Sabtu, 5 April 2025
spot_img

Dlamini Alami Patah Lengan

CAPE TOWN (RIAUPOS.CO) — Momen off season seperti saat ini biasanya dimanfaatkan para atlet untuk menjaga stamina dengan menggeber program latihan. Tak terkecuali bagi pembalap sepeda profesional dari tim Dimension Data Nicholas Dlamini.

Namun, sesi latihan di kawasan Taman Nasional Table Mountain, Afrika Selatan, Jumat (27/12) waktu setempat berubah horor. Itu karena lengan kiri pembalap top Afsel itu patah akibat bersitegang dengan petugas penjaga hutan alias ranger.

Insiden bermula saat Dlamini dan rekan sesama cyclist Donovan Le Cok melintasi pintu penjagaan Taman Nasional Table Mountain. Ada miskomunikasi antara kedua pihak. Penjaga meminta bukti tanda masuk alias karcis kepada keduanya. Mereka mencoba memaksa keduanya berhenti dan membuat Dlamini jatuh.

Baca Juga:  "Menyingkirkan" Pemain Senior, Itu Masalah Lampard di Chelsea

"Dia (Dlamini, Red) sedikit kaget dan sepedanya rusak. Dia dan petugas terlibat adu mulut. Dan mungkin petugas tidak suka atas sikapnya," sebut Le Cok sebagaimana dikutip Velonews.

Situasi menjadi semakin tegang. Dalam sebuah tayangan video pendek yang beredar, terlihat empat petugas mencoba mengamankan Dlamini. Badan dan wajah pembalap 24 tahun itu ditempelkan dengan paksa ke bodi mobil petugas, tangannya dipiting seperti seorang kriminal.

Setelah Dlamini mengeluh kesakitan, dia lalu dimasukkan ke mobil. Insiden itu direkam begitu jelas oleh Donovan Le Cok. Sejumlah petugas melarang Le Cok untuk merekam lebih lanjut.

"Ini sangat mengganggu. Petugas menangani Dlamini, memelintir lengan hingga kepalanya," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Perez Bidik Klopp Latih Real Madrid

CAPE TOWN (RIAUPOS.CO) — Momen off season seperti saat ini biasanya dimanfaatkan para atlet untuk menjaga stamina dengan menggeber program latihan. Tak terkecuali bagi pembalap sepeda profesional dari tim Dimension Data Nicholas Dlamini.

Namun, sesi latihan di kawasan Taman Nasional Table Mountain, Afrika Selatan, Jumat (27/12) waktu setempat berubah horor. Itu karena lengan kiri pembalap top Afsel itu patah akibat bersitegang dengan petugas penjaga hutan alias ranger.

Insiden bermula saat Dlamini dan rekan sesama cyclist Donovan Le Cok melintasi pintu penjagaan Taman Nasional Table Mountain. Ada miskomunikasi antara kedua pihak. Penjaga meminta bukti tanda masuk alias karcis kepada keduanya. Mereka mencoba memaksa keduanya berhenti dan membuat Dlamini jatuh.

Baca Juga:  Sebentar Lagi Inter Akan Akhiri Dominasi Juventus

"Dia (Dlamini, Red) sedikit kaget dan sepedanya rusak. Dia dan petugas terlibat adu mulut. Dan mungkin petugas tidak suka atas sikapnya," sebut Le Cok sebagaimana dikutip Velonews.

Situasi menjadi semakin tegang. Dalam sebuah tayangan video pendek yang beredar, terlihat empat petugas mencoba mengamankan Dlamini. Badan dan wajah pembalap 24 tahun itu ditempelkan dengan paksa ke bodi mobil petugas, tangannya dipiting seperti seorang kriminal.

Setelah Dlamini mengeluh kesakitan, dia lalu dimasukkan ke mobil. Insiden itu direkam begitu jelas oleh Donovan Le Cok. Sejumlah petugas melarang Le Cok untuk merekam lebih lanjut.

"Ini sangat mengganggu. Petugas menangani Dlamini, memelintir lengan hingga kepalanya," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Marquez Bersyukur Tak Terluka Saat Jatuh di Assen
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Dlamini Alami Patah Lengan

CAPE TOWN (RIAUPOS.CO) — Momen off season seperti saat ini biasanya dimanfaatkan para atlet untuk menjaga stamina dengan menggeber program latihan. Tak terkecuali bagi pembalap sepeda profesional dari tim Dimension Data Nicholas Dlamini.

Namun, sesi latihan di kawasan Taman Nasional Table Mountain, Afrika Selatan, Jumat (27/12) waktu setempat berubah horor. Itu karena lengan kiri pembalap top Afsel itu patah akibat bersitegang dengan petugas penjaga hutan alias ranger.

Insiden bermula saat Dlamini dan rekan sesama cyclist Donovan Le Cok melintasi pintu penjagaan Taman Nasional Table Mountain. Ada miskomunikasi antara kedua pihak. Penjaga meminta bukti tanda masuk alias karcis kepada keduanya. Mereka mencoba memaksa keduanya berhenti dan membuat Dlamini jatuh.

Baca Juga:  "Menyingkirkan" Pemain Senior, Itu Masalah Lampard di Chelsea

"Dia (Dlamini, Red) sedikit kaget dan sepedanya rusak. Dia dan petugas terlibat adu mulut. Dan mungkin petugas tidak suka atas sikapnya," sebut Le Cok sebagaimana dikutip Velonews.

Situasi menjadi semakin tegang. Dalam sebuah tayangan video pendek yang beredar, terlihat empat petugas mencoba mengamankan Dlamini. Badan dan wajah pembalap 24 tahun itu ditempelkan dengan paksa ke bodi mobil petugas, tangannya dipiting seperti seorang kriminal.

Setelah Dlamini mengeluh kesakitan, dia lalu dimasukkan ke mobil. Insiden itu direkam begitu jelas oleh Donovan Le Cok. Sejumlah petugas melarang Le Cok untuk merekam lebih lanjut.

"Ini sangat mengganggu. Petugas menangani Dlamini, memelintir lengan hingga kepalanya," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Inter Menang, Dortmund Imbang

CAPE TOWN (RIAUPOS.CO) — Momen off season seperti saat ini biasanya dimanfaatkan para atlet untuk menjaga stamina dengan menggeber program latihan. Tak terkecuali bagi pembalap sepeda profesional dari tim Dimension Data Nicholas Dlamini.

Namun, sesi latihan di kawasan Taman Nasional Table Mountain, Afrika Selatan, Jumat (27/12) waktu setempat berubah horor. Itu karena lengan kiri pembalap top Afsel itu patah akibat bersitegang dengan petugas penjaga hutan alias ranger.

Insiden bermula saat Dlamini dan rekan sesama cyclist Donovan Le Cok melintasi pintu penjagaan Taman Nasional Table Mountain. Ada miskomunikasi antara kedua pihak. Penjaga meminta bukti tanda masuk alias karcis kepada keduanya. Mereka mencoba memaksa keduanya berhenti dan membuat Dlamini jatuh.

Baca Juga:  Capirossi Yakin Rossi Berjaya di MotoGP 2021

"Dia (Dlamini, Red) sedikit kaget dan sepedanya rusak. Dia dan petugas terlibat adu mulut. Dan mungkin petugas tidak suka atas sikapnya," sebut Le Cok sebagaimana dikutip Velonews.

Situasi menjadi semakin tegang. Dalam sebuah tayangan video pendek yang beredar, terlihat empat petugas mencoba mengamankan Dlamini. Badan dan wajah pembalap 24 tahun itu ditempelkan dengan paksa ke bodi mobil petugas, tangannya dipiting seperti seorang kriminal.

Setelah Dlamini mengeluh kesakitan, dia lalu dimasukkan ke mobil. Insiden itu direkam begitu jelas oleh Donovan Le Cok. Sejumlah petugas melarang Le Cok untuk merekam lebih lanjut.

"Ini sangat mengganggu. Petugas menangani Dlamini, memelintir lengan hingga kepalanya," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Inter Menang, Dortmund Imbang
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari