Rabu, 24 Juni 2026
- Advertisement -

Arief: Kok Pakai SARA Segala, Bang Ruhut

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyindir mantan Anggota DPR Ruhut Sitompul yang meminta Anies Baswedan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena dinilai tak mampu membebaskan ibu kota dari banjir.

Sebelumnya, Ruhut mengatakan Anies bisa memimpin Jakarta bukan karena integritas dan prestasi yang jelas. Akan tetapi, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menang karena SARA, ujaran kebencian dan fitnah.

"Kok pakai SARA segala sih Bang Ruhut. Pilkada sudah berlalu. Kenapa waktu banjir sampai ke parkiran basement gedung UOB dan sama-sama makan korban jiwa enggak minta Jokowi-Ahok mundur ya," ucap Arief, di Jakarta, Kamis (2/1).

Baca Juga:  RTRWP Riau Belum Tuntas

Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi gubernur, kara Arief, Jakarta juga kebanjiran sampai merendam Istana Kepresidenan. Saat itu Ahok malah menyalahkan banyaknya kabel-kabel listrik di selokan yang tidak dibersihkan.

"Memang ada gubernur DKI yang semasa menjabat enggak kena banjir? Bang Foke yang waktu itu jadi idola Bang Ruhut jadi gubernur Jakarta juga tenggelam. Begitu juga masa Jokowi," jelas ketum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini.

Arief menambahkan, baik Jokowi, Ahok dan Anies, mereka sama-sama berjanji mengatasi banjir dalam janji kampanye mereka. Oleh karena itu, meminta gubernur ke-17 DKI Jakarta itu mundur tak relevan.

"Jadi permintaan mundur ke Anies mirip orang autis, asal usul kritis. Mohon Bang Ruhut. Cari kebenaran dari fakta, ya kalau bicara," ujar anak buah Prabowo Subianto di Gerindra ini.(fat)

Baca Juga:  854 Personel TNI-Polri Amankan PSU

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyindir mantan Anggota DPR Ruhut Sitompul yang meminta Anies Baswedan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena dinilai tak mampu membebaskan ibu kota dari banjir.

Sebelumnya, Ruhut mengatakan Anies bisa memimpin Jakarta bukan karena integritas dan prestasi yang jelas. Akan tetapi, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menang karena SARA, ujaran kebencian dan fitnah.

"Kok pakai SARA segala sih Bang Ruhut. Pilkada sudah berlalu. Kenapa waktu banjir sampai ke parkiran basement gedung UOB dan sama-sama makan korban jiwa enggak minta Jokowi-Ahok mundur ya," ucap Arief, di Jakarta, Kamis (2/1).

Baca Juga:  DPD PAN Inhu Utus 17 Pengurus Ikuti Kongres di Kendari

Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi gubernur, kara Arief, Jakarta juga kebanjiran sampai merendam Istana Kepresidenan. Saat itu Ahok malah menyalahkan banyaknya kabel-kabel listrik di selokan yang tidak dibersihkan.

"Memang ada gubernur DKI yang semasa menjabat enggak kena banjir? Bang Foke yang waktu itu jadi idola Bang Ruhut jadi gubernur Jakarta juga tenggelam. Begitu juga masa Jokowi," jelas ketum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini.

- Advertisement -

Arief menambahkan, baik Jokowi, Ahok dan Anies, mereka sama-sama berjanji mengatasi banjir dalam janji kampanye mereka. Oleh karena itu, meminta gubernur ke-17 DKI Jakarta itu mundur tak relevan.

"Jadi permintaan mundur ke Anies mirip orang autis, asal usul kritis. Mohon Bang Ruhut. Cari kebenaran dari fakta, ya kalau bicara," ujar anak buah Prabowo Subianto di Gerindra ini.(fat)

- Advertisement -
Baca Juga:  Tentang Demokrat Kuda Hitam, Begini Kata AHY

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menyindir mantan Anggota DPR Ruhut Sitompul yang meminta Anies Baswedan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena dinilai tak mampu membebaskan ibu kota dari banjir.

Sebelumnya, Ruhut mengatakan Anies bisa memimpin Jakarta bukan karena integritas dan prestasi yang jelas. Akan tetapi, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menang karena SARA, ujaran kebencian dan fitnah.

"Kok pakai SARA segala sih Bang Ruhut. Pilkada sudah berlalu. Kenapa waktu banjir sampai ke parkiran basement gedung UOB dan sama-sama makan korban jiwa enggak minta Jokowi-Ahok mundur ya," ucap Arief, di Jakarta, Kamis (2/1).

Baca Juga:  PSI: Jika Bergabung ke Jokowi, PAN Jangan Bermain Dua Kaki Lagi

Ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi gubernur, kara Arief, Jakarta juga kebanjiran sampai merendam Istana Kepresidenan. Saat itu Ahok malah menyalahkan banyaknya kabel-kabel listrik di selokan yang tidak dibersihkan.

"Memang ada gubernur DKI yang semasa menjabat enggak kena banjir? Bang Foke yang waktu itu jadi idola Bang Ruhut jadi gubernur Jakarta juga tenggelam. Begitu juga masa Jokowi," jelas ketum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ini.

Arief menambahkan, baik Jokowi, Ahok dan Anies, mereka sama-sama berjanji mengatasi banjir dalam janji kampanye mereka. Oleh karena itu, meminta gubernur ke-17 DKI Jakarta itu mundur tak relevan.

"Jadi permintaan mundur ke Anies mirip orang autis, asal usul kritis. Mohon Bang Ruhut. Cari kebenaran dari fakta, ya kalau bicara," ujar anak buah Prabowo Subianto di Gerindra ini.(fat)

Baca Juga:  IndoNarator dan PETA Berkomitmen Kembalikan Kejayaan Bangsa

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari