Jumat, 4 April 2025
spot_img

Untuk Almarhum Papa

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Ronaldo-Rooney Saling Sindir di Instagram

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Mane Marah karena Diganti, Klopp Menanggapi Santai
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Untuk Almarhum Papa

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Mane Marah karena Diganti, Klopp Menanggapi Santai

MANILA (RIAUPOS.CO) — Edgar Xavier Marvelo tak kuasa membendung air matanya saat lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall B World Trace Center. Akhirnya atlet asal DKI itu berhasil meraih emas di nomor daoshu gunshu pada SEA Games 2019. Namun, bukan karena itu alasan air matanya mengalir.

Raihan medali emas itu diiringi cerita pedih. Pada dini hari kemarin, sekitar pukul 01.34 WIB sang ayah Lo Tjhiang Meng meninggal dunia. Kabar duka itu didapat Edgar hanya sekitar tujuh jam sebelum dia naik panggung. Kesedihan jelas tengah menyelimuti benaknya, lantaran tidak bisa hadir langsung untuk mengantarkan ayahnya menuju peristirahatan terakhir.

Perlu sekitar 15 menit  untuk menenangkan diri setelah upacara pengalungan medali itu. Tim pelatih mengelilinginya. Berusaha menguatkan Edgar. Barulah setelah itu dia mau menemui awak media yang telah menantinya. Namun, air matanya kembali merebak ketika teringat pesan dari mendiang ayahnya.  "Saat itu papa sudah pesan apapun yang terjadi sama papa, aku nggak boleh berhenti wushu. Jadi emas ini untuk papa," ujarnya.(jpg)

Baca Juga:  Klok: Tak Mudah Mengelola Klub Sepakbola 
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari