Jumat, 6 Maret 2026
- Advertisement -

AS Roma Menuju Kebangkrutan

ROMA (RIAUPOS.CO) – AS Roma mengalami kerugian pada kisaran Rp2 triliun. Hal ini diketahui setelah mereka menyusun laporan keuangan. Kondisi ini bisa berpotensi klub ibukota Italia itu mengalami kebangkrutan.

Angka tersebut melesat dari titik yang sama pada tahun lalu. Tahun lalu, mereka hanya menelan kerugian 29,5 juta euro. Itu berarti, kerugian meningkat hampir 100 juta euro.

Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh klub, rekor kerugian itu berasal dari kegagalan untuk lolos ke Liga Champions dan pandemi virus corona (Covid-19).

AS Roma kehilangan pemasukan dari tiket dan merchandise karena pandemi corona memaksa kompetisi dihentikan. Kondisi juga tidak akan langsung membaik meski kompetisi akan dilanjutkan lagi. Pasalnya, liga tetap digelar tanpa penonton.

Baca Juga:  Kalah dari Cina, Indonesia Cuma Jadi Penonton di Piala Dunia FIBA

Krisis finansial klub memunculkan rumor, termasuk usulan kepindahan Javier Pastore ke Cina.

Roma, yang masih dimiliki oleh James Pallotta setelah pengambilalihan Dan Friedkin gagal, juga masih punya utang 278,5 juta euro.

Sejak dua tahun lalu, Roma memang terus mencari investor. Pada akhir 2019, mereka melakukan negosiasi dengan Friedkin Group perihal pembelian saham mayoritas klub.

James Pallotta dikabarkan sudah sepakat menjual mayoritas saham klub dengan miliarder asal Amerika Serikat (AS) sekaligus pemilik Friedkin Group, Dan Friedkin.

Pallotta merupakan pebisnis sukses kelahiran Boston, AS. Ia mengakuisisi Roma pada 2012. Ia disebut-sebut sudah berbulan-bulan mencari pembeli potensial. Namun, kabar terbaru negosiasi Pallota dengan Dan Friedkin gagal.

Baca Juga:  Tim Sepakbola PWI Riau Ambil Bagian di Piala Walikota Solo

Sumber: Football Italia/Soccerway/Bola/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

ROMA (RIAUPOS.CO) – AS Roma mengalami kerugian pada kisaran Rp2 triliun. Hal ini diketahui setelah mereka menyusun laporan keuangan. Kondisi ini bisa berpotensi klub ibukota Italia itu mengalami kebangkrutan.

Angka tersebut melesat dari titik yang sama pada tahun lalu. Tahun lalu, mereka hanya menelan kerugian 29,5 juta euro. Itu berarti, kerugian meningkat hampir 100 juta euro.

Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh klub, rekor kerugian itu berasal dari kegagalan untuk lolos ke Liga Champions dan pandemi virus corona (Covid-19).

AS Roma kehilangan pemasukan dari tiket dan merchandise karena pandemi corona memaksa kompetisi dihentikan. Kondisi juga tidak akan langsung membaik meski kompetisi akan dilanjutkan lagi. Pasalnya, liga tetap digelar tanpa penonton.

Baca Juga:  Kurang Tajam, Prancis Hanya Menang 2-0 atas Kazakhstan

Krisis finansial klub memunculkan rumor, termasuk usulan kepindahan Javier Pastore ke Cina.

- Advertisement -

Roma, yang masih dimiliki oleh James Pallotta setelah pengambilalihan Dan Friedkin gagal, juga masih punya utang 278,5 juta euro.

Sejak dua tahun lalu, Roma memang terus mencari investor. Pada akhir 2019, mereka melakukan negosiasi dengan Friedkin Group perihal pembelian saham mayoritas klub.

- Advertisement -

James Pallotta dikabarkan sudah sepakat menjual mayoritas saham klub dengan miliarder asal Amerika Serikat (AS) sekaligus pemilik Friedkin Group, Dan Friedkin.

Pallotta merupakan pebisnis sukses kelahiran Boston, AS. Ia mengakuisisi Roma pada 2012. Ia disebut-sebut sudah berbulan-bulan mencari pembeli potensial. Namun, kabar terbaru negosiasi Pallota dengan Dan Friedkin gagal.

Baca Juga:  Kalah dari Cina, Indonesia Cuma Jadi Penonton di Piala Dunia FIBA

Sumber: Football Italia/Soccerway/Bola/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ROMA (RIAUPOS.CO) – AS Roma mengalami kerugian pada kisaran Rp2 triliun. Hal ini diketahui setelah mereka menyusun laporan keuangan. Kondisi ini bisa berpotensi klub ibukota Italia itu mengalami kebangkrutan.

Angka tersebut melesat dari titik yang sama pada tahun lalu. Tahun lalu, mereka hanya menelan kerugian 29,5 juta euro. Itu berarti, kerugian meningkat hampir 100 juta euro.

Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh klub, rekor kerugian itu berasal dari kegagalan untuk lolos ke Liga Champions dan pandemi virus corona (Covid-19).

AS Roma kehilangan pemasukan dari tiket dan merchandise karena pandemi corona memaksa kompetisi dihentikan. Kondisi juga tidak akan langsung membaik meski kompetisi akan dilanjutkan lagi. Pasalnya, liga tetap digelar tanpa penonton.

Baca Juga:  Kalah dari Cina, Indonesia Cuma Jadi Penonton di Piala Dunia FIBA

Krisis finansial klub memunculkan rumor, termasuk usulan kepindahan Javier Pastore ke Cina.

Roma, yang masih dimiliki oleh James Pallotta setelah pengambilalihan Dan Friedkin gagal, juga masih punya utang 278,5 juta euro.

Sejak dua tahun lalu, Roma memang terus mencari investor. Pada akhir 2019, mereka melakukan negosiasi dengan Friedkin Group perihal pembelian saham mayoritas klub.

James Pallotta dikabarkan sudah sepakat menjual mayoritas saham klub dengan miliarder asal Amerika Serikat (AS) sekaligus pemilik Friedkin Group, Dan Friedkin.

Pallotta merupakan pebisnis sukses kelahiran Boston, AS. Ia mengakuisisi Roma pada 2012. Ia disebut-sebut sudah berbulan-bulan mencari pembeli potensial. Namun, kabar terbaru negosiasi Pallota dengan Dan Friedkin gagal.

Baca Juga:  Ingin Sapu Bersih Laga Sisa

Sumber: Football Italia/Soccerway/Bola/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari