26.2 C
Pekanbaru
Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Menuju Kota Wisata

PADA awalnya, nama Pekanbaru adalah Senapelan, yang dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut batin. Dulu daerahnya berupa ladang perkebunan dan kemudian berkembang menjadi perkampungan.  

Dari situlah, letaknya yang strategis kemudian berkembang hingga memegang peranan penting dalam lalu lintas perdagangan. Perkembangan Senapelan juga berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah menetap di Senapelan, kemudian didirikanlah istana di Kampung Bukit, yang berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah berinisiatif membuat pekan atau pasar di Senapelan, tetapi tidak berkembang.

Pada masa pemerintahan putranya, Raja Muda Muhammad Ali, yang bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah, lokasi pasar bergeser ke tempat yang baru, yakni di sekitar Pelabuhan Pekanbaru sekarang. Maka pada 23 Juni 1784, berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu, yang dalam bahasa sehari-hari lebih mudah diucapkan Pekanbaru. Tanggal 23 Juni 1784 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. Sejak saat itu pula, ibu kota Siak berada di Pekanbaru, yang menjadi tempat pertemuan para pedagang dari Selat Malaka, Minangkabau, dan Petapahan.

Pariwisata pada dasarnya memiliki tiga sifat yang menjadi pedoman untuk menentukan katagori dari wisata itu sendiri, di antaranya:  Sifat pertama adalah modern idealis, di mana wisatawan tertarik objek wisata yang menawarkan budaya multi-nasional dan eksplorasi alam. Kedua, modern materialis, yaitu wisawatan yang cenderung hedonis atau wisatawan yang memberikan keuntungan bagi individu personal itu sendiri. Ketiga, wisatawan tradisional idealis, yang memiliki ketertarikan minat di bidang sosial budaya, trasional dan menghargai sentuhan alam yang tidak terkontaminasi dengan modernisasi. Terakhir adalah wisatawan tradisional materialis yang fokus dan menekankan ketersediaan akses, misalnya lokasi mu-dah dijangkau, murah dan aman. Dalam karter atau wisata yang bisa disebut se-bagai wisata tradisional yakni wisata yang langsung dibuat oleh alam dan bisa di nikmati langsung karena terbentuk alami langsung oleh alam sekitar.  

Baca Juga:  Menelaah Sengketa di MK

Provinsi Riau termasuk di dalamnya Kota Pekanbaru memiliki wisata klasik yang patut untuk dijadikan pedoman pariwisata, dan katagorinya ke dalam wisata maritim, yakni Arboretum Universitas Riau Wisata yang ditawarkan di sini di antarnya  Di kawasan ini terdapat berbagai koleksi tanaman dari seluruh penjuru. Kemudian di lokasi ini, juga terdapat beberapa fauna seperti babi hutan dan monyet. Bahkan tak jarang Anda dapat menjumpai mereka di saat tertentu. Un-tuk pemandangannya sendiri sangatlah asri dan Anda akan merasa sedang di dalam hutan. Lokasi ini sangat terkenal sebagai tempat untuk penangkaran flora dan fauna.Danau Lembah Sari  Wisata yang ditawarkan di sini di antaranya suasana danau yang sejuk dan asri, sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Pemandangan yang disajikan pun sangat indah, terlebih pada saat senja. Jika pengunjung ingin berwisata kuliner, di sekitar danau terdapat warung-warung yang menyajikan beragam menu baik tradisional maupun modern. Bagi yang sedang mengalami stres dan penat, danau ini bisa menghilangkannya. Danau Bandar Kayangan Wisata yang ditawarkan di sini di antarnya, melihat danau dengan lebih jelas, pengunjung bisa naik ke bukit yang berada di area danau. Danau yang berada di Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau ini sangat cocok untuk dikunjungi pada waktu senja. Menikmati keindahan senja dan pemandangan alam yang menakjubkan memang patut untuk dikunjungi. Danau Kayangan Wisata yang ditawarkan di sini di antarnya pepohonan yang ada di sana memberikan kenyamanan bagi Anda dan keluarga hanya untuk bersantai. Bahkan di kawasan ini telah dilengkapi sebuah fasilitas berupa restoran terapung. Selain itu, ada berbagai wahana permainan yang dapat menambah kesan kenyamanan. Tempat wisata ini juga telah menyediakan sebuah sampan dayung dan speedboat, sehingga dapat diguna-kan untuk menyaksikan pemandangan danau secara langsung

Baca Juga:  Refleksi HUT Ke-236 Pekanbaru: Jadikan Pekanbaru Metropolitan, Bukan Kampung Besar

Tempat wisata di Pekanbaru lain Desa Wisata Okura. Memiliki kawasan agrowisata, Desa Okura ini menjadi salah satu tempat wisata Pekanbaru favorit bagi wisatawan. Bagi wisatawan yang gemar memancing, dapat menyewa sampan dari para nelayan untuk mengarungi sungai. Ikan dari hasil memancing bisa dibawa pulang atau dimasak sendiri saat melakukan kemping di lokasi. Bisa juga meminta tolong kepada warga desa yang ramah-ramah untuk membantu memasaknya.

Berikutnya Kampoeng Rabbits menawarkan hal-hal menarik dan unik dari wisata lainnya, ada banyak kelinci yang encik dan puan bisa temui. Seperti yang dikatakan owner Kampoeng Rabbits, Putriyana, ada tujuh jenis kelinci di wisata ini. Tujuh jenis kelinci tersebut, antara lain kelinci anggora, lop, flemish giant, rex, dutch, lion, dan nederland dwarf. Dari 7 jenis kelinci tersebut, sebanyak 30 ekor kelinci yang dipelihara di area ini. Semua kelinci tersebut berada di kandang dalam lahan yang digabungkan dengan wisatanya. Jadi bagi pecinta kelinci, tentunya puas sekali berkunjung ke sini. Selain melihat dan bermain dengan kelinci, di Kampoeng Rabbits ini para pengunjung juga bisa bertanya kepada pemilik wisata bagaimana merawat kelinci, mengobati kelinci ketika sakit, pantangan yang tidak boleh diberikan, menyayangi kelinci, memberikan asupan gizi yang baik dan lainnya. 

- Advertisement -

Pengembangan dan peningkatan pelayanan terhadap sarana prasarana pendukung kepariwisataan, seperti hotel, transportasi, restoran, toko souvenir dan pelayanan jasa lainnya tentu diperlukan untuk membangun kota wisata.*** 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

BERITA LAINNYA

JanDia Langsung Hadapi Unggulan Kedua di Badminton Asia Championships 2025

pasangan Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan langsung bertemu unggulan kedua asal Cina, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Sementara itu, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga akan menghadapi unggulan ketujuh dari Cina, Cheng Xing/Zhang Ci.

Kilang Pertamina Dumai Pastikan Operasional Optimal Selama Libur Idulfitri 2025

PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Kilang Dumai menegaskan bahwa operasional kilang akan tetap berjalan dengan lancar dan maksimal selama libur Hari Raya Idulfitri.

Banjir Rob Genangi Daerah Pesisir Dumai, Hari Raya Tetap Jalan

Banjir pasang air laut atau yang dikenal dengan rob, kembali muncul sejak hari pertama Idulfitri 1446 H dan menggenangi sejumlah dataran rendah di daerah pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai di wilayah Kota Dumai.

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Rohul Dipadati Warga – Kapolres Imbau Tingkatkan Keamanan

Libur Hari Raya Idulfitri 1446 H dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk berkunjung ke berbagai objek wisata dan taman bermain bersama keluarga. Sejumlah lokasi wisata pun tampak dipadati pengunjung selama momen cuti bersama ini.