Rabu, 17 April 2024

Diimbau Tak Berangkat jika Kelebihan Kapasitas

Harga Tiket Kapal Masih Normal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang musim mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi, harga tiket kapal di Pelabuhan Sungai Duku, Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru masih normal, Senin (1/4).

Pantauan Riau Pos, tampak belum ada terjadi kepadatan pemudik di area Pelabuhan Sungai Duku. Sejumlah calon penumpang juga mulai melakukan pemesanan langsung ke loket penjualan tiket kapal yang ada di pelabuhan tersebut.

- Advertisement -

Kepala UPT Pelabuhan Sungai Duku, Etria Idrusalam mengatakan, tahun ini belum tampak adanya peningkatan harga tiket kapal di Pelabuhan Sungai Duku. Sampai saat ini hanya dua armada yakni Kapal Jelatik dan Nagaline melayani calon penumpang yang akan mudik.

Harga tiket untuk kedua armada tersebut tidak ada kenaikan. Tarif kedua armada tersebut masih sama dengan tarif biasa. “Untuk harga tiket masih tetap sama, tidak ada kenaikan. Untuk Kapal Jelatik Rp167 ribu dan Nagaline Rp235 ribu,” ujarnya.

Namun, momentum mudik tahun ini operasional kedua armada masih tetap sama. Namun jika terjadi peningkatan penumpang yang signifikan, bukan tidak mungkin masing-masing armada menambah jadwal keberangkatannya.

- Advertisement -

Untuk saat ini Kapal Jelatik berangkat 3 kali dalam sepekan. Sedangkan untuk Nagaline tetap melayani keberangkatan setiap harinya. “Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan mudik tahun ini. Jika arus mudik mulai meningkat maka kami akan meminta setiap armada untuk menambah jadwal keberangkatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso mengatakan selain armada darat, Pelabuhan Sungai Duku sebagai jalur perjalanan kapal juga menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh para pemudik di Kota Pekanbaru.

Agar perjalanan mudik menggunakan kapal lebih aman dan nyaman terdapat sejumlah tip dari Dishub Kota Pekanbaru. Yakni melakukan pemesanan tiket kapal laut lebih awal, memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat, memastikan asuransi perjalanan yang mencakup perjalanan laut untuk perlindungan tambahan.

Selain itu, membawa obat antimabuk laut jika kamu rentan terhadap mabuk laut,membawa pakaian yang sesuai dengan cuaca di destinasi liburan, mengamati petunjuk keselamatan kapal dan ikuti prosedur evakuasi, dan mematuhi aturan kapal dan hormati awak kapal.

Baca Juga:  Evaluasi Pejabat Ditarget Rampung Oktober

“Sejumlah tip mudik ini bisa menjadi pilihan bagi para pemudik agar bisa tetap menikmati libur di kampung halaman bersama keluarga tercinta,” tuturnya.

Di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti mengalami peningkatan jumlah penumpang. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan mengatakan peningkatan tersebut berlangsung sejak, 26 Maret 2024 lalu.

“Naik mulai dari jumlah penumpang hingga kunjungan armada,” ungkapnya kepada Riau Pos, Senin (1/4). “Kenaikan ini terpantau jika dibandingkan dengan hari biasa dengan jumlah penumpang rata rata 600 orang,” tambahnya.

Secara rinci sejak H-15 (26/3) hingga H-10, jumlah penumpang dikalkulasi tidak kurang dari 16.135 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 8.824 orang penumpang yang turun dan 7.327 penumpang yang naik dengan jumlah kunjungan armada sebanyak 258 trayek.

Tidak hanya itu, peningkatan itu juga terjadi jika dibandingkan dengan tingkat arus mudik 2023 lalu. Di mulai dari H-15 hingga H-10 tahun lalu tidak kurang dari 8.560 orang dengan rincian 5.152 orang turun dan 3.408 orang naik

“Artinya jika kita kalkulasi penumpang yang turun terjadi peningkatan sebesar 71.27 persen. Sementara penumpang yang naik menembus 114.99 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Selatpanjang, Ade Kurniawan mengimbau penumpang tidak memaksakan diri untuk berangkat apabila kapasitas kapal sudah dalam keadaan penuh. “Tertib mudik demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita bersama. Ingat keluarga di rumah,” imbaunya.

Ade juga meminta kepada pihak operator kapal maupun agen penjualan tiket agar tidak menjual tiketnya apabila kapasitas kapal telah penuh dan diminta berkoordinasi dengan petugas di lapangan terkait kelancaran arus mudik tahun 2024 di Pelabuhan Selatpanjang. “Jadi kita berharap agar bisa saling berkoordinasi apabila ada kendala, karena di pelabuhan juga ada posko yang sudah dibentuk. Mari sama-sama kita ciptakan mudik ceria, mudik penuh makna,” ungkapnya.

Peningkatan arus mudik juga terjadi di jalur perairan sungai dan laut di Kabupaten Pelalawan. Ini karena masa liburan dan cuti  Idulfitri 1445 H bagi para ASN di lingkungan Pemkab Pelalawan serta para karyawan perusahaan telah diumumkan.

Baca Juga:  Riau Belum Terapkan PPKM

Sejumlah penumpang arus mudik menyebutkan, mereka harus memesan tiket lebih awal untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket speedboat akibat jumlah penumpang arus mudik yang diprediksi akan membludak.

Salah satu pemudik yang ingin menaiki speedboat Pulau Muda Express Teng Madar mengaku akan mudik bersama keluarga ke Kecamatan Kuala Kampar. Dirinya rela berdesak-desakan dan mengantre membeli tiket lebih awal karena memang arus mudik mulai dipadati penumpang.

“Selain itu, saya beli tiket lebih awal juga untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket speedboat karena takut tidak bisa berangkat mudik nantinya. Makin lama tentunya makin dipadati penumpang,” terang kepada Riau Pos, Senin (1/4).

Pria yang berprofesi sebagai pegawai di salah satu Dinas Pemkab Pelalawan ini, jika tidak memesan tiket lebih awal dipastikan tidak bisa berangkat mudik. “Apalagi, informasinya hanya ada 3 armada speed yang melayani rute langsung Pangkalankerinci uala Kampar dan Pangkalankerinci-Tanjung Batu Kabupaten Karimun,” paparnya.

Ditanya harga tiket, pria yang akrab disapa pak Madar ini menyebutkan bahwa, harga tiket masih normal atau tidak terjadi kenaikan dari hari biasa. “Alhamduulillah harga tiket tetap normal yakni sebesar Rp250.000,’’ ujarnya.

‘’Namun demikian, tentunya harapan kami pihak terkait dapat menyiagakan armada tambahan untuk menghindari terjadinya lonjakan pada H- 3 sampai H-1 nantinya. Sehingga ada jaminan masyarakat yang akan mudik mendapatkan tiket keberangkatannya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan, Ferry Zulkarnain Fasda Bino MSi  mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya lonjakan penumpang arus mudik Idulfitri 1445 H.

“Kami belum dapat informasinya dari pihak UPTD bahwa telah terjadi lonjakan arus mudik  ini. Jika memang terjadi lonjakan penumpang pada arus mudik ini, maka tentunya kita akan melakukan penambahan 2 armada sehingga ada kepastian bagi para penumpang yang akan mudik ke kampung halamannya untuk mendapatkan tiket pemberangkatan,” tuturnya.(ayi/wir/amn)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Beberapa hari jelang musim mudik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi, harga tiket kapal di Pelabuhan Sungai Duku, Jalan Tanjung Datuk, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru masih normal, Senin (1/4).

Pantauan Riau Pos, tampak belum ada terjadi kepadatan pemudik di area Pelabuhan Sungai Duku. Sejumlah calon penumpang juga mulai melakukan pemesanan langsung ke loket penjualan tiket kapal yang ada di pelabuhan tersebut.

Kepala UPT Pelabuhan Sungai Duku, Etria Idrusalam mengatakan, tahun ini belum tampak adanya peningkatan harga tiket kapal di Pelabuhan Sungai Duku. Sampai saat ini hanya dua armada yakni Kapal Jelatik dan Nagaline melayani calon penumpang yang akan mudik.

Harga tiket untuk kedua armada tersebut tidak ada kenaikan. Tarif kedua armada tersebut masih sama dengan tarif biasa. “Untuk harga tiket masih tetap sama, tidak ada kenaikan. Untuk Kapal Jelatik Rp167 ribu dan Nagaline Rp235 ribu,” ujarnya.

Namun, momentum mudik tahun ini operasional kedua armada masih tetap sama. Namun jika terjadi peningkatan penumpang yang signifikan, bukan tidak mungkin masing-masing armada menambah jadwal keberangkatannya.

Untuk saat ini Kapal Jelatik berangkat 3 kali dalam sepekan. Sedangkan untuk Nagaline tetap melayani keberangkatan setiap harinya. “Kami akan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan mudik tahun ini. Jika arus mudik mulai meningkat maka kami akan meminta setiap armada untuk menambah jadwal keberangkatannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso mengatakan selain armada darat, Pelabuhan Sungai Duku sebagai jalur perjalanan kapal juga menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan oleh para pemudik di Kota Pekanbaru.

Agar perjalanan mudik menggunakan kapal lebih aman dan nyaman terdapat sejumlah tip dari Dishub Kota Pekanbaru. Yakni melakukan pemesanan tiket kapal laut lebih awal, memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat, memastikan asuransi perjalanan yang mencakup perjalanan laut untuk perlindungan tambahan.

Selain itu, membawa obat antimabuk laut jika kamu rentan terhadap mabuk laut,membawa pakaian yang sesuai dengan cuaca di destinasi liburan, mengamati petunjuk keselamatan kapal dan ikuti prosedur evakuasi, dan mematuhi aturan kapal dan hormati awak kapal.

Baca Juga:  Terbitkan SE Penyusunan RAPBD 2020

“Sejumlah tip mudik ini bisa menjadi pilihan bagi para pemudik agar bisa tetap menikmati libur di kampung halaman bersama keluarga tercinta,” tuturnya.

Di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti mengalami peningkatan jumlah penumpang. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) IV Selatpanjang Leonardo Natal Siahaan mengatakan peningkatan tersebut berlangsung sejak, 26 Maret 2024 lalu.

“Naik mulai dari jumlah penumpang hingga kunjungan armada,” ungkapnya kepada Riau Pos, Senin (1/4). “Kenaikan ini terpantau jika dibandingkan dengan hari biasa dengan jumlah penumpang rata rata 600 orang,” tambahnya.

Secara rinci sejak H-15 (26/3) hingga H-10, jumlah penumpang dikalkulasi tidak kurang dari 16.135 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 8.824 orang penumpang yang turun dan 7.327 penumpang yang naik dengan jumlah kunjungan armada sebanyak 258 trayek.

Tidak hanya itu, peningkatan itu juga terjadi jika dibandingkan dengan tingkat arus mudik 2023 lalu. Di mulai dari H-15 hingga H-10 tahun lalu tidak kurang dari 8.560 orang dengan rincian 5.152 orang turun dan 3.408 orang naik

“Artinya jika kita kalkulasi penumpang yang turun terjadi peningkatan sebesar 71.27 persen. Sementara penumpang yang naik menembus 114.99 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Selatpanjang, Ade Kurniawan mengimbau penumpang tidak memaksakan diri untuk berangkat apabila kapasitas kapal sudah dalam keadaan penuh. “Tertib mudik demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita bersama. Ingat keluarga di rumah,” imbaunya.

Ade juga meminta kepada pihak operator kapal maupun agen penjualan tiket agar tidak menjual tiketnya apabila kapasitas kapal telah penuh dan diminta berkoordinasi dengan petugas di lapangan terkait kelancaran arus mudik tahun 2024 di Pelabuhan Selatpanjang. “Jadi kita berharap agar bisa saling berkoordinasi apabila ada kendala, karena di pelabuhan juga ada posko yang sudah dibentuk. Mari sama-sama kita ciptakan mudik ceria, mudik penuh makna,” ungkapnya.

Peningkatan arus mudik juga terjadi di jalur perairan sungai dan laut di Kabupaten Pelalawan. Ini karena masa liburan dan cuti  Idulfitri 1445 H bagi para ASN di lingkungan Pemkab Pelalawan serta para karyawan perusahaan telah diumumkan.

Baca Juga:  Evaluasi Pejabat Ditarget Rampung Oktober

Sejumlah penumpang arus mudik menyebutkan, mereka harus memesan tiket lebih awal untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket speedboat akibat jumlah penumpang arus mudik yang diprediksi akan membludak.

Salah satu pemudik yang ingin menaiki speedboat Pulau Muda Express Teng Madar mengaku akan mudik bersama keluarga ke Kecamatan Kuala Kampar. Dirinya rela berdesak-desakan dan mengantre membeli tiket lebih awal karena memang arus mudik mulai dipadati penumpang.

“Selain itu, saya beli tiket lebih awal juga untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket speedboat karena takut tidak bisa berangkat mudik nantinya. Makin lama tentunya makin dipadati penumpang,” terang kepada Riau Pos, Senin (1/4).

Pria yang berprofesi sebagai pegawai di salah satu Dinas Pemkab Pelalawan ini, jika tidak memesan tiket lebih awal dipastikan tidak bisa berangkat mudik. “Apalagi, informasinya hanya ada 3 armada speed yang melayani rute langsung Pangkalankerinci uala Kampar dan Pangkalankerinci-Tanjung Batu Kabupaten Karimun,” paparnya.

Ditanya harga tiket, pria yang akrab disapa pak Madar ini menyebutkan bahwa, harga tiket masih normal atau tidak terjadi kenaikan dari hari biasa. “Alhamduulillah harga tiket tetap normal yakni sebesar Rp250.000,’’ ujarnya.

‘’Namun demikian, tentunya harapan kami pihak terkait dapat menyiagakan armada tambahan untuk menghindari terjadinya lonjakan pada H- 3 sampai H-1 nantinya. Sehingga ada jaminan masyarakat yang akan mudik mendapatkan tiket keberangkatannya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan, Ferry Zulkarnain Fasda Bino MSi  mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya lonjakan penumpang arus mudik Idulfitri 1445 H.

“Kami belum dapat informasinya dari pihak UPTD bahwa telah terjadi lonjakan arus mudik  ini. Jika memang terjadi lonjakan penumpang pada arus mudik ini, maka tentunya kita akan melakukan penambahan 2 armada sehingga ada kepastian bagi para penumpang yang akan mudik ke kampung halamannya untuk mendapatkan tiket pemberangkatan,” tuturnya.(ayi/wir/amn)

Berita Lainnya

spot_img
spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari