Sabtu, 7 Maret 2026
- Advertisement -

Untuk Almarhum Papa

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Apriyani Come Back di Orleans Masters

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Jelang PON dan Porkot, KONI Pekanbaru akan Gelar Kunjungan ke Masing-masing Cabor
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Jesus Moncer, Arsenal Bantai Chelsea 4-0

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari