Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Agus: Penanaman Mangrove Solusi Tepat

Bencana Abrasi Jadi Ancaman Serius

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Bencana abrasi yang terjadi di pesisir pantai di wilayah Kota Dumai, tampaknya menjadi ancaman yang serius. Bertapa tidak, dengan adanya bencana abrasi ini telah membuat tanah yang berubah menjadi pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan yang ditemui Riau Pos, Kamis (29/2) di Guntung, Kecamatan Medang Kampai tidak menafikan tentang bencana abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kota Dumai. ”Dulu ini kan daratan. Setelah ada abrasi, daratan berubah menjadi pantai,” kata Agus.

Abrasi itu, lanjut Agus, hampir semua terjadi di daerah pesisir pantai. Malahan abrasi yang dinilai terparah terdapat di sekitar Mundam, Kecamatan Medang Kampai. ”Selain itu abrasi juga terdapat di wilayah Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat,” kata Agus.

Baca Juga:  Lima Rumah Kontrakan Ludes Terbakar

Kegiatan penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, tambah Agus, merupakan salah satu langkah konkret dalam menjawab masalah abrasi. Di mana, mangrove yang ditanam tersebut dapat tumbuh dan menjadi dinding penahan dari abrasi.

”Menanam mangrove itu sangat tepat dan solusi untuk mencegah abrasi,” kata Agus seraya menambahkan seperti penanaman mangrove di Bandar Bakau Dumai di Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.

Sementara penanaman mangrove juga dilaksanakan di pesisir pantai di wilayah Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai Guntung ini sebanyak seribu batang. Penanaman mangrove di pesisir pantai di Guntung ini merupakan program CSR PT Pasifik Indopalm Industri.

Baca Juga:  Harga Sembako Cenderung Bertahan

”Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam menata lingkungan,”kata Agus seraya menambah diharapkan kepedulian ini dapat berkembang.(ade)

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Bencana abrasi yang terjadi di pesisir pantai di wilayah Kota Dumai, tampaknya menjadi ancaman yang serius. Bertapa tidak, dengan adanya bencana abrasi ini telah membuat tanah yang berubah menjadi pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan yang ditemui Riau Pos, Kamis (29/2) di Guntung, Kecamatan Medang Kampai tidak menafikan tentang bencana abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kota Dumai. ”Dulu ini kan daratan. Setelah ada abrasi, daratan berubah menjadi pantai,” kata Agus.

Abrasi itu, lanjut Agus, hampir semua terjadi di daerah pesisir pantai. Malahan abrasi yang dinilai terparah terdapat di sekitar Mundam, Kecamatan Medang Kampai. ”Selain itu abrasi juga terdapat di wilayah Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat,” kata Agus.

Baca Juga:  Mahasiswi FISIP Unri, Korban Pelecehan Sudah Bisa Bimbingan Skripsi

Kegiatan penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, tambah Agus, merupakan salah satu langkah konkret dalam menjawab masalah abrasi. Di mana, mangrove yang ditanam tersebut dapat tumbuh dan menjadi dinding penahan dari abrasi.

”Menanam mangrove itu sangat tepat dan solusi untuk mencegah abrasi,” kata Agus seraya menambahkan seperti penanaman mangrove di Bandar Bakau Dumai di Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.

Sementara penanaman mangrove juga dilaksanakan di pesisir pantai di wilayah Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai Guntung ini sebanyak seribu batang. Penanaman mangrove di pesisir pantai di Guntung ini merupakan program CSR PT Pasifik Indopalm Industri.

Baca Juga:  Tak Ada Penambahan Pasien Positif

”Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam menata lingkungan,”kata Agus seraya menambah diharapkan kepedulian ini dapat berkembang.(ade)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Agus: Penanaman Mangrove Solusi Tepat

Bencana Abrasi Jadi Ancaman Serius

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Bencana abrasi yang terjadi di pesisir pantai di wilayah Kota Dumai, tampaknya menjadi ancaman yang serius. Bertapa tidak, dengan adanya bencana abrasi ini telah membuat tanah yang berubah menjadi pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan yang ditemui Riau Pos, Kamis (29/2) di Guntung, Kecamatan Medang Kampai tidak menafikan tentang bencana abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kota Dumai. ”Dulu ini kan daratan. Setelah ada abrasi, daratan berubah menjadi pantai,” kata Agus.

Abrasi itu, lanjut Agus, hampir semua terjadi di daerah pesisir pantai. Malahan abrasi yang dinilai terparah terdapat di sekitar Mundam, Kecamatan Medang Kampai. ”Selain itu abrasi juga terdapat di wilayah Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat,” kata Agus.

Baca Juga:  DWP Serahkan Bantuan untuk Kaum Duafa

Kegiatan penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, tambah Agus, merupakan salah satu langkah konkret dalam menjawab masalah abrasi. Di mana, mangrove yang ditanam tersebut dapat tumbuh dan menjadi dinding penahan dari abrasi.

”Menanam mangrove itu sangat tepat dan solusi untuk mencegah abrasi,” kata Agus seraya menambahkan seperti penanaman mangrove di Bandar Bakau Dumai di Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.

Sementara penanaman mangrove juga dilaksanakan di pesisir pantai di wilayah Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai Guntung ini sebanyak seribu batang. Penanaman mangrove di pesisir pantai di Guntung ini merupakan program CSR PT Pasifik Indopalm Industri.

Baca Juga:  APBD-P Segera Diundangkan

”Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam menata lingkungan,”kata Agus seraya menambah diharapkan kepedulian ini dapat berkembang.(ade)

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Bencana abrasi yang terjadi di pesisir pantai di wilayah Kota Dumai, tampaknya menjadi ancaman yang serius. Bertapa tidak, dengan adanya bencana abrasi ini telah membuat tanah yang berubah menjadi pantai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan yang ditemui Riau Pos, Kamis (29/2) di Guntung, Kecamatan Medang Kampai tidak menafikan tentang bencana abrasi yang terjadi di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kota Dumai. ”Dulu ini kan daratan. Setelah ada abrasi, daratan berubah menjadi pantai,” kata Agus.

Abrasi itu, lanjut Agus, hampir semua terjadi di daerah pesisir pantai. Malahan abrasi yang dinilai terparah terdapat di sekitar Mundam, Kecamatan Medang Kampai. ”Selain itu abrasi juga terdapat di wilayah Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat,” kata Agus.

Baca Juga:  Rasidah Alfedri Terharu, Bazar Siak Sangat Diminati

Kegiatan penanaman mangrove di daerah pesisir pantai, tambah Agus, merupakan salah satu langkah konkret dalam menjawab masalah abrasi. Di mana, mangrove yang ditanam tersebut dapat tumbuh dan menjadi dinding penahan dari abrasi.

”Menanam mangrove itu sangat tepat dan solusi untuk mencegah abrasi,” kata Agus seraya menambahkan seperti penanaman mangrove di Bandar Bakau Dumai di Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.

Sementara penanaman mangrove juga dilaksanakan di pesisir pantai di wilayah Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Bibit mangrove yang ditanam di pesisir pantai Guntung ini sebanyak seribu batang. Penanaman mangrove di pesisir pantai di Guntung ini merupakan program CSR PT Pasifik Indopalm Industri.

Baca Juga:  GM Hotel Diperiksa Sebagai Saksi

”Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan dalam menata lingkungan,”kata Agus seraya menambah diharapkan kepedulian ini dapat berkembang.(ade)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari