Rabu, 18 Februari 2026
- Advertisement -

Surahmat Raih Perunggu

MANILA (RIAUPOS.CO)  —  Lifter Indonesia Surahmat Wijoyo menambah pundi-pundi medali Indonesia di SEA Games 2019. Surahmat menyegel medali perunggu dari cabang olahraga (cabor) angkat besi nomor 55 kilogram putra yang dipertandingkan di RMSC Ninoy Aquino Stadium, Manila, Filipina, Ahad (1/12).

Surahmat memulai perjuangannya untuk merengkuh medali dengan melakukan angkatan snatch. Surahmat tampil menyakinkan dengan mengangkat beban 110 kg. Akan tetapi, wakil Vietnam, Lai Gia Thanh dan utusan Filipina, John Ceniza mengangkat beban yang lebih berat.

Thanh mengangkat beban 122 kg sedangkan Ceniza 115 kg. Surahmat berusaha mengejar ketertinggalannya dengan mengangkat beban 114 kg di dua kesempatan tersisa yang ia miliki. Akan tetapi, dalam dua kesempatan itu Surahmat gagal mengangkat beban tersebut.

Baca Juga:  Kalahkan Tuan Rumah Union Berlin, Muenchen Jauhi Dortmund

Surahmat akhirnya mesti mengejar ketertinggalan pada angkatan clean and jerk. Surahmat mampu mengangkat beban 140 kg tetapi ia belum puas sehingga mencoba kembali. Surahmat kemudian menambahkan beban angkatannya jadi 142 kg tetapi dalam dua percobaan ia gagal. Alhasil, total angakatan Surahmat adalah 250 kg.

Patut disayangkan, usaha Surahmat belum mampu menghadirkan medali perak ataupun emas untuk Indonesia. Pasalnya, Thanh mampu mengangkat beban 142 kg sehingga secara kesuluruhan beban yang ia angkat adalah 264 kg. Medali emas akhirnya jatuh ke tangan Thanh.

Sementara itu, Ceniza mampu mengangkat beban 140 kg pada angkatan clean and jerk. Secara keseluruhan wakil tuan rumah mengangkat 252 kg sehingga berhak mendapatkan medali perak. Andaikan Surahmat mampu mengangkat beban 142 kg maka medali peraklah yang ia raih. Meski begitu, perjuangan Surahmat patut diapresiasi karena ia telah masuk dalam buku sejarah olahraga Indonesia sebagai salah satu penyumbang medali SEA Games untuk Tanah Air.(int/eca)

Baca Juga:  Kevin De Bruyne: Karier Saya di City Tidak Tergantung Pep Guardiola

MANILA (RIAUPOS.CO)  —  Lifter Indonesia Surahmat Wijoyo menambah pundi-pundi medali Indonesia di SEA Games 2019. Surahmat menyegel medali perunggu dari cabang olahraga (cabor) angkat besi nomor 55 kilogram putra yang dipertandingkan di RMSC Ninoy Aquino Stadium, Manila, Filipina, Ahad (1/12).

Surahmat memulai perjuangannya untuk merengkuh medali dengan melakukan angkatan snatch. Surahmat tampil menyakinkan dengan mengangkat beban 110 kg. Akan tetapi, wakil Vietnam, Lai Gia Thanh dan utusan Filipina, John Ceniza mengangkat beban yang lebih berat.

Thanh mengangkat beban 122 kg sedangkan Ceniza 115 kg. Surahmat berusaha mengejar ketertinggalannya dengan mengangkat beban 114 kg di dua kesempatan tersisa yang ia miliki. Akan tetapi, dalam dua kesempatan itu Surahmat gagal mengangkat beban tersebut.

Baca Juga:  Tertawa saat Madrid Tersingkir, Isco dan Marcelo Bikin Marah Pendukung

Surahmat akhirnya mesti mengejar ketertinggalan pada angkatan clean and jerk. Surahmat mampu mengangkat beban 140 kg tetapi ia belum puas sehingga mencoba kembali. Surahmat kemudian menambahkan beban angkatannya jadi 142 kg tetapi dalam dua percobaan ia gagal. Alhasil, total angakatan Surahmat adalah 250 kg.

Patut disayangkan, usaha Surahmat belum mampu menghadirkan medali perak ataupun emas untuk Indonesia. Pasalnya, Thanh mampu mengangkat beban 142 kg sehingga secara kesuluruhan beban yang ia angkat adalah 264 kg. Medali emas akhirnya jatuh ke tangan Thanh.

- Advertisement -

Sementara itu, Ceniza mampu mengangkat beban 140 kg pada angkatan clean and jerk. Secara keseluruhan wakil tuan rumah mengangkat 252 kg sehingga berhak mendapatkan medali perak. Andaikan Surahmat mampu mengangkat beban 142 kg maka medali peraklah yang ia raih. Meski begitu, perjuangan Surahmat patut diapresiasi karena ia telah masuk dalam buku sejarah olahraga Indonesia sebagai salah satu penyumbang medali SEA Games untuk Tanah Air.(int/eca)

Baca Juga:  Menarilah Sekarang, Leo, Menarilah
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

MANILA (RIAUPOS.CO)  —  Lifter Indonesia Surahmat Wijoyo menambah pundi-pundi medali Indonesia di SEA Games 2019. Surahmat menyegel medali perunggu dari cabang olahraga (cabor) angkat besi nomor 55 kilogram putra yang dipertandingkan di RMSC Ninoy Aquino Stadium, Manila, Filipina, Ahad (1/12).

Surahmat memulai perjuangannya untuk merengkuh medali dengan melakukan angkatan snatch. Surahmat tampil menyakinkan dengan mengangkat beban 110 kg. Akan tetapi, wakil Vietnam, Lai Gia Thanh dan utusan Filipina, John Ceniza mengangkat beban yang lebih berat.

Thanh mengangkat beban 122 kg sedangkan Ceniza 115 kg. Surahmat berusaha mengejar ketertinggalannya dengan mengangkat beban 114 kg di dua kesempatan tersisa yang ia miliki. Akan tetapi, dalam dua kesempatan itu Surahmat gagal mengangkat beban tersebut.

Baca Juga:  Menarilah Sekarang, Leo, Menarilah

Surahmat akhirnya mesti mengejar ketertinggalan pada angkatan clean and jerk. Surahmat mampu mengangkat beban 140 kg tetapi ia belum puas sehingga mencoba kembali. Surahmat kemudian menambahkan beban angkatannya jadi 142 kg tetapi dalam dua percobaan ia gagal. Alhasil, total angakatan Surahmat adalah 250 kg.

Patut disayangkan, usaha Surahmat belum mampu menghadirkan medali perak ataupun emas untuk Indonesia. Pasalnya, Thanh mampu mengangkat beban 142 kg sehingga secara kesuluruhan beban yang ia angkat adalah 264 kg. Medali emas akhirnya jatuh ke tangan Thanh.

Sementara itu, Ceniza mampu mengangkat beban 140 kg pada angkatan clean and jerk. Secara keseluruhan wakil tuan rumah mengangkat 252 kg sehingga berhak mendapatkan medali perak. Andaikan Surahmat mampu mengangkat beban 142 kg maka medali peraklah yang ia raih. Meski begitu, perjuangan Surahmat patut diapresiasi karena ia telah masuk dalam buku sejarah olahraga Indonesia sebagai salah satu penyumbang medali SEA Games untuk Tanah Air.(int/eca)

Baca Juga:  Kevin De Bruyne: Karier Saya di City Tidak Tergantung Pep Guardiola

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari