Senin, 19 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Ronaldo Ngamuk saat Lawan Serbia, Pelatih Pasang Badan

LISBON (RIAUPOS.CO) – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Portugal, Fernando Santos, memberi pembelaan terhadap anak asuhnya, Cristiano Ronaldo yang mengamuk di lapangan. Kemarahan tersebut terjadi ketika Portugal bertamu ke Serbia untuk melakoni matchday kedua Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa.

Laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu memang menyisakan kisah tragis untuk  Ronaldo. Pasalnya, Portugal gagal memenangi pertandingan setelah laga kontra Serbia berakhir dengan skor 2-2.

Bahkan bukan hanya itu, gol Ronaldo yang terjadi pada menit 90+3 dianulir oleh wasit. Gol dianggap tidak sah karena wasit menganggap bola telah disapu oleh bek Serbia, Stefan Mitrovic, sebelum melewati garis gawang.

Baca Juga:  Turnamen Sepakbola PP Kuansing, Kecamatan Harus Daftarkan Pemain U-20

Namun, Ronaldo merasa bola yang ia lesakkan ke gawang Serbia sudah melewati garis. Bahkan pada tayangan ulang, bola pun sebenarnya sudah melewati garis gawang. Mitrovic pun menyapu bola tepat setelah bola melewati garis.

Situasi ini memang sempat membuat  Ronaldo geram walau akhirnya harus menerima kenyataan karena tidak ada VAR. Namun, luapan kekesalannya itu, ia limpahkan ketika keluar dari lapangan dengan lebih cepat dan tampak mencopot ban kapten.

Hal ini akhirnya membuat banyak pihak memberi kritik kepada Ronaldo. Namun, Santos akhirnya memberi pembelaan kepada anak asuhnya tersebut dan menganggap hal itu sebagai aksi frustrasinya.

“Itu hanya momen frustrasi. Cristiano akan tetap menjadi kapten. Ia adalah teladan bagi semua orang,” ungkap Santos, mengutip dari Football Italia, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga:  Klopp Kaget Lihat Gol Jota ke Gawang sang Mantan 

“Jika ia telah menyinggung pelatih atau rekan satu timnya, kami akan memikirkannya, tetapi tidak ada yang terjadi,” tambahnya.

“Ia selalu ingin menang, dan ia sangat frustrasi. Ia memberikan segalanya untuk tim nasionalnya,” imbuhnya.

“Ia mempublikasikan postingan media sosial 10 menit setelah pertandingan, tetapi tidak ada yang mengatakan itu baik darinya,” pungkasnya.

Sumber: Football Italia/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

LISBON (RIAUPOS.CO) – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Portugal, Fernando Santos, memberi pembelaan terhadap anak asuhnya, Cristiano Ronaldo yang mengamuk di lapangan. Kemarahan tersebut terjadi ketika Portugal bertamu ke Serbia untuk melakoni matchday kedua Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa.

Laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu memang menyisakan kisah tragis untuk  Ronaldo. Pasalnya, Portugal gagal memenangi pertandingan setelah laga kontra Serbia berakhir dengan skor 2-2.

Bahkan bukan hanya itu, gol Ronaldo yang terjadi pada menit 90+3 dianulir oleh wasit. Gol dianggap tidak sah karena wasit menganggap bola telah disapu oleh bek Serbia, Stefan Mitrovic, sebelum melewati garis gawang.

Baca Juga:  Duel Papan Atas, Mampukah Arsenal Superior atas Leicester?

Namun, Ronaldo merasa bola yang ia lesakkan ke gawang Serbia sudah melewati garis. Bahkan pada tayangan ulang, bola pun sebenarnya sudah melewati garis gawang. Mitrovic pun menyapu bola tepat setelah bola melewati garis.

Situasi ini memang sempat membuat  Ronaldo geram walau akhirnya harus menerima kenyataan karena tidak ada VAR. Namun, luapan kekesalannya itu, ia limpahkan ketika keluar dari lapangan dengan lebih cepat dan tampak mencopot ban kapten.

- Advertisement -

Hal ini akhirnya membuat banyak pihak memberi kritik kepada Ronaldo. Namun, Santos akhirnya memberi pembelaan kepada anak asuhnya tersebut dan menganggap hal itu sebagai aksi frustrasinya.

“Itu hanya momen frustrasi. Cristiano akan tetap menjadi kapten. Ia adalah teladan bagi semua orang,” ungkap Santos, mengutip dari Football Italia, Selasa (30/3/2021).

- Advertisement -
Baca Juga:  Singkirkan Barcelona, Madrid Lolos ke Final

“Jika ia telah menyinggung pelatih atau rekan satu timnya, kami akan memikirkannya, tetapi tidak ada yang terjadi,” tambahnya.

“Ia selalu ingin menang, dan ia sangat frustrasi. Ia memberikan segalanya untuk tim nasionalnya,” imbuhnya.

“Ia mempublikasikan postingan media sosial 10 menit setelah pertandingan, tetapi tidak ada yang mengatakan itu baik darinya,” pungkasnya.

Sumber: Football Italia/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

LISBON (RIAUPOS.CO) – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Portugal, Fernando Santos, memberi pembelaan terhadap anak asuhnya, Cristiano Ronaldo yang mengamuk di lapangan. Kemarahan tersebut terjadi ketika Portugal bertamu ke Serbia untuk melakoni matchday kedua Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa.

Laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu memang menyisakan kisah tragis untuk  Ronaldo. Pasalnya, Portugal gagal memenangi pertandingan setelah laga kontra Serbia berakhir dengan skor 2-2.

Bahkan bukan hanya itu, gol Ronaldo yang terjadi pada menit 90+3 dianulir oleh wasit. Gol dianggap tidak sah karena wasit menganggap bola telah disapu oleh bek Serbia, Stefan Mitrovic, sebelum melewati garis gawang.

Baca Juga:  Klopp Kaget Lihat Gol Jota ke Gawang sang Mantan 

Namun, Ronaldo merasa bola yang ia lesakkan ke gawang Serbia sudah melewati garis. Bahkan pada tayangan ulang, bola pun sebenarnya sudah melewati garis gawang. Mitrovic pun menyapu bola tepat setelah bola melewati garis.

Situasi ini memang sempat membuat  Ronaldo geram walau akhirnya harus menerima kenyataan karena tidak ada VAR. Namun, luapan kekesalannya itu, ia limpahkan ketika keluar dari lapangan dengan lebih cepat dan tampak mencopot ban kapten.

Hal ini akhirnya membuat banyak pihak memberi kritik kepada Ronaldo. Namun, Santos akhirnya memberi pembelaan kepada anak asuhnya tersebut dan menganggap hal itu sebagai aksi frustrasinya.

“Itu hanya momen frustrasi. Cristiano akan tetap menjadi kapten. Ia adalah teladan bagi semua orang,” ungkap Santos, mengutip dari Football Italia, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga:  Keren, Bali United Pinjamkan Platje ke Klub Liga Belanda

“Jika ia telah menyinggung pelatih atau rekan satu timnya, kami akan memikirkannya, tetapi tidak ada yang terjadi,” tambahnya.

“Ia selalu ingin menang, dan ia sangat frustrasi. Ia memberikan segalanya untuk tim nasionalnya,” imbuhnya.

“Ia mempublikasikan postingan media sosial 10 menit setelah pertandingan, tetapi tidak ada yang mengatakan itu baik darinya,” pungkasnya.

Sumber: Football Italia/News/The Sun
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari