Sabtu, 24 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Empat Tim Bakal Bersaing Ketat

ALST (RIAUPOS.CO) — Marc Marquez dan Repsol Honda berhasil menjadi yang terbaik di ajang MotoGP 2019 kemarin. Selain mempersembahkan gelar Juara Dunia MotoGP 2019, Marquez juga membawa Repsol Honda meraih dua gelar lainnya yakni pabrikan terbaik dan tim terbaik.

Akan tetapi, berbicara mengenai persaingan musim depan, dominasi Repsol Honda kemungkinan besar bakal mendapat perlawanan ketat dari tim pabrikan lain.

Hal itu bahkan diakui langsung oleh Marquez yang memprediksi kalau setidaknya akan ada empat pabrikan yang memiliki peluang sama untuk menjadi yang terbaik di MotoGP 2020 nanti.

"Ini tahun yang baik, tapi tak berarti kami berhenti bekerja. Saya mengatakan ini karena ada 4 pabrikan yang bisa menang dan merebut gelar. Berarti, setidaknya ada 8 motor yang punya peluang memenangi balapan. Hal macam ini sebelumnya tak pernah terjadi," ujar Marquez, melansir dari laman Tuttomotoriweb, Rabu (1/1).

Baca Juga:  Tumbangkan Juara All England 2022, Ini Komentar Ganda Baru Indonesia

"Situasi rumit akan membuat Anda kuat, dan musim dingin lalu merupakan salah satu momen terberat dalam karier saya. Saya tak bisa latihan karena saya harus operasi. Saya juga tak 100 persen bugar saat balapan di Qatar," tambahnya.  "Jika kelewat percaya diri, Anda bisa melakukan kesalahan. Inilah yang terjadi pada saya dalam balapan yang sama sekali tak saya duga, yakni di Austin. Itulah alasan mengapa saya harus tetap benar-benar fokus," katanya.(int/eca)

ALST (RIAUPOS.CO) — Marc Marquez dan Repsol Honda berhasil menjadi yang terbaik di ajang MotoGP 2019 kemarin. Selain mempersembahkan gelar Juara Dunia MotoGP 2019, Marquez juga membawa Repsol Honda meraih dua gelar lainnya yakni pabrikan terbaik dan tim terbaik.

Akan tetapi, berbicara mengenai persaingan musim depan, dominasi Repsol Honda kemungkinan besar bakal mendapat perlawanan ketat dari tim pabrikan lain.

Hal itu bahkan diakui langsung oleh Marquez yang memprediksi kalau setidaknya akan ada empat pabrikan yang memiliki peluang sama untuk menjadi yang terbaik di MotoGP 2020 nanti.

"Ini tahun yang baik, tapi tak berarti kami berhenti bekerja. Saya mengatakan ini karena ada 4 pabrikan yang bisa menang dan merebut gelar. Berarti, setidaknya ada 8 motor yang punya peluang memenangi balapan. Hal macam ini sebelumnya tak pernah terjadi," ujar Marquez, melansir dari laman Tuttomotoriweb, Rabu (1/1).

Baca Juga:  Ke Semifinal, PWI Riau Ditantang Jawa Timur

"Situasi rumit akan membuat Anda kuat, dan musim dingin lalu merupakan salah satu momen terberat dalam karier saya. Saya tak bisa latihan karena saya harus operasi. Saya juga tak 100 persen bugar saat balapan di Qatar," tambahnya.  "Jika kelewat percaya diri, Anda bisa melakukan kesalahan. Inilah yang terjadi pada saya dalam balapan yang sama sekali tak saya duga, yakni di Austin. Itulah alasan mengapa saya harus tetap benar-benar fokus," katanya.(int/eca)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

ALST (RIAUPOS.CO) — Marc Marquez dan Repsol Honda berhasil menjadi yang terbaik di ajang MotoGP 2019 kemarin. Selain mempersembahkan gelar Juara Dunia MotoGP 2019, Marquez juga membawa Repsol Honda meraih dua gelar lainnya yakni pabrikan terbaik dan tim terbaik.

Akan tetapi, berbicara mengenai persaingan musim depan, dominasi Repsol Honda kemungkinan besar bakal mendapat perlawanan ketat dari tim pabrikan lain.

Hal itu bahkan diakui langsung oleh Marquez yang memprediksi kalau setidaknya akan ada empat pabrikan yang memiliki peluang sama untuk menjadi yang terbaik di MotoGP 2020 nanti.

"Ini tahun yang baik, tapi tak berarti kami berhenti bekerja. Saya mengatakan ini karena ada 4 pabrikan yang bisa menang dan merebut gelar. Berarti, setidaknya ada 8 motor yang punya peluang memenangi balapan. Hal macam ini sebelumnya tak pernah terjadi," ujar Marquez, melansir dari laman Tuttomotoriweb, Rabu (1/1).

Baca Juga:  Sadio Mane Tak Pikirkan Ballon d’Or Dulu, Fokus Juarai Liga Champions

"Situasi rumit akan membuat Anda kuat, dan musim dingin lalu merupakan salah satu momen terberat dalam karier saya. Saya tak bisa latihan karena saya harus operasi. Saya juga tak 100 persen bugar saat balapan di Qatar," tambahnya.  "Jika kelewat percaya diri, Anda bisa melakukan kesalahan. Inilah yang terjadi pada saya dalam balapan yang sama sekali tak saya duga, yakni di Austin. Itulah alasan mengapa saya harus tetap benar-benar fokus," katanya.(int/eca)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari