftaran Balon Ketua

Padahal upaya menginventarisir penderita HIV-AIDS penting dilakukan, karena penyakit tersebut menular dan cukup membahayakan.(wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 168 orang, namun dari jumlah tersebut hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian Antiretroviral Therapy (ART). Rincian jumlah kasus itu terdiri dari 51 penderita HIV dan 117 AIDS.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti M Fahri SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Widya Nengsih SKM kepada Riau Pos, Ahad (3/3).

“Jumlah kasus HIV/AIDS dirangkum dengan rentang waktu mulai dari 2014 hingga tahun 2023 lalu. Demikian juga sebelumnya dari 2004 hingga 2013. Rata rata kasus yang tercatat temuan dari faskes,” ujar Widya.

Jika ditakar data dari dua periode tersebut, jumlah kasus saat ini meningkat pesat dari sebelumnya. Karena kata dia, untuk periode 2004 hingga 2013 kasus HIV/AIDS di Kepulauan Meranti hanya tercatat sebanyak 26 kasus yang terdiri dari 18 kasus HIV dan 8 kasus AIDS.

Baca Juga:  Perketat Pengawasan Penumpang dari Jawa

Penyebab peningkatan kasus disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari kepatuhan penderita untuk mengikuti pengobatan atau pemberian ART hingga kebiasaan buruk dari pola hidup yang terlilit sek bebas.

- Advertisement -

“Untuk periode ini saja hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian ART. Malah ada beberapa penderita ketika sakitnya sudah mendingan karena obat yang kita berikan, setelah itu tidak kembali lagi,” ujarnya.

M Fahri menambahkan peningkatan peningkatan ODHA atau orang dengan HIV/AIDS) tak dibarengi dengan keberadaan konselor (pendamping).

- Advertisement -

Ditambah menurutnya keberadaan ODHA di Kepulauan Meranti murni temuan mereka. Pasalnya selama ini belum ada masyarakat yang mencoba mengecek untuk memastikan apakah terjangkit HIV-ADS atau tidak.

Baca Juga:  Camat Kandis Terima Kunjungan Pendeta Se-Kecamatan Kandis

Padahal upaya menginventarisir penderita HIV-AIDS penting dilakukan, karena penyakit tersebut menular dan cukup membahayakan.(wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kepulauan Meranti mencapai 168 orang, namun dari jumlah tersebut hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian Antiretroviral Therapy (ART). Rincian jumlah kasus itu terdiri dari 51 penderita HIV dan 117 AIDS.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti M Fahri SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Widya Nengsih SKM kepada Riau Pos, Ahad (3/3).

“Jumlah kasus HIV/AIDS dirangkum dengan rentang waktu mulai dari 2014 hingga tahun 2023 lalu. Demikian juga sebelumnya dari 2004 hingga 2013. Rata rata kasus yang tercatat temuan dari faskes,” ujar Widya.

Jika ditakar data dari dua periode tersebut, jumlah kasus saat ini meningkat pesat dari sebelumnya. Karena kata dia, untuk periode 2004 hingga 2013 kasus HIV/AIDS di Kepulauan Meranti hanya tercatat sebanyak 26 kasus yang terdiri dari 18 kasus HIV dan 8 kasus AIDS.

Baca Juga:  Siap Berkolaborasi dan Bersinergi, Bank BJB Cabang Pekanbaru Kunjungi Riau Pos

Penyebab peningkatan kasus disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari kepatuhan penderita untuk mengikuti pengobatan atau pemberian ART hingga kebiasaan buruk dari pola hidup yang terlilit sek bebas.

“Untuk periode ini saja hanya 60 penderita yang patuh mengikuti pengobatan atau pemberian ART. Malah ada beberapa penderita ketika sakitnya sudah mendingan karena obat yang kita berikan, setelah itu tidak kembali lagi,” ujarnya.

M Fahri menambahkan peningkatan peningkatan ODHA atau orang dengan HIV/AIDS) tak dibarengi dengan keberadaan konselor (pendamping).

Ditambah menurutnya keberadaan ODHA di Kepulauan Meranti murni temuan mereka. Pasalnya selama ini belum ada masyarakat yang mencoba mengecek untuk memastikan apakah terjangkit HIV-ADS atau tidak.

Baca Juga:  Kunjungi Riau Pos, Perwakilan Disdik Riau Bahas Potensi Iven DBL

Padahal upaya menginventarisir penderita HIV-AIDS penting dilakukan, karena penyakit tersebut menular dan cukup membahayakan.(wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari