Minggu, 6 April 2025
spot_img

Sapi Kurban Presiden Berbobot 720 Kg

(RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan juga akan melakukan kurban di Provinsi Riau pada hari Raya Iduladha mendatang. Sapi kurban presiden akan dipotong di Masjid Raya Annur bersama sapi kurban Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan jamaah masjid lainnya.

Kepala Biro Umum Sekretariat daerah Provinsi Riau, Aryadi mengatakan, sapi kurban presiden tersebut pihaknya yang mencarikan bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian. Di mana sapi itu telah dibeli dari peternak yang ada di KM 18 Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sapi kurban milik presiden tersebut memang sengaja dicari yang paling besar di Riau. Dapatlah kami informasi di Kecamatan Tenayan Raya tersebut, tim dari Kementerian Pertanian juga sudah langsung mengecek kondisi sapi tersebut dan dinyatakan sehat,” katanya.

Dijelaskan Aryadi, sapi kurban presiden tersebut berjenis limosin dengan berat 720 kg. Di mana sapi tersebut dibeli dengan harga Rp50 juta. Kementerian Pertanian memang sengaja memilih sapi milik peternak di Riau dengan tujuan ikut memberdayakan para peternak di daerah.

Baca Juga:  2.092 Positif Corona, 191 Meninggal dan 150 Sembuh

‘’Setelah kami cari di Riau ini, memang sapi itu yang paling besar. Mungkin kalau di daerah lain ada yang lebih besar lagi, tapi sengaja dipilih sapi milik peternak lokal. Sang peternak saat kami datangi hanya memelihara dua ekor sapi jenis limosin itu,” sebutnya.

Menurut Aryadi, sapi kurban presiden tersebut akan dipotong pada hari kedua Iduladha tahun ini. Sedangkan untuk penyerahan dagingnya, diserahkan langsung kepada panitia kurban Masjid Raya Annur untuk dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan.

‘’Seperti tahun lalu, sapi kurban presiden juga dipotong pada hari kedua Iduladha. Kalau untuk sapi kurban ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, pihak biro kesra yang mengakomodirnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Sekretariat daerah Provinsi Riau, Masrul Kasmi mengatakan, para ASN di lingkungan Pemprov Riau, pada hari Raya Iduladha tahun ini diimbau untuk dapat berkurban di daerah-daerah pinggiran di Riau. Hal tersebut dimaksudkan agar distribusi daging kurban tidak menumpuk dikota saja.

Baca Juga:  Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan sebagai Tersangka

‘’Imbauan tersebut langsung disampaikan oleh Gubernur Riau Syamsuar melalui surat edaran yang telah disebarkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) sejak pekan lalu. Tujuannya agar daging kurban tersebar merata, karena selama inikan hewan kurban itu banyak dipotong di kota. Sementara itu, didaerah pinggiran Riau masih ada yang belum mendapatkan daging kurban. Atas dasar itulah imbauan dibuat,” katanya.

Kedepannya, demikian Masrul, agar program ini banyak diikuti oleh ASN. Pihaknya akan membuat surat edaran jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Idul Adha, sehingga para ASN tahu. Selain itu, peserta juga bisa mencicil pembayaran untuk pembelian hewan kurban.

‘’Jadi tidak memberatkan juga karena bisa diangsur, harapan kami akan banyak ASN yang bisa ikut program ini. Karena hal ini tentunya sangat membantu bagi orang yang memerlukan,” harapnya.(izl)

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

(RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan juga akan melakukan kurban di Provinsi Riau pada hari Raya Iduladha mendatang. Sapi kurban presiden akan dipotong di Masjid Raya Annur bersama sapi kurban Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan jamaah masjid lainnya.

Kepala Biro Umum Sekretariat daerah Provinsi Riau, Aryadi mengatakan, sapi kurban presiden tersebut pihaknya yang mencarikan bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian. Di mana sapi itu telah dibeli dari peternak yang ada di KM 18 Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sapi kurban milik presiden tersebut memang sengaja dicari yang paling besar di Riau. Dapatlah kami informasi di Kecamatan Tenayan Raya tersebut, tim dari Kementerian Pertanian juga sudah langsung mengecek kondisi sapi tersebut dan dinyatakan sehat,” katanya.

Dijelaskan Aryadi, sapi kurban presiden tersebut berjenis limosin dengan berat 720 kg. Di mana sapi tersebut dibeli dengan harga Rp50 juta. Kementerian Pertanian memang sengaja memilih sapi milik peternak di Riau dengan tujuan ikut memberdayakan para peternak di daerah.

Baca Juga:  WNI di Luar Negeri Malu Gara-gara Bu Sitti Bilang Berenang Bisa Bikin Hamil

‘’Setelah kami cari di Riau ini, memang sapi itu yang paling besar. Mungkin kalau di daerah lain ada yang lebih besar lagi, tapi sengaja dipilih sapi milik peternak lokal. Sang peternak saat kami datangi hanya memelihara dua ekor sapi jenis limosin itu,” sebutnya.

Menurut Aryadi, sapi kurban presiden tersebut akan dipotong pada hari kedua Iduladha tahun ini. Sedangkan untuk penyerahan dagingnya, diserahkan langsung kepada panitia kurban Masjid Raya Annur untuk dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan.

‘’Seperti tahun lalu, sapi kurban presiden juga dipotong pada hari kedua Iduladha. Kalau untuk sapi kurban ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, pihak biro kesra yang mengakomodirnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Sekretariat daerah Provinsi Riau, Masrul Kasmi mengatakan, para ASN di lingkungan Pemprov Riau, pada hari Raya Iduladha tahun ini diimbau untuk dapat berkurban di daerah-daerah pinggiran di Riau. Hal tersebut dimaksudkan agar distribusi daging kurban tidak menumpuk dikota saja.

Baca Juga:  Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan sebagai Tersangka

‘’Imbauan tersebut langsung disampaikan oleh Gubernur Riau Syamsuar melalui surat edaran yang telah disebarkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) sejak pekan lalu. Tujuannya agar daging kurban tersebar merata, karena selama inikan hewan kurban itu banyak dipotong di kota. Sementara itu, didaerah pinggiran Riau masih ada yang belum mendapatkan daging kurban. Atas dasar itulah imbauan dibuat,” katanya.

Kedepannya, demikian Masrul, agar program ini banyak diikuti oleh ASN. Pihaknya akan membuat surat edaran jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Idul Adha, sehingga para ASN tahu. Selain itu, peserta juga bisa mencicil pembayaran untuk pembelian hewan kurban.

‘’Jadi tidak memberatkan juga karena bisa diangsur, harapan kami akan banyak ASN yang bisa ikut program ini. Karena hal ini tentunya sangat membantu bagi orang yang memerlukan,” harapnya.(izl)

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Sapi Kurban Presiden Berbobot 720 Kg

(RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan juga akan melakukan kurban di Provinsi Riau pada hari Raya Iduladha mendatang. Sapi kurban presiden akan dipotong di Masjid Raya Annur bersama sapi kurban Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan jamaah masjid lainnya.

Kepala Biro Umum Sekretariat daerah Provinsi Riau, Aryadi mengatakan, sapi kurban presiden tersebut pihaknya yang mencarikan bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian. Di mana sapi itu telah dibeli dari peternak yang ada di KM 18 Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sapi kurban milik presiden tersebut memang sengaja dicari yang paling besar di Riau. Dapatlah kami informasi di Kecamatan Tenayan Raya tersebut, tim dari Kementerian Pertanian juga sudah langsung mengecek kondisi sapi tersebut dan dinyatakan sehat,” katanya.

Dijelaskan Aryadi, sapi kurban presiden tersebut berjenis limosin dengan berat 720 kg. Di mana sapi tersebut dibeli dengan harga Rp50 juta. Kementerian Pertanian memang sengaja memilih sapi milik peternak di Riau dengan tujuan ikut memberdayakan para peternak di daerah.

Baca Juga:  Penyidik KPK dan Wali Kota Tanjungbalai Ditetapkan sebagai Tersangka

‘’Setelah kami cari di Riau ini, memang sapi itu yang paling besar. Mungkin kalau di daerah lain ada yang lebih besar lagi, tapi sengaja dipilih sapi milik peternak lokal. Sang peternak saat kami datangi hanya memelihara dua ekor sapi jenis limosin itu,” sebutnya.

Menurut Aryadi, sapi kurban presiden tersebut akan dipotong pada hari kedua Iduladha tahun ini. Sedangkan untuk penyerahan dagingnya, diserahkan langsung kepada panitia kurban Masjid Raya Annur untuk dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan.

‘’Seperti tahun lalu, sapi kurban presiden juga dipotong pada hari kedua Iduladha. Kalau untuk sapi kurban ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, pihak biro kesra yang mengakomodirnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Sekretariat daerah Provinsi Riau, Masrul Kasmi mengatakan, para ASN di lingkungan Pemprov Riau, pada hari Raya Iduladha tahun ini diimbau untuk dapat berkurban di daerah-daerah pinggiran di Riau. Hal tersebut dimaksudkan agar distribusi daging kurban tidak menumpuk dikota saja.

Baca Juga:  Sosialisasi Penilaian Kota Bersih Digencarkan

‘’Imbauan tersebut langsung disampaikan oleh Gubernur Riau Syamsuar melalui surat edaran yang telah disebarkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) sejak pekan lalu. Tujuannya agar daging kurban tersebar merata, karena selama inikan hewan kurban itu banyak dipotong di kota. Sementara itu, didaerah pinggiran Riau masih ada yang belum mendapatkan daging kurban. Atas dasar itulah imbauan dibuat,” katanya.

Kedepannya, demikian Masrul, agar program ini banyak diikuti oleh ASN. Pihaknya akan membuat surat edaran jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Idul Adha, sehingga para ASN tahu. Selain itu, peserta juga bisa mencicil pembayaran untuk pembelian hewan kurban.

‘’Jadi tidak memberatkan juga karena bisa diangsur, harapan kami akan banyak ASN yang bisa ikut program ini. Karena hal ini tentunya sangat membantu bagi orang yang memerlukan,” harapnya.(izl)

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

(RIAUPOS.CO) — Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan juga akan melakukan kurban di Provinsi Riau pada hari Raya Iduladha mendatang. Sapi kurban presiden akan dipotong di Masjid Raya Annur bersama sapi kurban Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau dan jamaah masjid lainnya.

Kepala Biro Umum Sekretariat daerah Provinsi Riau, Aryadi mengatakan, sapi kurban presiden tersebut pihaknya yang mencarikan bersama dengan perwakilan Kementerian Pertanian. Di mana sapi itu telah dibeli dari peternak yang ada di KM 18 Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Sapi kurban milik presiden tersebut memang sengaja dicari yang paling besar di Riau. Dapatlah kami informasi di Kecamatan Tenayan Raya tersebut, tim dari Kementerian Pertanian juga sudah langsung mengecek kondisi sapi tersebut dan dinyatakan sehat,” katanya.

Dijelaskan Aryadi, sapi kurban presiden tersebut berjenis limosin dengan berat 720 kg. Di mana sapi tersebut dibeli dengan harga Rp50 juta. Kementerian Pertanian memang sengaja memilih sapi milik peternak di Riau dengan tujuan ikut memberdayakan para peternak di daerah.

Baca Juga:  Rohul Dapat 2.000 Ha Program Peremajaan

‘’Setelah kami cari di Riau ini, memang sapi itu yang paling besar. Mungkin kalau di daerah lain ada yang lebih besar lagi, tapi sengaja dipilih sapi milik peternak lokal. Sang peternak saat kami datangi hanya memelihara dua ekor sapi jenis limosin itu,” sebutnya.

Menurut Aryadi, sapi kurban presiden tersebut akan dipotong pada hari kedua Iduladha tahun ini. Sedangkan untuk penyerahan dagingnya, diserahkan langsung kepada panitia kurban Masjid Raya Annur untuk dibagikan kepada masyarakat yang memerlukan.

‘’Seperti tahun lalu, sapi kurban presiden juga dipotong pada hari kedua Iduladha. Kalau untuk sapi kurban ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, pihak biro kesra yang mengakomodirnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Sekretariat daerah Provinsi Riau, Masrul Kasmi mengatakan, para ASN di lingkungan Pemprov Riau, pada hari Raya Iduladha tahun ini diimbau untuk dapat berkurban di daerah-daerah pinggiran di Riau. Hal tersebut dimaksudkan agar distribusi daging kurban tidak menumpuk dikota saja.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Stroke

‘’Imbauan tersebut langsung disampaikan oleh Gubernur Riau Syamsuar melalui surat edaran yang telah disebarkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) sejak pekan lalu. Tujuannya agar daging kurban tersebar merata, karena selama inikan hewan kurban itu banyak dipotong di kota. Sementara itu, didaerah pinggiran Riau masih ada yang belum mendapatkan daging kurban. Atas dasar itulah imbauan dibuat,” katanya.

Kedepannya, demikian Masrul, agar program ini banyak diikuti oleh ASN. Pihaknya akan membuat surat edaran jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Idul Adha, sehingga para ASN tahu. Selain itu, peserta juga bisa mencicil pembayaran untuk pembelian hewan kurban.

‘’Jadi tidak memberatkan juga karena bisa diangsur, harapan kami akan banyak ASN yang bisa ikut program ini. Karena hal ini tentunya sangat membantu bagi orang yang memerlukan,” harapnya.(izl)

Laporan Soleh Saputra, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari